Meningkatnya Produksi Padi Berkat Peran Aktif TNI

altSUBANG (MGO) – Peningkatan produksi Padi pada tahun 2015 yang mencapai sampai dengan 6,64 persen, tidak luput dari peran aktif TNI, mulai dari KSAD, Pangdam, Dandim sampai dengan Babinsa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman seraya menghimbau kepada para petani untuk terbiasa dengan kosa kata “ekspor.. ekspor..”supaya  benar-benar bisa ekspor beras. “Karena kata-kata adalah do’a,” ujarnya di sela-sela kegiatan “Gelar Teknologi Pertanian Modern Satu Tahun Kabinet Kerja” Desa Gardumariuk Kecamatan Tambakdahan Kabupaten Subang Jawa Barat, (20/10/2015).

Dilanjutkan Amran, meski el Nino menyebabkan lahan sawah mengalami kekeringan, sehingga produktivitas menurun, tetapi produksi padi nasional tahun 2015 mengalami peningkatan cukup besar. Bahwa sesuai data dari BPS menyebutkan produksi padi tahun 2015 meningkat 6,64 persen dibanding tahun 2014 lalu. Produksi tahun tahun 2014 sebesar 70,84 juta ton GKG sedangkan tahun 2015 sebesar 75,6 juta ton GKG.
"Ini peningkatan paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jadi bisa dibayangkan, kalau tak ada El nino, produksi padi nasional bisa ekspor," katanya mantap.

Lebih lanjut kata Amran berbagai peningkatan juga ditunjukkan oleh produksi pertanian lainnya. Bahkan ada yang ekspor. “(Dengan berbagai peningkatan hasil pertanian) bisa menghemat devisa sebesar 52 trilyun rupiah per tahun,” ujarnya

Amran juga mengakui keberhasilan ini berkat peran aktif TNI. “Kami berterima kasih kepada panglima TNI, KSAD, Pangdam, Dandim hingga Baninsa. Berkat TNI terjun mendukung ketahanan pangan, program bisa berjalan sesuai rencana," ujarnya.

Hal senada dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan bahwa ini merupakan peran serta TNI yang kuat. Oleh karena itu kata Aher, koordinasi dengan pihak TNI terus dilakukan dari tingkat Kodam sampai tingkat bawah “Dari (tingkat) Kodam sampai Babinsa (Bintara Pembina Desa) ada kerjasama yang kuat untuk mengamankan berbagai hal. Dari distribusi pupuk, distribusi distribusi pupuk bahkan sampai distribusi produksi,” paparnya.

Dengan dilaksanakannya Panen Raya di Subang, kata Bupati Subang, Ojang Sohandi membuktikan bahwa Subang dipercaya dalam masalah pertanian khususnya padi. Subang ditargetkan meghasilkan 1,2 juta ton. Untuk tahun 2015 telah menghasilkan 1,37 juta. “Itu artinya surplu.Kita melebihi target. Ditambah masih ada beberapa wilayah yang berpotensi panen,” kata Ojang.

Kegiatan ini bertema: “Modernisasi Pertanian untuk Swasembada Pangan”. Pada Panen Raya tersebut dipanen dari lahan persawahan seluas 2.164 hektar terdiri dari Desa Mariuk seluas 530 ha, Desa Gardumukti seluas 530 ha, Desa Wanajaya seluas 530 ha dan Desa Kertajaya seluas 574 ha. Padi yang ditanam verietas IR42 dan Ciherang.

Panen Raya ditandai memanen padi menggunakan mesin pemanen (combine harvest/CH) oleh Menteri Pertanian bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Bupati Subang, Ojang Sohandi yang diikuti oleh para petani dengan menggunakan 5 unit mesin CH.
Pada kesempatan tersebut disampaikan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok tani. Turut hadir Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Mulyono. (*).

 

Mendes Siapkan Juklak dan Juknis Dana Desa

altJAKARTA (MGO) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sedang mempersiapkan petunjuk pelaksanaan dan teknis (Juklak dan Juknis) terkait pengelolaan dana desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan, sejumlah Peraturan Menteri (Permen) sebagai payung hukum pelaksanaan pembangunan di pedesaan sedang disiapkan menyusul keluarnya Perpres 12 Nomor 15 tentang Struktur Kemendes PDTT belum lama ini.

"Agar pelaksanaan tidak salah, saat ini sedang kita siapkan Juklak dan Juknisnya. Ada enam sampai tujuh Permen yang sedang disusun sebagai payung hukum karena nomenklatur Kementerian Desa dan PDTT baru turun beberapa hari lalu," jelas Marwan saat blusukan ke Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten.

Marwan menjelaskan, hal itu menjawab pertanyaan dari aparat Desa yang masih kebingungan soal pengelolaan dana desa dan mekanisme pencairan serta penggunaannya.

"Kita akan terus sosialisasikan Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2014 tentang Desa kepada masyarakat, melanjutkan apa yang pernah dilakukan DPR. Sambil menyiapkan payung hukum turunannya," tambah Marwan.

Selain berdialog dengan warga, pada kesempatan ini Marwan juga melihat pengrajin anyaman dari daerah tersebut. Ia berharap, agar dana desa dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga.

"Gunakan dana desa sebaiknya, karena akan langsung diaudit BPK. Penggunaan harus transparan, akuntabel dan jangan ada penyelewengan. Indonesia harus dibangun dari pinggiran, dari desa, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi," tegas Marwan.

Menurutnya, dana desa harus diprioritaskan untuk pembangunan desa. Baik infrastruktur (jalan dan irigasi) serta pembentukan BUMDes.

"Saya sudah mengirim surat kepada seluruh Kepala Desa agar menyiapkan RPJM dan RKP Desa agar dana tersebut bisa dicairkan," tandasnya.(*).

 

Divisi Mabes Polri Mengingatkan Orang Tua

altJAKARTA (MGO) -  Mengutip renungan yang disampaikan olehh Divisi Humas Mabes Polri dalam akun facebooknya untuk menghimbau kepada kalangan orang tua agar tidak memberikan kesempatan kepada anak dibawah umur untuk mengendarai motor.

Menurut Divisi Humas Mabes Polri, Masih adakah orang tua yang meminta tolong anaknya pergi ke toko untuk membeli sesuatu dengan menggunakan sepeda motor? Padahal anaknya belum memiliki SIM? Lalu malah bangga? Bagaimana kalau terjadi kecelakaan? Lalu adik cacat permanen? Bagaimana dengan masa depannya?

Bagimana kalau adik menabrak pejalan kaki? Lalu yang ditabrak meninggal? Masih kecil namun sudah terlibat tindak pidana?,"Ini adalah tanggung jawab kita bersama, tak pernah lelah kami mengimbau, menegur bahkan melakukan penindakan, namun apakah semua yang telah kami lakukan cukup?,"ujarnya.

Peran orang tua, lagi Divisi Humas Mabes Polri Polri mengingatkan agar guru disekolah dan peran masyarakat semua mutlak sangat diperlukan untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ketika adik kecil mengendarai sepeda motor.

"Semua element masyarakat harus menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini kepada keluarganya, termasuk kepada adik kecil. Mereka adalah harapan kita bersama yang harus kita jaga, Kami berfikir demikian bagaimana dengan Mitra Humas?,"katanya.(*).
 

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...