Wisuda Politeknik Sang Hyang Seri di Monopoli Mahasiswa Jawabarat

wisudaSUBANG (MGO) – Dengan bimbingan dosen yang handal Perguruan Tinggi Politeknik PT. Sang Hyang Seri Kantor Regional I (PT.SHS KR I) Sukamandi mewisuda sebanyak 38 mahasiswa Sabtu (10-12-2011) di Gedung Wisma PT.SHS.KR.I Sukamandi, Subang, Jawabarat.

Peserta Wisuda sebanyak 38 Mahasiswa kebanyakan berasal dari Jawbarat yang tersebar disejumlah Kabupaten. artinya mahasiswa yang ikut Wisuda dimonopoli oleh mahasiswa Jawabarat, sebagiannya lagi diisi oleh mahasiswa dari Aceh besar, dan Provinsi Kalimantan yang masing-masing mengambil jurusan teknologi produksi, teknologi prosesing dan teknologi managemen pemasaran.

Dalam kesempatan tersebut selain dihadiri oleh keluarga yang diwisuda, turut hadir para tamu undangan dilingkungan Kecamatan Ciasem maupun dilingkungan PT.SHS KR I Sukamandi, secara khusus dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan PT.SHS KR I Sukamandi, M.Isa Satriyana, MP.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT.SHS KR I Sukamandi, M.Isa Satriana, MP. menjelaskan bahwa sebanyak 38 mahasiswa merupakan peserta wisuda yang keenam kalinya.”Tidak terasa kita telah mengeluarkan 6 kali peserta wisuda, semoga saja wisuda yang keenam kalinya ini akan membawa sisingaankemaslahatan mahasisa ketika berada diluar kampus,”harap Isa.

M. Isa melanjutkan, bahwa dari sebanyak 38 mahasiswa terdapat 10 besar mahasiswa peroleh prestasi yang tinggi, dan patut mendapatkan prioritas untuk turut testing menjadi karyawan PT.SHS KR I Sukamandi.”Bagi mahasiswa yang tidak masuk kategori 10 besar pun bisa mengikuti testing, siapa tahu lebih baik dari pada mahassiswa yang masuk 10 besar,”jelas Isa.

Karena, ditambahkan Isa, mahasiswa yang masuk 10 besar dinilai dari hasil prestasi teori selama menimba ilmu, namun belum tentu bisa menguasai sepenuhnya ketika praktek. Untuk itu bagi mahasiswa yang tidak masuk kategori 10 besar pun berkesempatan untuk bersaing dengan mahasiswa yang masuk 10 besar dan bisa lulus testing yang sekaligus bekesempatan menjadi karyawan PT.SHS KR I Sukamandi.

Diharapkan pula, ditegaskan Isa, paska wisuda kiranya mahasiswa yang tidak memiliki berkesempatan bekerja di PT.SHS maupun dilembaga lain, kiranya bisa menciptakan lapangan kerja atau mengabdikan diri kepada masyarakat dalam peningkatan dunia pertanian, agar sektor pertanian di wilayahnya masing-masing peningkatannya dapat dirasakan oleh petani.

“Meskipun tidak mendapatkan pekerjaan, abdikan dirimu kepada petani atau masyarakat lingkungan sebagai aplikasi Tri dharma perguruan tinggi,”tegas Isa. Didampingi bagian Humasnya, Agung.(*)

 

 

Pendiri partai Keadilan (sekarang PKS) Yusuf Supendi kembali menyambangi Gedung KPK

JAKARTA - Pendiri partai Keadilan (sekarang PKS) Yusuf Supend juga mantan Anggota dewan syariah kembali menyambangi Gedung KPK. Yusuf datang ke Gedung KPK untuk melaporkan dugaan korupsi penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Provinsi Jawa Barat.

Menurut Yusuf, dana bansos sebesar Rp 836 miliar yang digelontorkan Kementerian dalam Negeri untuk Pemerintah provinsi Jawa Barat itu, disunat hingga sebesar 50 persennya.

"Dari saksinya saya menemukan bahwa disunat 50 persen. Oleh karena itu, walau ini masalah kecil tapi totalnya se-Indonesia ini Rp 300 Triliun. Coba dibandingkan dengan bank Century yang hanya Rp 6,7 triliun. Karena itu saya minta KPK untuk memantau sindikat kuat penyimpangan-penyikmpangan dana hibah itu walau jumlahnya kecil," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/12).

Aktivitas melanggar hukum itu sendiri diketahui Yusuf saat ada seorang pengurus sebuah Yayasan dan Kepala SMA di Bogor Jawa Barat yang mendapatkan dana bansos senilai Rp 180 juta nyaris baku hantam dengan oknum petugas yang memaksa menyunat dana itu hingga 50 persen.

"Karena dia tahu yayasan yang punya saya maka mereka ngeloyor, tidak jadi," imbuhnya.

Yusuf mengaku memiliki bukti-bukti penyelewengan yang dilaporkannya itu, Bahkan, dia mengaku pernah menangkap pelakunya. "Kemudian saya serahkan ke polisi namun tidak ditindaklanjuti. Nampaknya sulit. Makanya saya minta ke KPK untuk pantau Rp 300 triliun di seluruh Indonesia itu," katanya.

"Saya sebagai muslim tetap optimis pada pak Abraham, jangan hanya terpaku pada poin 6,7 triliun itu. Kalau dibandingkan, Rp 300 triliun itu kan lebih banyak," imbuhnya.

Yusuf tiba di Gedung KPK sekitar pukul 11.10 WIB. Selain ingin melaporkan dugaan penyelewengan dana bansos di Jawa Barat itu, Yusuf juga ingin menanyakan kelanjutan laporannya sebelumnya soal penggelapan dana Pilkada DKI Jakarta senilai Rp 10 miliar yang dilakukan oleh Anis Matta, Wakil Ketua DPR dari PKS.(*).

 

 

Ibu Negara Pimpin Penanaman Pohon di Cipule Karawang

ibu negara tanam pohonKARAWANG (MGO) – Salah satu upaya mengurangi pemanasan global hingga 26 persen Ibu Negara pimpin Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP) tahun 2011, kemarin di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat.

Dipilihnya lokasi penanaman pohon di Karawang, mengingat Situ Cipule sebagai salah satu tempat kegiatan Lomba Dayung pada Sea Games ke 26, yang tampak gersang, panas, dan penuh dengan tanaman liar eceng gondok.

Dalam sambutan singkatnya Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan atas kehadiran Ibu Negara ke Karawang akan memberikan pencerahan dan kontribusi yang nyata bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Karawang khususnya.

Ibu Negara, Hj. Ani Bambang Yudhoyono mengatakan tujuan GPTPP di Karawang ini adalah untuk meningkatkan penyerapan air dengan perluasan ruang terbuka hijau perkotaan, mendorong ditingkatkannya hutan kota sebagai paru-paru perkotaan, penyerapan air dan wisata masyarakat, peningkatan pertanian perkotaan bagi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga, dan memelihara kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan sejak awal.

Penanaman pohon tersebut bagian dari program penanaman semilyar pohon yang ditargetkan pemerintah. Kegiatan serupa di Cipula beberapa tahun kedepan pohon ini diharapkan bisa menjadikan situ Cipule semakin hijau dan rindang. Apalagi Situ Cipule seluas 96 hektar pernah dipuji oleh atlet internasional sebagai salah satu danau terbaik untuk venue dayung.

Kedepannya, ia berharap situ Cipule bisa dijadikan objek wisata yang bertaraf nasional bahkan international mengingat Situ Cipule ini telah menjadi saksi bisu perolehan medali emas pertama bagi atlet Indonesia di ajang SEA Games yang lalu. Selanjutnya Ibu Negara menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk memelihara Situ Cipule dalam kebersihan dan keindahannya.

Selain menanam pohon, Ibu Negara menebar 500 ribu benih ikan yang nantinya ikan-ikan ini semakin berkembang dan bisa dimanfaatkan atau dipancing oleh warga masyarakat sekitar,”Jangan pernah ada krambah apalagi dimonopoli oleh sekelompok orang,”pintanya. Seraya menambahkan

agar Pemerintah Daerah agar memberikan penyuluhan dan mensosialisasikan agar setiap rumah harus ada MCK, atau dibuatkan MCK umum. Karena Apabila Kita Cinta dan Menjaga Bumi maka Bumi akan Mencintai dan Menjaga Kita,”Tambahnya.

Usai membuka secara resmi Ibu  Ani Yudhoyono langsung menuju dan menanam pohon kenari sedangkan Ibu Herawati Boediono menanam pohon melinjo, Bupati Karawang H. Ade Swara menanam pohon Mangga, Wakil Bupati Karawang dr. Cellica menanam pohon Petai. usai menanam pohon rombongan kemudian menebar benih ikan dan meninjau Mobil Pintar, Sehat, Kreatif, dan Hijau.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...