Pemekaran Wilayah Jadi "Mainan" Politik Elite Lokal

      altJAKARTA (MGO) - Pemekaran wilayah provinsi dan kabupaten masih hanya menjadi "mainan" politik elite lokal dan elite pusat.

      Oleh karena itu, pemekaran dinilai menjadi bencana bagi publik, tapi berkah bagi elite lokal maupun nasional.

      “Berkah juga bagi elite lokal karena ada kesempatan elite tertentu untuk menjadi penguasa baru di wilayah yang dimekarkan,” kata Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby.

      Menurutnya, kadang juga ada kolaborasi kepentingan politik antara elite lokal di kabupaten/provinsi induk dengan kabupaten/provinsi yang dimekarkan.

      Di beberapa kasus, elite lokal di kabupaten/ provinsi induk menjual isu pemekaran di kelompok kecamatan/kabupaten tertentu karena ingin meraih suara maksimal di wilayah itu untuk kepentingan pragmatis Pilkada.

      “Atau pemekaran diusulkan atau diperjuangkan karena untuk membagi "kue kekuasaan" di antara elite lokal. Sementara ada juga elite nasional punya kepentingan di antaranya karena ada nilai ekonomis di balik perjuangan pemekaran,” ungkapnya.

      Kemudian ada juga kepentingan terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam pasca pemekaran yang memungkinkan segelintir elite nasional (kombinasi kepentingan ekonomi dan politik), dan ada juga kepentingan politik pemilu dan pilkada.

      Saat ini, dikatakan, alasan pemekaran lebih banyak didasarkan pada luasnya geografis daerah induk, sehingga pelayanan pemerintahan tidak maksimal. Namun demikian, menurutnya, daerah pemekaran saat ini suah cukup dan justru harus dievaluasi bukan ditambah.

      Tidak maksimalnya pelayanan pemerintahan bukan karena masalah geografis semata. Tapi memang kinerja kepala daerahnya yang tidak baik. Oleh karena itu, evaluasinya juga harus bersifat komprehensif.

      “Jika ada daerah yang minta dimekarkan, maka bisa juga dievaluasi kinerja bupati/gubernurnya tentang bagaimana pelayanan pemerintahannya. Ini hanya satu opsi saja, walaupun tentu msih banyak hal lain yang dipertimbangkan,” jelas Adjie.

      Ditegaskan, peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan terutama pendidikan dan kesehatan serta peningkatan kesejahteraan misalnya lapangan kerja meningkat, kemiskinan menurun merupakan dasar yang objektif untuk menilai kesuksesan pemekaran.

      “Jika tidak lebih baik ya pemekarannya bisa dibilang tidak efektif. Karena sekali lagi persoalan pelayanan pemerintahan adalah faktor penting. Kadang isu pemekaran wilayah juga karena ktidakpuasaan terhadap pelayanan pemerintahan daerah. Atau, kinerja kepala daerah yang buruk selain karena kepentingan politik elite lokal itu sendiri,” ucapnya.

      Sementara itu isu pamekaran Kabupaten Pamanukan Subang Jawabarat disambut baik olehmasyarakat dan sejumlah tokoh diwilayah Pantura (Patokbeusi-Pusakanagara). asalkan niat pamekaran saat ini benar-benar menjadi niat yang beritikad sungguh-sungguh demi kemakmuran masyarakat.

      ''Sangat setuju dengan adanya pamekaran, akan tetapi tunjukan keseriusan para pelopornya,jikakesungghannya sudah mencapai 60 persen kami siap untuk hadir memberikan dukungan secaralangsung,ujarnya.(*).

        • Dibaca: 540 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...