Massal Segera Bertindak dan Laporkan Perusak Lingkungan

      SUBANG (MGO) - Sudah waktunya aliansi Massal merapatkan barisan untuk melaporkan penyebab kerusakan lingkungan hususnya kejadian bocoran pipa PT.Pertamina di Mandalawangi yang mengeluarkan BBM Mentah yang mengandung zat berbahaya bagi mahluk hidup, yakni B3.

      Hal tersebut diungkapkan oleh Iis Rohati Koordinator Masyarakat Sadar Lingkungan (Massal) yang berjumlah 9 organisasi LAP, LAMS, GIVAL, JARANG, AKAR, RAMPES, ABISATYA, MAPAS, PMI. dan dikawal pengurus WALHI PURWASUKA. Iis berencana pada hari Sabtu, 30 Agustus 2014 sekira pukul 15.00 WIB. mengundang seluruh aliansinya untuk mengkomunikasikan pergerakannya dalam penegakkan lingkungan di Kabupaten Subang.

      "Kita sudah waktunya untuk serius menyikapi dan bertindak tegas dalam penegakkan lingkungan yang sehat, seperti halnya terjadinya kebakaran Pipa Pertamina sebagai cambuk nyata yang telah menghanguskan pepohonan disepanjang 1,5 kilometer berada di sungai Batanggede Sukasari," jelas Iis.
      Dilanjutkan Sekjen ABISATYA  sebagai lembaga pencinta lingkungan, Dimas Sundarwanto akan mempertegas rencana Koordinator Massal agar Massal lebih serius dalam menyikapi dan menentang kerusakan lingkungan untuk diperbaiki secara signifikan dan kontinue. Diantaranya skala prioritasnya kejadian kebocoran pipa PT.Pertamina yang telah mencemari sungai dan merusak lingkungan sungai yang mencapai ribuan meter adalah merupakan bentuk kelalaian dari pihak perusahaan terhadap efek dan resiko kegiatan perusahaan yang gagal diantisipasi. Perlu diperhatikan juga selain indikasi pencurian minyak, kelayakan kondisi pipa yang digunakan pun perlu mendapat  pengawasan ketat.

      Rencananya MASSAL akan melakukan kajian terhadap insiden tersebut dalam upaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali."Kebocoran pipa Pertamina dibulan Agustus ini yang kedua kalinya, yang pertama di Muara Blanakan dan yang terparah di Mandalawangi yang mengakibatkan nyama melayang dan kerusakan lingkungan,"jelas Dimas.

      Dipungkas Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. siap mengerahkan pasukannya apabila para pihak tidak segera memperhatikan dan memperbaiki tatanan aktifitasnya dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Subang. Hususnya kebocoran pipa Pertamina di Mandalawangi karena dirusak oleh pelaku pencurian, karena fakta yang ada kejadian kebocoran di Muara Blanakan apabila dilihat dari fisik pipa, pipa tersebut adalah pipa bekas yang dipoles cat dan dibungkus media yang melindungi pipa.

      "Apa enggak mungkin kebocoran di Mandalawangi juga akibat kualitas pipa yang buruk, atau didiuga pipa bekas yang direkayasa dan dipasang kembali,"pungkas Pirdaus B.Ns. (*).

        • Dibaca: 729 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...