Infrastruktur Jalan Buruk Berpengaruh Pada Akses Sector Ekonomi Rakyat

      PANTURA (MGO) - Buruknya inspatruktur jalan di Kabuaten Subang Jawa Barat saat ini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat sehingga dengan kondisi jalan banyakyang rusak menghambat akses sector perekonomian warga Subang.

      Seperti yang terjadi di Kecamatan Ciasem ruas jalan Ciasem yang menghubungkan ke KUD Mina Bahari Muara Ciasem kini dikeluhkan sejumlah pelakudunia usaha karena kondisi ruas jalan tersebut meskipun sudah ada ruas jalan arah Ciasem-Muaratelah di perbaiki namun tidaksebanding dengan tingkat kerusakan yang ada makanya pemerintah Kabupaten Subang diminta segera memperbaikijalan arah KUD tersebut  yang sebagian besar aspalnya sudah tidak ada.

      Dikatakantokoh masyarakat Desa Muara yang juga merupakan Ketua KUD Mina Bahari Muara Ciasem, H. Rosyidi Bin Abdul Fatah  Selasa (28/02-2012) ketika di Temui reporter MGO  mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan yang ada di wlayahnya sudahbanyakyang rusakkarenasudahsekian lama kerusakaniniterjadinamun pihka pemerintah takkunjung juga memperbaikinya padahal ruasjalan tersebut sangat vital untuk akses keluar masuk barang dan jasa terutama sector usaha perikanan hasil nelayan dan petambak anggota  KUDnya.

      Menrutnya akibatrusaknya kondisi ruas jalan tersebut dikeluhkan para Bakul karena selain ekonomi terhambat juga ikan yang dibawa dan diangkut mengalami kerusakan sehingga perpengaruh terhadap kualitas dankuantitas ikan dan harga menjadi murah,“Kami berharap pemerintah Kabupaten Subang untuk lebih memperhatikan inspratruktur jalanyang ada di wilayah kami agar penghantar sector ekonomi bisa lancar,“ujar H.Rosyidi.

      Disinggung persoalan putusan MA yang diberikan kepada Bupati Subang non Aktif, Eep Hidayat yang sempat beredar penutupan jalur Pantura dan terhentinya pelayanan publik, H.Rohidi sangat menyesalkan, sebaiknya tidak terjadi penutupan jalur Pantura yang akan berdampak pada peredaran sektor ekonomi.Soal pejabat Negara atau PNS akan menghentikan pelayanan publik adalah akan berdampak dan menciderai masyarakat dan sebikanya diurungkan.

      “sebaiknya para pihak menempuh jalur hukum jangan gara-gara putusan hukum Bupati kita akan melakukan penutupan jalur Pantura dan terhentinya pelayanan publik, akan mencederai perasaan rakyat,”tambahnya.(*).

        • Dibaca: 702 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...