Kepala Seksi Marah-marah dan Salahkan Petani

      SUBANG (MGO) - Kepala Seksi Sukamandi PJT II Divisi III Subang, H.Sarpin marah-marah dihadapan para petani, bahkan H.Sarpin menyalahkan petani atas rusaknya tanggul jaringan irigasi SS Pengkolan Desa Rancamulya Kecamatan Patokbeusi, SUbang Jawabarat, Sabtu (29-04-2013) di aula kantor Desa Rancamulya.

      Haji Sarpin marah tak terkendali dan bahkan menyalahkan petani ketika sejumlah petani padi dan petani tambak desa Rancamulya, Desa Rancajaya Kec.Patkbeusi dan petani tambak Desa Pringkasap Kecamatan Pabuaran diundang rapat oleh Kepala esa Rancamulya terkait upaya solusi kerusakan tanggul irigasi BTT.27 Pringkasap yang disalurkan melalui jaringan irigasi BKO.23, BKO.24 dan SS Pengkolan.

      H.Sarpin yang langsung marah-marah paska sambutan Kepala Desa Rancamulya,Tasim, kata Kades bahwa telah bertahun-tahun tanggul irigasi tersebut tak kunjung selesai-selesai dan selalu bermasalah, baik bermaslah adanya perebutan air irigasi antara petani padi dan petani tambak, atau permasalahan kerusakan tanggul belum juga ada solusi yang terbaik."Kami hanya minta bagaimana caranya petani di Desa Kami dan sekitarnya bisa terairi dan aman,"jelas Kades.

      Kembali ke H.Sarpin, H.Sarpin marah besar karena adanya kerusakan tanggul disebabkan oleh adanya petani tambak yang mengambil air dengan memasang paralon terlalu banyak sehingga debit air yang telah dicukupi oleh pihaknya habis dijalan sebelum sampai kelokasi tujuan, pun H.Sarpin menuduh bahwa petani susah diatur dan kesalahan ada di petani sendiri, bahkan H.Sarpin meminta agar kerusakan saluran irigasi SS Pengkolan perbaikannya merupakan kewajiban petani itu sendiri.

      "Perbaikan kerusakan tanggul kewajiban petani, petani harus peduli karena telah petani telah diberi gratis dalam menggunakan air, sebab pihak perusahaan jangankan untuk memperbaiki tanggul, terkadang untuk menggaji karyawannya saja tidak ada stock,"ujar H.Sarpin.

      H.Sarpin pun menekankan, agar bantuan 10 sak semen dan pasir satu mobil bisa dipergunakan dengan sebaik mungkin dan bisa menjadi solusi awal agar tanggul yang bocor bisa teratasi sementara."Sesuai amanat Kepala Divisi, dalam perbaikan nanti ada berita acara pengeluaran keuangan dan dalam pelaksanaannya di foto agar ada bukti pelaksanaan pekerjaan,"ucapnya.

      Berbeda dengan bawahannya, Ojos yang ditugaskan sebagai pengamat air irigasi diwilayah Seksi Sukamandi, Ojos meminta kepada petani, tokoh masyarakat, Kepala Desa maupun unsur lain untuk bekerja sama mencari solusi agar SS Pengkolan bisa berfungsi dengan normal."Saya minta semua pihak bisa membantu kami untuk mengamankan dan memperbaiki lokasi-lokasi tanggul yang rusak,"ujar Ojos.

      Sementara itu Sekretaris Umum Ormas Gival, Harmansyah SH yang sempat hadir dalam kegiatan tersebut turut berbicara, dan langsung menyerang Kepala Seksi dan pengamat, yakni agar petugas PJT bisa sadar akan Tupoksinya yang tertuang dalam Keputusan Direksi Perusahaan Umum Jasa Tirta II Nomor 1/524/KPTS/2005 tertera jelas pada BAB Divisi pasal 74 ayat 1 bahwa Tugas dan tanggungjawab Seksi selain memanagemen juga ada 4 item tugasnya dan tugas serta tanggungjawab pengamat ada pada ayat 6."Mestinya petugas PJT sadar kerusakan sekunder adalah tanggungjawabnya, adapun masyarakat maupun petani adalah sebagai partisan semampunya,"ujar Harmansyah.

      Harman Pun menegaskan, bahwa perbaikan tanggul irigasi selain menjadi tanggungjawab pihak PJT, juga menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian, Kabid Pengairan Bina Marga Subang, respon Bupati dan kepedulian DPRD Subang serta pemerintah Provinsi. Pertanyaannya, dipungkas Harmansyah, hak dan kewajiban petani sesuai dengan  UU 7 tahun 2004, PP nomor 20 tahun 2006, Peraturan menteri PU nomor 30/PRT/M/2007,  Peraturan menteri PU nomor 31 /PRT/M/2007,  Peraturan menteri PU nomor 32    /PRT/M/2007 dan  Peraturan menteri PU nomor  33/PRT/M/2007 harus ditepati, dan mestinya disosialisasikan kepada masyarakat/petani agar petani yang ada di tiga desa didua Kecamatan di Pantura tersebut bisa sadar kepada hak dan kewajibannya.

      "Saya harapkan dari pihak PJT jangan salahkan petani, kesalahan petani pun karena oknum juga yang mana berserakannya paralon dan bangunan di sempadan tanggul adanya jatprem oknum PJT, untuk itu mari kita tegak kan hukum dan tindak para pelanggar baik petani padi, petani tambak maupun oknum PJT,"pinta Harmansyah.

      Sementara itu hasil pantauan Reporter MGO, bahwa kerusakan tanggul Irigasi BKO.23.BKO.24 dan SS Pengkolan termasuk telah kronis, faktanya sejak tahun 2000 petani Desa Rancamulya dan Rancajaya sekira 350 hektar sawah ketika musih kemarau selalu kekurangan air dan bahkan kekeringan. Bahkan keluhan demi keluhan para petani terkesan tidak didengar, baik oleh pihak PJT II, Dinas Pertanian, Kabid Pengairan Bina Marga Subang dan pemerintah Subang maupun Provinsi. Beberapa tahun silam saluran tersebut pernah dipasang TPT, sayangnya pelaksanaan TPT asal pasang sehingga kualitasnya buruk, pernah ada normalisasi namun tidak sesuai sehingga fungsi irigasi tetap tidak optimal.

      Sesuai pengaduan yang sampai ketangan Redaksi MGO, bahwa petani padi maupun petani tambak menginginkan agar adanya perbaikan tanggap darurat saluran mulai dari BTT.27 sampai dengan BKO 23. dan selanjutnya agar para pihak memperbaiki seluruh jaringan irigasi dari BTT.27, BKO.23.BKO.24 dan SS Pengkolan yang panjangnya sekira 4000 meter. Apabila keinginan petani tidak dipenuhi mereka akan aksi dengan Ormas Gival, baik ke Pemda Subang maupun ke Pemprov.Jabar.(*).

        • Dibaca: 981 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...