Pendiri partai Keadilan (sekarang PKS) Yusuf Supendi kembali menyambangi Gedung KPK

      JAKARTA - Pendiri partai Keadilan (sekarang PKS) Yusuf Supend juga mantan Anggota dewan syariah kembali menyambangi Gedung KPK. Yusuf datang ke Gedung KPK untuk melaporkan dugaan korupsi penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Provinsi Jawa Barat.

      Menurut Yusuf, dana bansos sebesar Rp 836 miliar yang digelontorkan Kementerian dalam Negeri untuk Pemerintah provinsi Jawa Barat itu, disunat hingga sebesar 50 persennya.

      "Dari saksinya saya menemukan bahwa disunat 50 persen. Oleh karena itu, walau ini masalah kecil tapi totalnya se-Indonesia ini Rp 300 Triliun. Coba dibandingkan dengan bank Century yang hanya Rp 6,7 triliun. Karena itu saya minta KPK untuk memantau sindikat kuat penyimpangan-penyikmpangan dana hibah itu walau jumlahnya kecil," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/12).

      Aktivitas melanggar hukum itu sendiri diketahui Yusuf saat ada seorang pengurus sebuah Yayasan dan Kepala SMA di Bogor Jawa Barat yang mendapatkan dana bansos senilai Rp 180 juta nyaris baku hantam dengan oknum petugas yang memaksa menyunat dana itu hingga 50 persen.

      "Karena dia tahu yayasan yang punya saya maka mereka ngeloyor, tidak jadi," imbuhnya.

      Yusuf mengaku memiliki bukti-bukti penyelewengan yang dilaporkannya itu, Bahkan, dia mengaku pernah menangkap pelakunya. "Kemudian saya serahkan ke polisi namun tidak ditindaklanjuti. Nampaknya sulit. Makanya saya minta ke KPK untuk pantau Rp 300 triliun di seluruh Indonesia itu," katanya.

      "Saya sebagai muslim tetap optimis pada pak Abraham, jangan hanya terpaku pada poin 6,7 triliun itu. Kalau dibandingkan, Rp 300 triliun itu kan lebih banyak," imbuhnya.

      Yusuf tiba di Gedung KPK sekitar pukul 11.10 WIB. Selain ingin melaporkan dugaan penyelewengan dana bansos di Jawa Barat itu, Yusuf juga ingin menanyakan kelanjutan laporannya sebelumnya soal penggelapan dana Pilkada DKI Jakarta senilai Rp 10 miliar yang dilakukan oleh Anis Matta, Wakil Ketua DPR dari PKS.(*).

       

        • Dibaca: 527 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...