Kontraktor Surabaya Rampas Kemerdekaan Wartawan

      PANTURA (MGO) - Lagi, kemerdekaan wartawan dirampas, sambil mabuk pihak kontraktor PT.Aura Sinar Baru Surabaya sempat melakukan kekerasan, Selasa (13-11-2012) di lokasi proyek Kecamatan Pamanukan dan Legonkulon.

      Insiden terjadi berturut-turut yang pertama terjadi pada hari Jum’at 09 November 2012 dialami oleh seorang wartawan mingguan, pada hari Sabtu, 10 November 2012, dan hari Selasa 13 November 2012 dialami oleh wartawan online dan tim investigasi Ormas GIVAL.

      Tiga kali Insiden tersebut modusnya sama yakni pihak kontraktor tidak terima ketika wartawan, LSM dan Ormas mengambil gambar pekerjaan pemasangan Tembok Penahan Tanan (TPT) di Desa Karangmulya Kecamatan Legonkulon, dan di Desa Lengkong Kecamatan Pamanukan, Subang, Jawabarat.

      Tanpa sebab ketika wartawan online sedang memotret proses pekerjaan TPT didekat kantor Desa Karangmulya Legonkulon tiba-tiba dua orang berseragam kaos warna hijau, salah satunya yang mengaku sebagai pelaksana proyek dilokasi tersebut bernama Yudi sambil mabuk langsung marah-marah melarang wartawan maupun Ormas untuk mengambil gambar proses pekerjaan pemasangan TPT.

      “Kamu tidak berhak moto-moto disini, mestinya kamu minta ijin dulu sama saya, ini rumah saya berarti kamu harus ijin dulu kepada saya sebagai penanggungjawab dilokasi proyek ini,”ujar orang yang mengaku Yudi sambil mendorong-dorong tubuh wartawan.

      Sementara itu, pada hari Sabtu, 10 November 2012 sekira pukul 16.00 WIB seorang wartawan online ketika mengambil gambar pekerjaan pemasangan TPT di Desa Lengkong Kecamatan Pamanukan tanpa sebab yang jelas ada seorang pelaksana proyek menyerobot menyerang dengan kata-kata yang sangat keras dan melarang untuk mengambil gambar dilokasi tersebut.

      “Kamu tidak boleh moto-moto disini, mestinya kamu minta ijin dulu kalau mau moto-moto dan lapor dulu sama pimpinan saya, dan kamu tuidak boleh macam-macam disini,”ujar seseorang yang tidak mau menyebutkan namanya namun mengaku pekerja PT.Aura Sinar Baru Surabaya ditemani seseorang yang diketahui bernama Rahmat.

      Menurut wartawan media Pantura, Nursalim bahwa pihaknya pada hari hari Jum’at 09 November 2012 sekira pukul 07.00 WIB bermaksud mengambil gambar papan proyek PT.Aura Sinar Baru Surabaya yang tergeletak di depan mes kontraktor tersebut, tiba-tiba ada orang keluar dari mobil langsung menjambret bajunya sambil melarang pengambilan gambar.

      “Saya sudah tanya dimana papan proyeknya, salah satu orang yang ada di mes menunjukan papan proyek yang tergeletak di tanah kemudian saya dijambret oleh seseorang yang belum dikenal,”ujar Nursalim, Selasa (13-12-2012) didepan mes kontraktor ditemani dua orang satu media dari Bandung.

      Bahkan Kedua rombongan media, ketika akan mengkonfirmasi pihak kontraktor ditunggu cukup lama di mes, namun pihak kontraktor PT.Aura Sinar Baru Surabaya tidak ada yang muncul, ahirnya kedua rombongan tersebut meninggalkan mes.(*).

        • Dibaca: 1380 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...