GAS Tuduh Investor Malaysia Serobot Tanah Rakyat Subang

      SUBANG (MGO) – Rapat koordinasi pra aksi Gabungan Aktivis Subang (GAS), bertempat di secretariat Dewan Pimpinan Kecamatan  (DPK) Ormas Gival kecamatan Cipeundeuy menghasilkan empat butir kesepakatan, Sabtu, 13-6-2013 di Ciomas Desa Karangmukti Cipeundeuy Subang Jawabarat.

      Rapat diikuti oleh puluhan pengurus pusat dan pengurus DPK Ormas Gival, perwakilan LAK. Galuh Pakuan Subang yang diwakili oleh Bah Renggo, dan perwakilan mahasiswa Subang, Dimas Sundarwanto dan sejumlah simpatisan Ormas Gival. Rapat dipimpin oleh Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. yang menghadirkan sejumlah jajaran pengurus pusat.

      Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. menuduh bahwa investor Malaysia telah merampas tanah rakyat Subang yang jumlahnya mencapai puluhan orang.”Kami menilai bahwa Investor Malaysia telah merampas tanah rakyat, karena PT.LMS telah membangun jalan tol diatas lahan masyarakat yang sampai saat ini belum dibayar,”ujar Pirdaus B.Ns. yang akrab dipanggil Dauscobra.

      Ditanya soal konsinyasi, Dauscobra menilai bahwa konsinyasi batal demi hukum karena belum adanya legal kesepakatan jual beli antara pemilik lahan dengan panitia pengadaan tanah (P2T) maupun dengan tim pembayaran tanah (TPT) atau pihak tertentu yang berkopenten dalam pembebasan tanah milik rakyat yang digunakan untuk proyek jalan Tol.”Kami bukanlah tidak menghormati Perpres 65 Tahun 2006 tentang konsinyasi, namun konsinyasi yang benar adalah menurut KUH-Perdata pasal 1404-1412 yang menjelaskan konsinyasi bias dilakukan ketika sebelumnya ada hubungan hokum,”jelas Dauscobra.

      Untuk itu, dilanjutkan Dauscobra, para pihak yang pro rakyat, terutama para penegak hukum agar segera meninjau ulang proses pembebasan tanah milik rakyat Subang. Sesegera mungkin bayar tanah rakyat sesuai dengan keinginan rakyat atau negosiasi secara utuh untuk bermupakat. Tegak-kan UU No.2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Tegak-kan konsinyasi sesuai KUH-Perdata. Adili Investor yang telah menyerobot tanah rakyat Subang.

      “Jika pemilik tanah harus tunduk kepada Perpres 65 2006, maka pemda Subang/P2T bisa membuktikan surat kesepakatan jual beli, berita acara musyawarah terahir antara Bupati dan pemilik lahan, dan SK.Konsinyasi. Jika Pemda Subang, wakil rakyat Subang dan penegak hukum tidak peduli kepada penderitaan rakyat maka kami akan bergerak ke pemprov. dan pempus,”ujar Dauscobra.

      Adapun hasil rapat koordinasi, dipungkas Dauscobra, yang pertama GAS akan mengawal pemilik tanah agar PT.LMS segera membayar tanah milik rakyat sesuai dengan hasil kesepakatan. Yang kedua  tim GAS akan mendata ulang pemilik lahan yang belum dibayar. Yang ketiga akan memasang spanduk diseputar PT.LMS Cilameri. Rencana aksi penutupan jalan Tol di Cipeundeuy ditetapkan H-10 Idul Fitri apabila para pihak tidak merespon keinginan pemilik lahan yang meminta pembayaran tanah sesuai dengan nilai pagu pemerintah atau sesuai DIPA.

      “Disela waktu hari H, GAS akan membuat surat menyurat, dan permohonan audiensi, atau mungkin aksi kepada Bupati Subang, DPRD Subang, Polres Subang, PN Subang, dan PT.LMS, pemprov.Jabar dan pemerintah pusat,”pungkas Dauscobra.(*).

        • Dibaca: 806 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...