Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari : Oknum KepSek Tewas di Lokalisasi, Murid Cabuli Balita

      SUBANG (MGO) - Peribahasa mengatakan guru kencing berdiri, murid kencing berlari benar-benar terjadi dikabupaten Subang, yakni ada seorang oknum kepala sekolah tewas ditempat lokalisasi, pun terjadi murid SD kelas enam mencabuli anak usia 4 tahun.

      Kejadian tersebut menambah buramnya potret pendidikan di Kabupaten Subang, selain moral pendidik dan moral murid telah bergeser sekian persen, pergeseran tersebut terjadi dilihat dari kejadian-kejadian bejatnya moral oknum pendidik dan murid.

      Sesuai hasil informasi dan investigasi MGO beberapa tahun terahir terjadi perbuatan asusila seorang guru mencabuli anak didiknya, Kepala sekolah mencabuli anak didiknya, murid sekolah mencabuli temannya sendiri, dan murid sekolah.

      Kejadian terahir kali yang sempat terpantau MGO, yakni seorang murid SD diwilayah UPTD Pendidikan yang ada di Pantura, Subang, Jawabarat, masih dalam waktu hari raya idul fitri seorang murid mencabuli anak usia 4 tahun dan berujung dikepolisian, seorang oknum Kepala Sekolah di wilayah UPTD Blanakan bermain api di tempat lokalisasi dan berujung pada kematian ditempat itu juga dan menggegerkan tempat kejadian perkara.

      Sekretaris Umum DPP.Ormas Gival, Harmansyah, SH. menyampaikan seringnya dan berulang-ulangnya kejadian pencabulan pendidik terhadap muridnya, murid terhadap temannya sesekolahnya, murid mencabuli anak usia Balita, bahkan terjadi murid sekolah dicabuli oleh pelaku diluar sekolah tahun demi tahun selalu terjadi.

      Diakui Harmansyah, meskipun pelaku pelanggaran asusila dibilang jumlahnya sedikit, namun kejadian tersebut terus berulang kali dan tidak adanya upaya pembinaan maupun tindakan yang tegas dari pemerintah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Subang untuk menindak pelaku.

      "Kejadian asusila tersebut bukan saja ditindak oleh pihak kepolisian, akan tetapi dan semestinya pemerintah dan Dinas Pendidikan melakukan tindakan yang nyata agar kejadian asusila setiap tahunnya terus terjadi dan semakin bertambah jumlahnya,"ucap Harmansyah.

      Sementara itu kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Subang ketika dikunjungi baik Kepala Disdik, Kabid Disdik, maupun Sekretaris Disdik tidak berada di kantornya, menurut keterangan pegawainya bahwa atasannya sedang ada tugas luar kantor.(*).

        • Dibaca: 1025 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...