Putera Subang Terpilih Program IGOV

altYOGYAKARTA (MGO) – Seorang mahasiswi semester 2 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Mia Rosmiati berasal dari Subang, Jawa Barat terpilih menjadi seorang mahasiswi International Program of Governmental Studies (IGOV) di universitasnya diberangkatkan ke Ho Chi Minh Vietnam, 17 Maret 2016. 

Mia anak kedua pasangan Suhendar dan Nunung Marfuah, SPd., terpilih menjadi peserta program IGOV merupakan sebuah prestasi luar biasa yang diraih oleh salah seorang putera Subang sebagai mahasiswa International Program of Governmental Studies (IGOV) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

“Saya berangkat dari Indonesia menuju Vietnam pada tanggal 17 Maret 2016 untuk menghadiri acara International Annual Symposium on Management ‘Market Integration in ASEAN : Sustainable Growth and Cultural Issues” pada tanggal 18-20 Maret 2016,”ujar Mia terkesan haru dan bangga sebagai puteri seorang guiru SD bisa berprestasi. 

Acara tersebut, dilanjutkan Mia, merupakan Simposium yang ketiga belas kalinya di adakan oleh Universitas Surabaya bekerja sama dengan Ho Chi Minh University, Vietnam. Mia dan 7 mahasiswa UMY lainnya mempresentasikan penelitian yang berjudul ‘Analysis Theory of Speciality as a Step in Accelerating Economic Growth in ASEAN Countries :Case Study in Indonesia”

altMia dan kawan-kawan menjadi satu-satunya tim yang terdiri dari 8 mahasiswa, dimana rata-rata peserta yang mengikuti acara ini terdiri dari profesor, akademisi, dan praktisi. Peserta pada acara ini berjumlah 130 orang yang berasal dari beberapa negara, seperti Malaysia, Singapore, Thailand, Cambodia, Myanmar, Laos, Philipine,Vietnam dan Indonesia.

“Semoga prestasi saya ini menjadi nilai baik bagi putera Subang yang sekaligus bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi putera putri Subang,”jelas Mia.

Sedangkan Direktur IGOV Eko Priyo Purnomo, Phd pada saat diwawancara mengutarakan bahwa IGOV selalu mendukung setiap acara yang diikuti oleh mahasiswanya untuk bergabung dalam Konferensi Internasional apakah itu ditingkat ASEAN maupun tingkat Europe.

“Kami akan memberikan penghargaan kepada mahasiswa jika mereka dapat mempublikasikan penelitian mereka dalam acara bertaraf Internasional, mengingat bahwa ini adalah program Internasional dimana mahasiswa di tuntut untuk bisa berpartisipasi dalam setiap acara yang bertaraf Internasional,”ujarnya.(*).

 

Pemekaran Wilayah Jadi "Mainan" Politik Elite Lokal

altJAKARTA (MGO) - Pemekaran wilayah provinsi dan kabupaten masih hanya menjadi "mainan" politik elite lokal dan elite pusat.

Oleh karena itu, pemekaran dinilai menjadi bencana bagi publik, tapi berkah bagi elite lokal maupun nasional.

“Berkah juga bagi elite lokal karena ada kesempatan elite tertentu untuk menjadi penguasa baru di wilayah yang dimekarkan,” kata Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby.

Menurutnya, kadang juga ada kolaborasi kepentingan politik antara elite lokal di kabupaten/provinsi induk dengan kabupaten/provinsi yang dimekarkan.

Di beberapa kasus, elite lokal di kabupaten/ provinsi induk menjual isu pemekaran di kelompok kecamatan/kabupaten tertentu karena ingin meraih suara maksimal di wilayah itu untuk kepentingan pragmatis Pilkada.

“Atau pemekaran diusulkan atau diperjuangkan karena untuk membagi "kue kekuasaan" di antara elite lokal. Sementara ada juga elite nasional punya kepentingan di antaranya karena ada nilai ekonomis di balik perjuangan pemekaran,” ungkapnya.

Kemudian ada juga kepentingan terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam pasca pemekaran yang memungkinkan segelintir elite nasional (kombinasi kepentingan ekonomi dan politik), dan ada juga kepentingan politik pemilu dan pilkada.

Saat ini, dikatakan, alasan pemekaran lebih banyak didasarkan pada luasnya geografis daerah induk, sehingga pelayanan pemerintahan tidak maksimal. Namun demikian, menurutnya, daerah pemekaran saat ini suah cukup dan justru harus dievaluasi bukan ditambah.

Tidak maksimalnya pelayanan pemerintahan bukan karena masalah geografis semata. Tapi memang kinerja kepala daerahnya yang tidak baik. Oleh karena itu, evaluasinya juga harus bersifat komprehensif.

“Jika ada daerah yang minta dimekarkan, maka bisa juga dievaluasi kinerja bupati/gubernurnya tentang bagaimana pelayanan pemerintahannya. Ini hanya satu opsi saja, walaupun tentu msih banyak hal lain yang dipertimbangkan,” jelas Adjie.

Ditegaskan, peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan terutama pendidikan dan kesehatan serta peningkatan kesejahteraan misalnya lapangan kerja meningkat, kemiskinan menurun merupakan dasar yang objektif untuk menilai kesuksesan pemekaran.

“Jika tidak lebih baik ya pemekarannya bisa dibilang tidak efektif. Karena sekali lagi persoalan pelayanan pemerintahan adalah faktor penting. Kadang isu pemekaran wilayah juga karena ktidakpuasaan terhadap pelayanan pemerintahan daerah. Atau, kinerja kepala daerah yang buruk selain karena kepentingan politik elite lokal itu sendiri,” ucapnya.

Sementara itu isu pamekaran Kabupaten Pamanukan Subang Jawabarat disambut baik olehmasyarakat dan sejumlah tokoh diwilayah Pantura (Patokbeusi-Pusakanagara). asalkan niat pamekaran saat ini benar-benar menjadi niat yang beritikad sungguh-sungguh demi kemakmuran masyarakat.

''Sangat setuju dengan adanya pamekaran, akan tetapi tunjukan keseriusan para pelopornya,jikakesungghannya sudah mencapai 60 persen kami siap untuk hadir memberikan dukungan secaralangsung,ujarnya.(*).

 

5 Calon Tamtama PK Panda Lanud Suryadarma Dinyatakan Lulus

altSUBANG (MGO) – 5 orang calon Tamtama dinyatakan lulus setelah mengikuti sidang Pantokhir Panda Lanud Suryadarma yang dilaksanakan begitu ketat dan seleksi secara sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung-jawab.

Menurut  An.Kapentak Lanud Suryadarma  Ps. Kaurpenpasum, Kapten Sus. Iding Somantri bahwa 5 calon Tamtama yang dinyatakan lulus setelah melalui berbagai tes seleksi tahap penyaringan tingkat daerah yang begitu ketat untuk masuk sebagai calon Tamtama PK Pria TNI AU Gel. II TA. 2015, akhirnya 5orang Calon tamtama dinyatakan memenuhi syarat dan lulus pada sidang Pantukhir Panda Lanud Suryadarma yang dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI Suparmono, di ruang rapat Lanud Suryadarma, 

Sidang Pantukhir para Calon Tamtama PK Pria TNI AU Gel. II TA. 2015 Panda Lanud Suryadarma, melakukan seleksi secara sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung-jawab, serta dilihat kembali keseluruhan hasil seleksi yang telah dilaksanakan meliputi administrasi, kesehatan 1 dan 2, kesamaptaan jasmani, Tes Pam dan POMAU serta mental idiologinya para casis yang telah lolos sampai tahap terakhir ini. Sehingga dari 11 calon Tamtama PK Pria TNI AU Gel. II TA. 2015 Panda Lanud Suryadarma sebanyak 5 orang telah dinyatakan lulus Pantukirda selanjutnya akan dikirim ke Lanud Adi Soemarmo Solo untuk mengikuti tes tingkat pusat, bila berhasil lulus para calon Tamtama PK Pria TNI AU tersebut langsung mengikuti pendidikan di Lanud Adi Soemarmo, yang nantinya akan dilantik dengan pangkat Prada (Prajurit Dua).

Hadir pada sidang pantukhirda, yang terdiri dari Komandan Wing 8 Lanud Suryadarma dan Kadislog sebagai peninjau, Kadispers, Kepala Rumah Sakit, Kasi Binjas, Ka Intelpam dan Dansatpom.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...