Kadishub Agar di Ganti atau Segera Mengundurkan Diri

      altSUBANG (MGO) – Ketua Umum Ormas Gival meminta kepada Plt.Bupati Subang agar segera mengganti Kadishub Subang, atau Kadishub segera mengundurkan diri saja. Pasalnya selama 6 Tahun Kadishub menjabat belum nampak prestasinya. 

      “Saya tidak ada kepentingan apapun, akan tetapi kinerja Kadishub Subang perlu di evaluasi, baik dalam optimalisasi rambu-rambu lalulintas maupun tatib anggotanya dalam penarikan retribusi dijalanan,”ujar Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns., yang akrab dipanggil Dauscobra.

      Kalau diperhatikan, dilanjutkan Dauscobra, rambu-rambu lalulintas hususnya lampu merah seringkali rusak sehingga membingungkan pengendara, lebih husus lagi lampu merah diperempatan Wisma Karya yang seringkali rusak dan rentan kecelakaan. Pun lampu merah tersebut adalah pengendali utama lalulintas dari berbagai arah hususnya dari arah Ciater yang seringkali membludaknya pengendara R2 maupun R4 atau lebih seringkali terjebak bingung karena rambu-rambu rusak, dan hanya nampak kedipan lampu warna kuning.

      Selain rambu-rambu, seringkali terjadi pemungutan retribusi tanpa karcis, atau tengadah muka ulurkan tangan ke sopir maupun kepada kernet. Hal itu terjadi disejumlah wilayah kerja Dishub baik yang ada dipos retribusi skala kecil maupun skala besar, didepan pasar, terminal, dijalanan pemda Subang maupun dijalanan milik Provinsi. Ketika para petugas Dishub yang ada di UPTD tertentu memungut retribusi tanpa karcis tentunya hasil retribusi tersebut dikemanakan, hitungannya bagaimana, atau pemda Subang tidak mencetak karcis khusus retribusi dijalanan.

      “Kalau tidak salah selama 6 tahun Kadishub Harlan Adinata menjabat Kadishub kiranya tidak nampak perbaikan secara signifikan. Saya harapkan Bupati segera mengganti Kadishub, atau Kadishub dengan sukarela mengundurkan diri saja,”ujar Dauscobra.

      Menanggapi statement Kadishub Subang pada pemberitaan di media Netralitas.com, ditambahkan Dauscobra, bahwa saat ini lampu merah di Wisma Karya dalam tahap perbaikan itu dapat dipahami, akan tetapi dalam tahun 2016 ini lampu merah tersebut sering rusak. Kerusakan tersebut apa karena proses alam, dirusak orang atau memang kulitas matrialnya yang jelek sehingga tidak bisa tahan lama.

      “Kalau tidak salah, dalam tahun ini lampu merah di Wisma Karya 3 kali rusak tiga kali membingungkan pengendara, pun lampu merah tegal kalapa juga sering rusak, akan tetapi tidak sesering lampu merah Wisma Karya, ada apa ya?,”tambahnya.

      Dibawah ini statement Kadishub di media Netralitas.com pada hari Kamis 22 September 2016 – Lampu pengatur lalu-lintas di Perempatan Wisma Karya sering padam, menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Harlan Adinata karena masih dalam proses pengerjaan.

      Proses pengerjaan yang dimaskud ialah menghubungkan lampu lalu-lintas yang berada di lokasi dengan pusat pengaturan. Untuk menghubungkannya melalui jalur bawah tanah.

      “Sedangkan untuk menghubungkannya kita (jalur traffict light) dapat bagian yang keras. Jadi pengerjaannya lebih lama,” ujar Harlan kepada netralitas.com. Rabu (21/9)

      Karena, lanjut Harlan di bawah tanah itu juga ada jalur milik perusahaan lain yang penempatannya sudah diatur. Beberapa waktu terakhir lampu pengatur lalu-lintas di Wisma Karya kerap mati yang menimbulkan kerawanan. Untuk mengantisipasi hanya menyalakan lampu kuning saja sebagai peringatan untuk berhati-hati.

      Sehubungan titik tersebut merupakan salah satu titik lalu-lintas paling sibuk. Karena merupakan persimpangan lintas keluar dan masuk yang paling sibuk. menuju Kota Subang maupun menuju Bandung dan arah Jakarta.

      Menanggapi kerawanan ini, kata Harlan pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Satuan Lalu-Lintas (Sat Lantas) Polres Subang apabila kerusakan terjadi pada akhir pekan atau saat libur panjang.

      ”Kita (Dishub) lakukan koordinasi dengan (Sat Lantas) Polres untuk mengatur apabila volume kendaraan meningkat (biasanya) pada akhir pekan atau libur panjang dengan memasang barier menggunakan traffic cone,” pungkasnya.(*).

        • Dibaca: 455 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...