Kapolsek Ciasem Sakit Hati, dan Melarang Korban Minta Bantuan Ormas Gival

      PANTURA (MGO) - Dinilai meng- interpensi penyidik dan ambil foto di kantornya, Kapolsek Ciasem, Kompol Anton Teguh P.,SH. merasa sakit hati oleh kelompok pengurus Umum Ormas Gival.

      Hal tersebut diungkapkan oleh Kuasa Hukum H.Nana S. Als. Endol dan 6 korban lainnya, Elyasa Budiyanto, SH. Kata Elyasa, bahwa Kapolsek ketika dikunjungi diruang kerjanya pada Kamis (9-5-2013), Kapolsek Ciasem pernah mengungkapkan dan merasa sakit hati oleh rombongan Ormas Gival, karena rombongan Ormas Gival dianggap telah menginterpensi dan foto-foto di kantor Polsek Ciasem yang sedang menangani kasus perkara pelaporan H.NANA S Als. Endol dkk. yang melaporkan Wiwin Binti Saknan oleh penyidik Polsek Ciasem yang telah dikenakan sangsi pasal  372 jo, 378 jo, dan 379 a oleh Polsek Ciasem.

      "Saya menilai Kapolsek Ciasem adalah seorang perwira tidak mesti begitu, apalagi Kapolsek ngomongnya sakit hati oleh rombongan Ormas Gival yang dituduh telah interpensi dan foto-foto di kantor Polsek Ciasem,"jelas Elyasa pasca kegiatan konfrontir di ruang penyidik Polsek Ciasem, Senin (13-5-2013).

      Ketika ditanya hasil konfrontir antara pelaku dan korban, Elyasa menjelaskan, bahwa pihak penyidik Polsek Ciasem terkesan hanya melindungi, mengayomi dan melayani pelaku saja, karena selama ini hak-hak korban terkesan diabaikan.

      Diantaranya dari sebanyak 7 korban perbuatan terduga Wiwin Binti Saknan yang telah menggunakan uang milik korban dengan dalih pinjam sementara dan Wiwin terkesan tidak mengakui perbuatannya.

      "Kan sudah jelas penyidik Polsek Ciasem telah menerapkan pasal sangsi pasal  372 jo, 378 jo, dan 379 a KUH.Pidana, pelaku tidak ditahan juga salah satu pasal yakni, 379 a hilang, dan muncul perkara tersebut adalah perkara perdata,"jelas Elyasa.

      Seperti contoh, perkara Endol dengan perkara Rokayah tidak bisa disamakan,"Oke perkara Rokayah bisa menjadi perdata, karena sudah dicicil, namun perkara Endol adalah berbeda dan jelas pidana karena Endol belum menerima cicilan,"jelas Elyasa.

      Untuk itu tegas Elyasa, pihaknya akan menunggu BAP konfrontir, meskipun dalam konfrontir tersebut tidak begitu yakin penyidik memposisikan adil,"Kita lihat saja nanti,"tegas Elyasa.

      Sekretaris Jenderal Ormas Gival, Harmansyah, SH. membantah apabila pihak telah menginterpensi penyidik, yang benar adalah penyidik menginterpensi pelapor, bahwa pelapor tidak akan diproses semua apabila pelapor tidak mengantongi kwitansi.

      "Namun apabila kami sebagai kontrol tidak boleh foto-foto, pasang dong larangan memotret lokasi kantor atau yang ada didalamnya,"jelas Harmansyah.

      Justeru yang menjadi persoalan, ditegaskan Harmansyah, yakni apa alasannya Kapolsek Ciasem membenci rombongan Ormas Gival dan melarang seorang pelapor untuk meminta bantuan rombongan Ormas Gival, dengan demikian Kapolsek Ciasem terkesan mengkerdilkan Ormas Gival, dan mengkebiri hak kemerdekaan seseorang.

      "Apabila publik penasaran dengan tingkah kami, silahkan ambil kronologis kejadian perkara laporan Endol dan korban lainnya disekretariat lembaga kami, biar jelas kebenaran tuduhan Kapolsek Ciasem,"tegasnya.

      Oh yah, ditambahkan Harmansyah, barangkali pihaknya salah menilai perkara yang telah ada sangsinya pasal  372 jo, 378 jo, dan 379 a KUH.Pidana, pelaku tidak dikurung badan, dan belum terjadi kurungan badan 1x24 jam tiba-tiba ada surat penangguhan penahanan dengan alasan-alasan yang tidak sesuai dengan kondisi pelaku.

      "Dituangkan dalam SPPHP dari Polsek Ciasem pada poin 4 dijelaskan pelaku tidak bisa ditahan salah satunya karena memiliki anak dibawah umur yang memerlukan perawatan intensiv dan perhatian/menyusui. Sedangkan anak pelaku telah berumur 6 tahun, ya enggak tahu sih kalau anaknya masih menyusu,"tambahnya.

      Kapolsek Ciasem, Kompol Anton Teguh P., SH, pada saat akan dikonfirmasi tidak ada ditempat, bahkan beberapa kali di SMS dan di telepon yang bersangkutan tidak menjawab. Namun pada tanggal (16-2-2013) pernah berkilah, bahwa Wiwin Binti Saknan tidak dikurung badan karena ada jaminan dari suaminya, tidak akan melarikan diri, tidak akan merusak barang bukti, dan masih menyusui.(*).

        • Dibaca: 1313 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...