Satgas OPP Kemenhub Janji Siap Berantas Pungli yang Merugikan Masyarakat

altJAKARTA (MGO) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membentuk satgas operasi pemberantasan pungli (OPP) di Kemenhub melalui keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 265 tahun 2016 tertanggal 14 Oktober 2016.

Pembentukan Satgas OPP ini melibatkan sejumlah pihak seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Indonesia Corruption Watch (ICW), pengamat transportasi dan internal Kemenhub.

Ketua Satgas OPP Kemenhub, Sugihardjo mengatakan, satgas ini bertugas membantu Menteri Perhubungan untuk melakukan pengawasan dalam pelayanan publik yang bebas pungli di lingkungan Kemenhub.

"Kami mengingatkan seluruh pejabat di perhubungan untuk berubah dan menghindari cara-cara lama yang menyusahkan masyarakat dengan praktik pungli," ujar Sugihardjo di Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Sugihardjo menuturkan, satgas ini nantinya memiliki tugas pengawasan, pemantauan dan pelaporan seperti, mengawasi proses pelaksanaan pelayanan publik yang bebas pungli di lingkungan Kemenhub.

Selain itu, satgas ini juga berfungsi melakukan monitoring terhadap pelayanan publik yang bebas pungli di lingkungan Kemenhub. Serta memberikan rekomendasi kepada Menteri Perhubungan atas pelaksanaan pelayanan publik yang bebas pungli.

"Lingkup tugas kami berkaitan dengan lingkup pelayanan publik, perizinan maupun non perizinan, seperti penerimaan pegawai, penerimaan taruna itu menjadi pengawasan kami," tutur Sugihardjo.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya, Satgas OPP tidak bisa menyebutkan target bidikannya sebelum terbukti 100 persen melakukan pelanggaran.

"Apa yang menjadi object atau action plan tidak bisa saya sampaikan, nanti kalau sudah ada hasilnya baru akan kami sampaikan," ucapnya.

Masyarakat dalam hal ini sangat diperbolehkan untuk mengadukan praktik pungli yang terjadi di daerahnya kepada Satgas OPP Kemenhub ke call center 151, facebook Kemenhub 151, twitter Kemenhub151, email Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya , simadu.dephub.go.id, lapor.go.id, sms ke 1708, twitter @LAPOR1708.(*).

 

Kegaduhan di PON, Lomba Terbang Layang Ada Resep Antisipasinya

altSUBANG (MGO) – Maraknya aksi protes bahkan insiden memalukan di beberapa cabang olahraga (Cabor) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, hal ini tidak terjadi pada Cabor Terbang Layang yang diselenggarakan di Pangkalan Udara TNI AU Suryadarma Kalijati Subang Jawa Barat.

Sepanjang pantauan  di lapangan, kegiatan berjalan cukup aman. Hal ini dirasakan oleh salah seorang atlit asal DKI Jakarta, Adhitya Widyaningrum (28 tahun) yang menyebutkan kesannya bahwa sarana dan prasarana cukup baik dan menyelenggarakan dengan baik.

”Alhamdulillah kesannya dari sarana prasarana baik. Terus panitianya juga telah menyelenggarakan yang terbaik untuk acara ini,” ujarnya kepada wartawan disela-sela menunggu hasil pertandingan di venue Zerro Nine Lanud Kalijati, Minggu (25/9).

Kemudian dikatakan Dita – sapaan akrabnya – terutama ialah dari sejak pertama kali lomba kegiatan berlangsung aman.

”Yang paling utama Alhamdulillah dari sejak pertama kali kegiatan tidak ada kecelakaan. Bisa berlangsung aman, nyaman,” imbuhnya.

Kemudian dari penginapan yang disediakan cukup nyaman, makanan pun baik dan transportasi juga selalu tersedia.

Begitu pula dengan wasit yang menurut Dita kinerjanya baik dalam menangani lomba.

”Saya lihat profesional, ya Pak. Nilainya murni. Tidak ada yang aneh-aneh seperti di tempat lain,” walaupum ada beberapa konflik itu pun kecil. Saya rasa itu wajar namanya juga pertandingan, Pak. Itu semua telah berhasil dihadapi dengan baik oleh tim wasit,” ujarnya. Ketika ditanya jenis konflik yang terjadi, Dita enggan menyebutkannya.

”Wah kalau itu tanya kepada panitia aja, Pak,” katanya sambil tersenyum.

Mengenai sistem kerja wasit, dijelaskan Ketua Wasit Cabor Terbang Layang, Prasetyo Heminto, bahwa pihaknya hanya menilai pertandingan.

”Kami bertindak silahkan terbang (kemudian) kami nilai. Selanjutnya hasil penilaian dirapatkan dengan tim,” jelasnya.

Kemudian kata dia hasil rapat berupa hasil penilaian ditempel di papan pengumuman. Kemudian ditunggu satu jam apabila ada keberatan dalam hal penilaian dari kontingen.

Mengenai mekanisme keberatan atau protes dilakukan secara tertulis kemudian diajukan kepadsa Juri Hakim.

”Nanti Juri Hakim yang memutuskan. Kemudian dibuat surat keputusan oleh Juri Hakim,” jelasnya lagi.

Mekanisme peyampaian secara tertulis dilakukan untuk menghindari kegaduhan apalagi sampai terdengar kata-kata yang kurang baik.

Ketentuan lainnya mengenai pengambilan foto maupun video hanya diperbolehkan oleh panitia. Untuk menghindari dijadikan bukti foto atua video sebagai bahan keberatan dari sumber yang berbeda.

”Bukti foto dan video rawan dimanipulasi. Makanya selama pertandingan berlangsung dari mulai terbang sampai landing pengambilan gambar hanya oleh panitia,” jelasnya.

Bagi jurnalis yang membutuhkan bahan gambar atau video pihak panitia telah menyediakannya.

”Nanti wartawan kalau perlu (foto atau video) bisa minta ke sana. Bisa nanti dipilih,” ujarnya sambil menunjuk tenda panitia.

Dia menyatakan bersyukur karena hingga kini hasil perolehan medali tidak ada protes dari kontingen.(*).

 

Kapoda Papua dan Wagub Jabar Saling Support kepada Atlit Terbang Layang

altSUBANG (MGO) - Kedatangan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Deddy Mizwar ke lokasi venue Terbang Layang disambut baik oleh para atlit Jabar dan Papua. Karena dirasakan kedatangan “orang tua” mereka menambah semangat bertanding untuk meraih prestasi.

Diantaranya dikatakan oleh atlit muda Terbang Layang asal Papua, Laras (17 tahun) dirinya merasa termotivasi. Karena kedatangan Kapolda Papua selaku Ketua Kontingen memberikan support yang cukup bagus. Apalagi menjanjikan bonus menarik bagi yang berhasil meraih juara.

”Jadi tanbah semangat. (Apalagi) beliau juga membahas bonus juga bagi yang meraih juaga. Jadi menambah motivasi juga kepada kita para atlit. Beliau menjanjikan bonus dari pemerintah (Provinsi Papua) dapat medali bonus sampai 600 juta. Baik beregu maupun perseorangan,” ujar atlit Putri yang ikut kelas lomba Precision Single Seat ini kepada netralitas.com, Selasa (20/9).

Ketika Kapolda bertemu dengan para atlit, kata Laras, mengingatkan supaya atlit tetap menjaga fokus pada kegiatan olahraga.

Hal yang sama dikatakan salah satu atlit dari Jabar, Andraian (37 tahun) yang mengatakan kedatangan Wagub merasa termotivasi dan menambah moril dalam bertanding.

”Walaupun nggak bicara bonus dengan kami. Tetapi kedatangan beliau membuat kami termotivasi dan menambah moril kami untuk menang dalam perlombaan,” ujar Andriana.

altKapolda Papua ke lokasi venue terlebih dahulu yang langsung menyapa para atlit yang berlangsung akrab. Sekitar 20 menit kemudian Wagub Jabar datang bersama rombongan Muspida kabupaten Subang menuju tempat berkumpul atlit.

Baik Wagub Jabar dan Kapolda Papua sempat melakukan support langsung kepada atlit ketika mendarat maupun akan take off.

Pada perlombaan hari ini dilangsungkan 5 nomor kategori lomba yaitu Duration Flight Single SeatPutra dan Putri, Precission Landing Single Seat Putra dan Putri serta Precisioan Landing Mix(campuran).

Hasil Pengumpulan nilai 3 besar dalam setiap kategori nomor pertandingan, Precision Landing Dual Seater Putra Ronde I, DI Yogyakarta atas nama, Sulaiman dengan nilai 1.235,14, DKI Jakarta atas nama Darmansyah dengan nilai 1.230,99, Banten atas nama Adam dengan nilai 1.211,64, Dengan peserta 10 daerah. Duration Flight Dual Seater Putri Grup A Ronde I, DKI Jakarta atas nama Melati dengan nilai 1.250,00, Jawa Barat atas nama Ina dengan nilai 937,50, Papua atas nama Ema dengan nilai 625,00, Dengan peserta 5 daerah.

 Precision Landing Dual Seater Mixed Ronde I, DKI Jakarta – Wahyu/Nabita dengan nilai 1.211,74, Papua – Vladimir/Hernandia dengan nilai 1.164,62, Jawa Barat – Yandi/Fitri dengan nilai 1.015,76, Dengan peserta 5 daerah. Precision Landing Single Seater Putri Grup B Ronde I, DKI Jakarta – Wahyu/Nabita dengan nilai 1.236,16, Papua – Vladimir/Hernandia dengan nilai 1.195,75, Jawa Barat – Yandi/Fitri dengan nilai 1.104,20, Dengan peserta 7 daerah. Duration Flight Single Seater Putra Grup A Ronde I, Jawa Timur atas nama Sapta Jaya dengan nilai 1.250,00, DKI Jakarta atas nama Wiwin, dengan nilai 1.096,15, Jawa Barat atas nama Joko dengan nilai 1.080,77, Dengan peserta 9 daerah.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...