Ormas Gival Desak BPK Audit dan Cek Ulang Prestasi Proyek BBWSC di Pantura

      PANTURA (MGO) - Diharapkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia untuk benar-benar mengawasi pekerjaan peningkatan infrastruktur sejumlah sungai yang ada di Kabupaten Subang, pasalnya dari sejumlah titik pekerjaan diduga kuat melenceng dari perencanaan, sehingga tujuan pokok atas proyek yang digelindingkan oleh BBWSC Jawabarat tidak tercapai.

      Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Umum Ormas Gival, Harmansyah, SH pada saat mengungkapkan hasil Investigasi dan analisa organisasinya,"Setelah mengumpulkan data hasil Investigasi anggota kami, dalam waktu dekat kami akan menyimpulkan hasilnya dan akan dilaporkan ke pihak berwenang,"ucap Hamansyah.

      Pertama kali yang akan dihubunginya, dilanjutkan Harmansyah, adalah BPK, karena BPK salah satu badan pengawas perlu meng-audit dan cek ulang atas pekerjaan-pekerjaan normalisasi maupun pekerjaan TPT yang ada di Kecamatan Legonkulon, Blanakan, Ciasem, dan Kecamatan Patokbeusi. Perlunya BPK men-cek ulang sejumlah pekerjaan tersebut, karena tim Investigasi Ormas Gival menemukan sejumlah pelanggaran, seperti adanya normalisasi sungai yang dikerjakan manual, pemasangan TPT diatas tanah lembek dan bahkan pemasangan TPT sungai masih dalam keadaan berair sehingga pemasangan material hanyalah tumpukan batu tanpa adukan, bahkan ada pula pekerjaan pondasi TPT yang volumenya direkayasa sehingga bagian bawah dan atas terkesan sama namun tengahnya menyempit alias rekayasa itu ada. Penggunaan batu belah asal-asalan, penggunaan pasir juga menggunakan pasir urug.

      "Apabila BPK kesulitan untuk audit atau cek ulang pekerjaan yang melenceng, kami siap memberikan foto-foto dan vidio sejumlah pekerjaan proyek BBWSC,'jelas Harmansyah.

      Pertama kali pekerjaan yang perlu dicek ulang adalah pekerjaan Normalisasi dan Perkuatan tebing sungat Batang Leutik CS Kab.Subang yang dilaksanakan oleh PT.Aura Sinar Baru yang ada di Kecamatan Pamanukan dan Kecamatan Legonkulon, selain terjadinya kegiatan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bestek, juga PT.Aura Sinar Baru tidak pernah memperlihatkan gambar pekerjaan dan absensi kegiatan, munculnya sejumlah preman sebagai pemback up pekerjaannya.

      "Prestasi yang belum tercapai oleh PT.Aura adalah volume pekerjaan yang katanya sebanyak 15.000 kubik hanya diselesaikan sekira 9.000 kubik, dan perlunya pihak BPK dan penegak hukum lainnya turut memeriksa atau cek ulang atas pekerjaan tersebut,"katanya.(*).

        • Dibaca: 962 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...