Gagalnya Pamekaran Pantura Terganjal Minimnya Faktor Ekonomi dan Keuangan

      ekpos pamekaran di LotusSUBANG (MGO) – Dinilai terganjal faktor kemampuan ekonomi dan keuangan, maka pemisahan diri Pantura dari Kabupaten Subang menemui kegagalan.

      Hal tersebut terungkap dalam eksposehasil kajian pamekaran Pantura, dikatakan juru bicara pelaksana tim kajian pemekaran dari PT. Saecon Comunication Bandung, Bambang Sudarya, kata Dia dari hasil kajiannya dinyatakan data sekunder yang dimilikinya, bahwa nilai kemampuan ekonomi dan keuangan daerah Pantura belum memenuhi kriteria kajian.

      Dilanjutkan Bambang, Pantura layak dimekarkan apabila hasil kajian menunjukan nilai kemampuan ekonominya menunjukan angka minimal antara 60 hingga 75, dari hasil kajian yang selama ini dikaji bahwa Pantura sebagai calon daerah otonomo kemampuan ekonominya hanya mampu mencapai angka 40. Dan kemampuan keuangannya berada di angka 20.

      Berdasarkan PP Nomor 78 tahun 2007 tertuang pada pasal 6 ayat 3 soal pemekaran, dari hasil kajiannya Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang tidak direkomendasi, dan secara otomatis menutup peluang Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang. Akan tetapi apabila merujuk pada kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium pemekaran daerah hingga tahun 2014 kiranya peluang wilayah Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang masih ada kesempatan dengan upaya pembenahan hasil kajian.

      "Masih ada waktu bagi Pantura untuk melakukan pembenahan apabila hasil kajian dianggap masih kurang dan waktunya sampai dengan tahun 2014 mendatang,”ujar Bambang pada saat membeberkan hasil kajiannya, Senin (19-12-2011 di Hotel Lotus Subang. Seraya ditambahkannya, selain Pantura masih ada daerahnya lainnya akan dimekarkan yang jumlahnya berkisar 132 daerah.

      Sementara itu mantan Ketua DPRD Subang periode 2004-2009 juga sebagai Ketua Forum Perintis Pemekaran Kabupaten Subang (FPPKS), Bambang Herdadi, SH. menuding terjadi kebohongan publik apabila hasil penilaian kajian yang menyatakan Pantura tidak memenuhi kriteria pamekaran karena dari potensi yang ada di Pantura mulai dari potensi hasil laut dan luasnya areal pertanian, secara ekonomi masyarakat Pantura jauh lebih siap untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang dari pada daerah lainnya.

      "Apabila Pantura dikatakan tidak mampu di bidang ekonomi dan keuangan sangatlah tidak mungkin. Di Pamanukan saja ada 3 Bank swasta, secara ekonomi telah menunjang, sementara saat kajian usai Bank cabangnya belum masuk,"jelas Bambang.
      Meskipun kegiatan ekspose hasil kajian pemekaran Pantura yang digelar di Hotel Lotus, Jl. Soeparto, Subang sempat diwarnai aksi protes dan boikot dari sejumlah warga Subang. Juga terjadi aksi pukul meja oleh salah seorang anggota DPRD Subang dengan meneriakan tudingan adanya intervensi politik agenda pamekaran Pantura.

      Disaat dilakukan pengembalian lembaran hasil kajian diwarnai aksi pendukung pamekaran agar Ketua FPPKS untuk keluar ruangan dan memboikot agenda ekspose. Boikot pun terjadi, setelah menyampaikan unek-uneknya, Ketua FPPKS diikuti pendukung pamekaran Pantura meninggalkan ruangan kegiatan turut keluar Otong Rosadi, Dewan Penasehat FPPKS.

      Namun aksi protes dan boikot tidak berpengaruh proses pemaparan hasil kajian pemekaran Pantura yang telah dikaji di 14 Kecamatan yang bakal masuk menjadi wilayah Kabupaten Pantura. Hingga tuntas tim pengkaji dari PT Saecon Comunication menyampaikan hasil kajiannya dihadapan audience yang hadir dari eksekutif dan legislatif.

      Kesempatan diberikan kepada Ketua Komisi A DPRD Subang, Nining W. Suherman menegaskan bahwa Pantura bisa memisahkan diri dari Kabupaten Subang dalam waktu 20 tahun lagi.”Dua puluh tahun lagi Pantura pisah dari Subang baru bisa terwujud,”tandasnya.(*).

        • Dibaca: 1026 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...