Ormas Gival Dukung Kejagung Proses Korupsi di Tubuh Sanghyang Seri

      PANTURA (MGO) - Ormas Gival sangat mendukung Kejaksaan Agung yang sedang memproses dugaan korupsi pengadaan benih yang melibatkan gegeden PT.Sanghyang Seri (Persero).

      Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Umum Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Investigasi Antar Lembaga (Ormas Gival) Subang, Harmansyah, SH. ketika dimintai komentarnya terkait pemberitaan media harian Kompas, Sabtu (09-02-2013) yang dinyatakan Dirut SHS menjadi tersangka korupsi proyek pengadaan benih pada direktorat jenderal ketahanan pangan kementrian pertanian periode-2008-2012.

      "Saya yakin ini merupakan awal terkuaknya kong kalingkong di tubuh perusahaan pemproduksi benih padi unggulan tersebut. Selanjutnya kami akan terus mendukung Kejagung dengan memberikan laporan terkait hal itu maupun hal lain yang masih berhubungan dengan kebijakan yang salah di tubuh Sanghyang Seri, baik SHS pusat maupun SHS KR.1 Sukamandi yang sedang kami dalami,"ujar Harmansyah.

      Hal lain dimaksud, dilanjutkan Harmansyah, terkait dengan nasib petani PT.SHS KR.1 Sukamandi yang selama ini menjadi korban kebijakan perusahaan, yang mana petani SHS selalu  disengsarakan dengan menunggu terlalu lama atas pembayaran hasil produksi padi atau hasil panen yang dibayar selalu terlambat hingga mencapai selama 7 bulan.

      Kejadian terahir adalah pada Musim Tanam (MT) 2012, yakni hasil produksi padi petani yang mengelola tanaman padi Hibrida dan Imbrida yang dipanen mulai bulan Juli-Oktober 2012 sampai saat ini sekira 700 petani yang mengelola sawah SHS seluas 2.200 hektar masih menunggu antrian pembayaran.

      "Dari data yang kami kantongi, tanggungan SHS untuk membayar hasil panen petani senilai Rp.21,9 milyar baru terbayarkan sekira 57 persen,"ucapnya.
      Itupun mulai dibayarkan, ditambahkan Harmansyah, pada tanggal 28 Desember 2012 dan terahir dibayarkan pada tanggal 14 Januari 2013. Dengan demikian selama 6 bulan petani menanti uang pembayaran hasil produksi padinya dan menelan kerugian yang tidak sedikit.

      "Silahkan dihitung saja, apabila per petani mendapatkan hasil panen sekira 5 ton per hektar dikalikan dengan luas areal sawah kerja sama seluas sekira 2.200 hektar dikalikan dengan harga padi rata-rata 4.400 per kilogramnya, berapa tuh nilainya,"tambahnya.

      Untuk itu, dipungkas Harmansyah, apabila Kejagung mengincar korupsi proyek pengadaan benih sangatlah pantas, karena pengadaan benih selalu diprogramkan pemerintah, sementara petani sebagai pemproduksi benih pun tidak mendapat perhatian husus dari Sanghyang Seri.

      "Saya harapkan apabila Kejagung perlu data pendukung terjadi korupsi dan bukti SHS telah menyengsarakan petani, kami Ormas Gival siap bekerja sama,"pungkas Harmansyah.(*).

        • Dibaca: 1147 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...