Petani Kecamatan Patokbeusi dan Pabuaran Merugi Milyaran Rupiah

      PANTURA (MGO) - Petani Kecamatan Patokbeusi dan Pabuaran terancam gagal panen, ratusan hektar sawah, puluhan hektar Tambak, dan puluhan rumah terendam air, menelan kerugian miliyaran rupiah, Jum'at (18-12-2013).

      Banjir di Kecamatan Patokbeusi terjadi di Desa Rancamulya, Desa Gempolsari, dan Rancajaya, banjir terjadi disebabkan dua saluran pembuang yakni saluran Ciberes dan saluran Tempuran tidak bisa menampung air hujan yang terjadi selama 2 hari 2 malam.

      Menurut Keterangan Kepala Desa Rancamulya, T.Woyo, bahwa banjir yang terjadi di wilayah kerjanya melanda di Dusun Ciranggon, Pengkolan, Mayasuta, dan Pundong, banjir merendam sawah seluas 285 hektar, 22 hektar Tambak setinggi 1,20 centi meter, sebanyak 35 rumah dan 3 jembatan terendam setinggi 50-70 centi meter dalam waktu sehari semalam sejak Kamis, 17 Januari sekira pukul 16.00 Wib., sampai dengan Jum'at, 18 Januari 2013 pukul 18.30 Wib.

      "Apabila dihitung kerugian kerusakan dari dampak banjir tersebut sekira Rp.8 milyar, dan untuk korban banjir sawah dan tambak belum ada penanggulangan tanggap darurat, sementara bagi warga yang kebanjiran diberi bantuan ringan berupa mie isntan,"jelas T.Woyo.

      Kepala Desa Gempolsasi, Udin Samsudin, menjelaskan bahwa di Desanya pun terjadi banjir yakni di Dusun Sodong sawah 10 hektar, 15 rumah, di Dusun Gempolsasi sebanyak 3 rumah terendam, di Dusun Sarengseng sebanyak 5 hektar dan 5 rumah.

      "Banjir yang merendam sawah sekira 1 meter, merendam rumah sekira 50 centi meter, dan  Perkiraan kerugian yang diakibatkan bencana banjir sekira 150 juta,"ujar Udin.

      Pun dijelaskan Kepala Desa Rancajaya, Kosasih, menjelaskan banjir ketinggian sekira 1 meter  merendam 150 rumah di 4 RT di Dusun Buwer, dan merendam sawah 200 hektar, penanggulangan tanggap darurat mengungsikan warga yang rumahnya terendam ke warga terdekat."Perkiraan kerugian materi sekira 4,5 milyar dihitung dari hasil produksi padi,"ujar Kosasih akrab dipanggil Koko.

      Camat Patokbeusi, Dikdik Solihin, S.Sos.,MSi., membenarkan terjadi banjir yang melanda warga Kecamatan Patokbeusi berada di Desa Tanjungrasa, Tanjungrasa Kidul, Gempolsari, Ciberes, Rancamulya dan Desa Rancajaya.

      "Kita belum bisa memperkirakan kerugian materil karena saat ini, mungkin hingga malam masih kroscek lokasi yang terkena banjir, saat ini masih di Tanjungrasa Kidul dan akan ke Rancajaya dan Rancamulya,"ujar Camat.

      Sementara itu di Kecamatan Pabuaran terdapat 7 Desa yang terendam air, salah satunya di Desa Pringkasap yang paling besar menelan kerugian yakni sekira 30 hektar tambak siap panen terendam air. Dijelaskan seorang petani tambak yang juga Anggota Divisi Naker dan Sosial, Akay menjelaskan dari seluas 30 hektar tambak menelan kerugian sekira 1 milyar lebih jika dihitung dari hasil produksi.

      "Produksi tambak kami dalam satu hektar bisa memproduksi sekira 36 juta, gara-gara banjir ini semua yang kami harapkan lenyaplah sudah,"ujarnya.(*).

        • Dibaca: 1117 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...