Mitra Kerja PT.XL Axiata Diadukan Kepolisi

      PANTURA (MGO) - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Investigasi Antar Lembaga (GIVAL) resmi mengadukan aktifitas pengrusakan bahu jalan Nasional di Pantura Kepada Polisi Sktor (Polsek) Patokbeusi, Senin (4-6-2012).

      Surat tersebut bernomor 035/DPP.GIVAL/Srt.Png/VI/2012 perihal pengaduan pengrusakan bahu jalan Nasional yang dilakukan oleh mitra kerja PT.XL Axiata, yakni PT.Indo Karya Duta Pratama yang sekira 1 bulan telah melakukan aktifitas penggalian bahu jalan Nasional guna pemasangan jaringan utilitas fiber optik milik PT.XL Axiata.

      DPP.GIVAL meminta agar Polisi Sektor Patokbeusi untuk menghentikan aktifitas pemasangan jaringan utilitas fiber optik milik PT.XL Axiata yang sedang dikerjakan oleh kontraktor PT.Indo Karya Duta Pratama yang berada di bahu jalan Nasional sebelah kiri arah Cirebon-Cikampek  mulai dari Kota Pamanukan sampai dengan Jatisari, secara khusus yang ada di wilayah hukum Polsek Patokbeusi.

      Adapun dasar-dasar perlunya pihak kepolisian untuk menghentikan aktifitas tersebut, karena aktifitas galian pemasangan jaringan utilitas fiber optik milik PT.XL Axiata yang sedang dikerjakan oleh kontraktor PT.Indo Karya Duta Pratama yang belum mengantongi surat ijin gali dari Menteri Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan jalan Nasional wilayah IV (Cikampek). Adapun saat ini aktifitas terus berlangsung mereka baru mengantongi Berita Acara pemeriksaan dan evaluasi terhadap usulan kegiatan pemasangan jaringan utilitas fiber optik milik PT.XL Axiata (Berita acara terlampir), pun belum ditanda tangani oleh tim pemeriksa (illegal). Pun pihak kontraktor PT.Indo Karya Duta Pratama belum mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK).

      DPP.GIVAL mengharapkan, agar pihak kepolisian menghentikan pengrusakan bahu jalan tersebut, karena dalam waktu sekira 1 bulan pihak pelaksana galian tersebut belum mengantongi surat ijin gali, adapun memegang berita acara pemeriksaan dan evaluasi atas usulan pemasangan jaringan utilitas fiber optik milik PT.XL Axiata belum ditanda tangani oleh semua tim pemeriksa.

      Intinya, pihak pelaksana gali belum mengantongi ijin resmi setelah diketahui dari pihak pelaksana melalui Madun cs, belum bisa memperlihatkan legalitas surat yang legal. Semoga saja pihak Kepolisian bisa menindak tegas para pelaku aktifitas tersebut, agar kedepannya tidak lagi terjadi penggalian bahu/jalan semau perutnya sendiri sekaligus agar fasilitas jalan bisa terjaga dengan baik.(*).

        • Dibaca: 1263 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...