Diduga Kuat Pencopotan 3 Pejabat SHS Jadi Tumbal GM SHS

      PANTURA (MGO) - Diduga kuat pencopotan 3 orang dari 5 pejabat penting PT.SHS KR.1 Sukamandi hanya menjadi tumbal GM SHS, sementara GM-nya yang layak dicopot bisa melenggangg dengan bebas.

      Karyawan dan petani menilai, padahal yang lebih layak dicopot adalah GM PT.SHS KR.1 Sukamandiyang selalu mengumbar janji tanpa bukti apabila dibandingkan dengan ketiga pejabat yang dicopot. Pasalnya 3 pejabat tersebut tidak layak dicopot karena ketiganya adalah pejabat yang taat dan pro perusahaan, ketiganya juga masih ada kepedulian atas nasib petani yang belum mendapatkan keadilan pembayaran hasil panen maupun sistem kerja sama yang tanggungan sewa sawah-nya semakin memberatkan petani.

      Menurut informasi dari sejumlah karyawan dan petani SHS yang diterima Reporter MGO bahwa 5 orang pejabat penting yang dicopot disebut menjadi tumbal GM SHS KR.1, hususnya Ajar sebagai Kepala Cabang Husus dan Apron sebagai Kepala Kebun karena membangkang tidak mau melaksanakan perintah atasannya (GM) untuk menaikan sewa sawah 2 ton/hektar, yang artinya permintaan kenaikan sewa sawah seberat 7 kwintal/hektar hanya dinaikan 3 kwintal/hektar, alias sebelumnya sewa sawah 1,2 ton/hektar dibayar pra pengelolaan dan hanya direalisasikan 1,5 ton/hektar.

      3 orang pejabat SHS yang dicopot telah ada penggantinya yakni Apron sebagai Kepala Kebun digantikan oleh Endang Tajudin, Ajar Kepala Cabang Husus digantikan oleh Giono, Budi bagian pemasaran digantikan oleh Haryanto, dan ketiganya dilantik hari ini, Kamis (2-5-2013) oleh Direktur Pemasaran, sementara itub Yudi PBS dan Tedi Rayon menunggu proses yang sedang berjalan.

      Masih menurut sejumlah karyawan dan petani SHS, bahwa ke 3 Orang pejabat penting SHS KR.1 yang dicopot adalah orang-orang yang taat kepada konstitusi dan masih memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap nasib petani yang belum mendapatkan keadilan dari SHS. Bahkan Ajar dan Apron dicopot jabatannya sangatlah memukul simpati sejumlah karyawan dan petani yang selama ini akan dibawa ke dalam managemen yang efisien, efektif dan produktif yang mengacu pada konstitusi demi keadilan.

      "Pak Ajar dan Pak Apron adalah pejabat yang baik, bahkan dia sangat memperhatikan petani, sayang ya di copot. Mudah-mudahan saja penggantinya akan lebih baik dari terdahulunya dan pro serta berprikemanusiaan kepada petani (kami),"ujar sejumlah karyawan dan petani yang enggan menyebutkan namanya, karena takut namanya ditulis dan akan berdampak dipecat menjadi karyawan dan petani takut dicopot pengelolaan sawahnya.

      Kenapa sih ! bukan Pak Rosidi yang di copot jabatannya, kata petani sambil marah-marah. Diungkapkan pula bahwa Ajar dan Apron telah memimpin dan mengawal program SHS untuk petani, sementara GM SHS yang selama ini hanya bisa menjanjikan dan tidak ada buktinya malah masih menduduki sebagai GM. Bahkan karyawan dan Petani sempat memuji-muji media MGO yang telah memuat 8 Omdo GM SHS KR.1.

      "Apa yang Akang tulis di media Akang soal 8 omdo GM Sang Hyang Seri benar sekali, dan Saya sebagai petani kagum dengan pengetahuan Akang yang mengerti jeritan petani. Saya sepakat tuh 8 omdonya GM, emang bener,"ujar petani, memuji sambil ketakutan ketika ditanya identitasnya.

      Ada Kabar juga, bahwa sekira 100 orang petani dalam waktu dekat akan berbondong-bondong ke PT.Sang Hyang Seri dalam rangka menolak kenaikan sewa sawah 1,5 ton/hektar. Petani berkilah sebelumnya bayar sewa sawah seberat 1,2 ton/hektar cukup memberatkan petani, apalagi saat ini dinaikan 1,5 ton/hektar. Keberatan petani tersebut ketika hasil panen terganggu hama/OPT maupun gagal panen sewa 1,2 ton/hektar masih tetap bayar dan tidak ada keringanan, adapun keringanan petani bayar sewa setengahnya, setengahnya lagi harus di bayar panen depan. Keberatan petani  soal sewa sawah membandingkan dengan pengelolaan sawah Swakelola ada yang gagal panen bahkan pernah tanam dua kali dan juga sawah yang digarap oleh PBS ada yang gagal panen disebabkan oleh OPT Kresek.

      Berita ini terkesan sepihak, hal itu terjadi karena para pihak yang berkopenten hususnya GM Sang Hyang Seri terkesan seperti alergi Wartawan dan LSM yang selalu menghindar pada saat akan dikonfirmasi dahkan seringkali mengorbankan anak buahnya untuk menjawab meskipun bukan kewenangannya, atas hal itulah MGO kesulitan untuk menulis berita yang balance, bahkan sampai berita ini ditayangkan Kabag SDM & Hukum PT.SHS tidak menjawab konfirmasi MGO.(*).

        • Dibaca: 992 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...