PANTURA (MGO) - Penyerangan sekelompok preman Sarengseng Desa Gempolsari kepada warga Patokbeusi Desa Rancamulya mengakibatkan dua orang warga Patokbeusi mengalami luka cukup parah dibagian muka, Senin malam (10-6-2013) dirumah Sabek Patokbeusi, Rancamulya, Subang, Jawabarat.
Hasil olah lapangan Reporter MGO diperoleh keterangan dari sejumlah saksi mata bahwa kejadian penyerangan terjadi sekira pukul 19.30 Wib. korban penyerangan bernama Samin alias Sabek megalami luka sobek dibagian kening, di kepala bagian belakang, dan jemari tangan sebelah kanan sobek yang kemungkinannya terkena golok. Kakak korban bernama Nasir pun jadi korban pemukulan dengan benda keras hingga mengalami luka serius dibagian muka di pipi sebelah kiri.
Masih hasil keterangan dari sejumlah saksi mata kejadian penyerangan berawal adanya sekelompok orang yang diketahui dipimpin oleh Idris warga Sarengseng membawa orang sekira 12 orang berkendaraan 6 motor. dalam waktu beberapa saat sekelompok orang tersebut berkumpul didepan mesjid Al-Mu'minun Patokbeusi. disusul dengan tingkah dua orang anak muda membawa sepeda motor ke depan rumah korban yang kemudian ditinggalkannya dan diduga kuat untuk mensiasati penyerangan dengan dalih pencurian motor.
Menurut salah seorang korban bernama Samin alias Sabek warga RT.28/13 Patokbeusi Desa Rancamulya menjelaskan bahwa pelaku yang dipinpin oleh Idris langsung menyerang dirinya dengan menggunakan golok dan benda keras diduga kuat menggunakan batu bata."Serangan pertama dilakukan oleh Idris menyerang dengan mengayunkan golok dan menusukan ke bagian perut namun oleh saya golok dikempit dengan keras ahirnya gagang golok lepas, gagangnya ada namun goloknya tidak tahu kemana,"ujar Sabek.
Diiyakan oleh kakak korban, Nasir warga RT.28/13 Patokbeusi Desa Rancamulya, bahwa dirinya turut menjadi korban luka karena turut membela adiknya yang sedang bergumul dengan belasan orang. bahkan saksi lainnya dari kakak ipar korban (Sabek) pun memberikan penjelasan yang sama bahwa penyerangan terjadi dengan secara tiba-tiba dalam keadaan kacau balau sehingga masing-masing saksi tidak memperhatikan pelaku lainnya yang sama sekali tidak dikenalnya.
Paska kejadian dua orang warga Patokbeusi menjadi korban penyerangan, warga menyimpulkan adanya dugaan fitnah pencurian motor, dan sebuah ponsel milik korban diambil oleh pelaku. Bahkan Kepala Desa Rancamulya sempat mengamankan lokasi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat Patokbeusi. Bahkan Kades Gempolsari turut serta mengamankan warganya agar tidak terjadi serangan susulan. Bahkan kedua Kades sepakat untuk sama-sama menjaga kondusivtifitas warganya.
Dalam situasi kacau balau ditambah dengan kemarahan warga setempat yang akan mencoba menyerang balik namun berhasil diamankan dengan kondusif setelah turunnya tim pengemanan dari Polsek Patokbeusi yang dipimpin langsung oleh Kapolseknya, Kompol Junaedi AR ditambah dengan satu pleton Dalmas Polres Subang, dibantu oleh Polsek wilayah Ciasem dan Pabuaran yang ditempatkan di TKP dan perempatan Sarengseng, bahkan Kapolsek Patokbeusi stanby di TKP sampai pagi hari.
Setelah berhasil mengamankan TKP, guna mengamankan pasca kejadian Kapolsek Patokbeusi memerintahkan kepada jajarannya untuk menangkap pelaku dan mengamankan TKP serta lokasi Sarengseng Desa Gempolsari. Bahkan pagi harinya Kapolsek menurunkan anggotanya guna mengamankan TKP dan wilayah Sarengseng.(*).
PANTURA (MGO) - Puluhan buruh harian lepas PT.Sang Hyang Seri KR.1 Sukamandi mengadu kepada pengurus Ormas Gival, Sabtu (25-05-2013) dalam tatap muka meminjam gedung kantor Desa Ciasemgirang, Ciasem, Subang.
PANTURA (MGO) - Persiapan Unjuk rasa (Unras) ke Istana President, DPR RI dan PT.SHS Pusat Ormas Gival telah persiapkan sekira 150 petani PT.SHS.KR.1 Sukamandi dan 300 anggotanya dari berbagai Kecamatan dan Kabupaten.

