Diduga, Kontraktor Tanggul Muara Ciasem Dibekingi Preman

      SUBANG (MGO) – Diduga kontraktor proyek lanjutan Pekerjaan Rehabilitasi Prasarana Pengendali Banjir Sungai Ciasem, Desa Muara Kecamatan Blanakan, Subang, Jawabarat dibekingi preman, pasalnya ketika pekerjaan tersebut disikapi oleh sejumlah pengurus anggota Ormas Gival (Gerakan Investigasi Antar Lembaga) dikepung oleh sejumlah preman yang terkesan proyek tersebut tidak boleh disentuh oleh control sosial.

      Ketiga orang tersebut wakil Ketua Umum Ormas Gival, Ade Saepuloh, Kepala Divisi Teknis & Rekayasa, Adang Sutrisno, dan seorang anggota, Adjat S alias Bara saat itu berhadapan dengan belasan preman yang diduga kiriman oleh kontraktor, sehingga tugas mulia mereka untuk mengontrol proyek pekerjaan Rehabilitasi Prasarana Pengendali Banjir Sungai Ciasem tidak nyaman.

      Ketiga anggota ormas tersebut pun selain merasa tidak nyaman ketika akan menindak lanjuti keluhan warga sekitar proyek yang menyebutkan bahwa hasil kinerja kontraktor buruk, yakni adanya penggunaan tanah urugan untuk pekerjaan peningkatan tanggul Sungai Muara menggunakan tanah lumpur, dan pada saat melakukan pemadatan tidak berpatokan pada layer yang semestinya.

      “Secara logika jika Kontraktor memiliki dokumen uji laboratorium (lab) tidak akan mungkin pekerjaan tanggul sepanjang 1,65 kilometer akan lulus uji lab semuanya, karena struktur tanah disepanjang itu berbeda dan aka nada uji lab yang berbeda juga dan ada kemungkinannya ada lokasi yang tidak layak digunakan alias ada tanah yang tidak sesuai dengan standar pekerjaan,”ujar Kepala Divisi Teknis & Rekayasa, Adang Sutrisno alias Entis.

      Karena fakta di lapangan, dilanjutkan Entis, dilihat secara kasat mata tanah setempat itu tidak akan mungkin bias digunakan atau layak digunakan untuk membentuk tanggul dengan baik, sebab, sumber lahan tanah yang di reperensikan melalui uji lab hanya beberapa spot. Bayangkan saja, dijelaskan Entis kalau tahapan itu saja yang diduga tidak sesuai dengan spek tetapi di laksanakan oleh Kontraktor, maka akan terjadi penyimpangan dan menimbulkan kerugian Negara.

      Yang lebih memprihatinkan, dipungkas Entis, ketika meminta gambar pekejaan kepada yang mengaku Heru sebagai cheker Time ship Alat Berat di PT. Fajar Berdasi Gemilang tidak memberikan, bahkan mengarahkan agar menanyakan kepada Yopi sebagai Pelaksana Harian, Yopi pun tidak memberikan malah Yopi mengarahkan kepada Maman saat itu berada di lokasi pekerjaan.

      “Awalnya Maman menolak permintaan Kami denga dalih yang tidak masuk akal, bahwa gambar proyek semuanya ada di kantor Bandung, setelah saya desak ada di beskem, setelah saya dibeskem datanglah puluhan preman dengan sombongnya membekingi Maman,”pungkasnya.(*).

        • Dibaca: 1342 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...