Aksi Gival Buahkan Hasil Solusi Penentuan Pembayaran Petani

      SUBANG (MGO) - Aksi unjuk rasa (Unras) damai Ormas Gival berahir dengan damai dan terjadi kesepakatan akan ditindak lanjuti dengan audiensi solusi pembayaran hasil panen petani dengan pembesar PT.Sanghyang Seri (Persero), di Kantor Regional 1 Sukamandi, Subang, Jawabarat, Rabu (16-01-2013).

      Aksi unras Organisasi Masyarakat Gerakan Investigasi Antar Lembaga (Ormas Gival) mengerahkan sekira 100 orang lebih, mengendarai kendaraan roda dua 35 unit, 3 unit mobil mini bus, star dari sekretariat perwakilan Ormas Gival Pantura beralamat di Patokbeusi, Rancamulya, Patokbeusi. dikawal jajaran Kepolian Sektor Patokbeusi, dipimpin langsung oleh Kapolsek Patokbeusi, Kompol Yaya. Dipintu gerbang masuk disambut oleh jajaran Satlantas Polres Subang, dan jajaran Polsek Ciasem, dipimping langsung oleh Kapolsek Ciasem, Kompol Anton, Intelkam Polres Subang dan satu pleton Dalmas Polres Subang, Satpol PP Kecamatan Ciasem, Camat Ciasem, Dadang dan Komandan Rayon Militer 0605 Ciasem, Kapten Karsa dan jajarannya, dan Intelkam Kodim 0506 Subang.

      Penanggungjawab aksi, Ketua Umum Ormas Givas, Pirdaus B.Ns., Kordinator aksi, wakil Ketua Umum, Ade Saepuloh, Orator Sekretaris umum, Harmansyah, SH. Isu aksi Bayar segera hasil panen petani, perjelas sistem kontrak kerja sama, dan perjelas sistem pembayaran.

      Tiga Serangkai pengurus Ormas Gival, secara utuh Ormas Gival tidak mengatasnamakan atau membela petani namun dengan tegasmenyatakan kesiapannya telah bulat siap menjadi jongos rakyat (petani) karena para pejabat PT.SHS dan sejumlah pejabat Negara telah menjadi majikan, oleh karenanya dalam aksi unjuk rasa Ormas Gival mendeklarasikan dan resmi menjadi “Jongos Rakyat”. Orasi di pasar Sukamandi kedua pimpinan Ormas Gival meneriakan keadilan yang belum diperoleh oleh ribuan petani di PT.SHS (Persero) KR.1 Sukamandi.

      Sebelum sampai kelokasi unras, lokasi pasar Sukamandi menjadi target orasi pertama selama 15 menit dengan meminta warga pasar untuk interaksi dengan Ketua Umum dan Sekretaris umum agar warga pasar mendo'akan perjuangan kepedulian ormas Gival terhadap nasib petani yang belum mendapatkan pembayaran hasil panennya selama 6 bulan (Juli-Desember 2012).

      "Kami meminta do'a restu warga pasar atas perjuangan kami untuk meminta keadilan PT.SHS yang hasil panen petani belum dibayar semua oleh peruhaan pemproduksi benih padi,"ujar Pirdaus diiyakan Harmansyah.

      Peserta unras star dari sekretariat perwakilan Ormas Gival sekira pukul 09.10 wib sampai dilokasi sekira pukul 09.30 wib, dilokasi aksi peserta aksi disambut pihak PT.SHS (Persero) KR.1 Sukamandi dan jajaran Muspika Ciasem.

      Dalam orasinya, Ormas Gival meminta kepada pihak PT.SHS KR.1 Sukamandi untuk menjelaskan keterlambatan pembayaran hasil panen petani, perjelas sistem kontrak kerja sama, dan perjelas sistem pembayaran hasil panen petani. Karena para pejabat PT.SHS KR.1 Sukamandi sedang ada rakor di Ciloto Bogor, sehingga permintaan Ormas Gival tidak terjawab.

      "Karena gegeden Sanghyang Seri tidak berani menghadapi kami, maka kami akan bermalam di kantor ini menunggu kesanggupan pejabat SHS datang menemui kami untuk menjawab pertanyaan kami,"jelas Pirdaus yang akrab dipanggil Daus Cobra.

      Karena General Manager PT.SHS KR.1 Sukamandi, dan Direktur SDM PT.SHS, Syaiful Bahri, SP, M.MA tidak hadir dan para pihak tidak mengharapkan peserta aksi bermalam di kantor SHS maka terjadi Negoisasi antara peserta aksi dan PT.SHS KR.1 Sukamandi. Ketua Umum meminta apabila GM dan Direktur SDM tidak bisa menemui peserta aksi, meminta Direktur Utama PT.SHS (Persero) untuk kirim pesan singkat (SMS) yang berisi, untuk menentukan tanggal pembayaran hasil panen petani, namun Direktur Utama tidak berani juga memenuhi permintaan peserta aksi.

      Sambil menunggu keputusan dari Direktur Utama PT.SHS, Ir. Kaharudin, MM peserta aksi melakukan treatikal yang dimulai sekira pukul 13.20 wib. Dalam treatikal yang diperankan oleh petani PT.SHS sebenarnya bernama Ujang Rahayu yang terus menerus memelas kepada pihak PT.SHS yang diperankan oleh Ketua dan Sekjen Ormas Gival (Pirdaus B.Ns. dan Harmansyah, SH), sedangkan seorang petani lagi diperankan oleh Kepala Divisi Investigasi dan Data Ormas Gival, Adang Sutrisno yang terus menerus menuntut program PKBL (Program kemitraan Bina Lingkungan) dan GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Koorporasi) yang diduga tidak dilaksanakan secara trnsparan, dan bahkan diselewengkan, dan sejumlah program yang digelindingkan oleh PT.SHS (Persero).

      Disela aksi treatikal dari pihak kepolisian Kapolsek Ciasem, Kompol Anton, dan Kasat Intelkam Polres Subang, Kompol Asep Dedi dengan sangat kooperatif meminta agar peserta aksi menyudahi aksi sesuai dengan batas-batas aksi yang telah ditentukan dan sesuai dengan surat pernyataan Ketua Umum Ormas Gival dimulai pukul 09.30 wib sampai dengan pukul 12.00 wib. ahir dari unras tersebut terjadi kesepakatan antara pihak PT.SHS KR. 1 diwakili oleh Asmen Umum, Effendi Sagita dan Kasi Humas, Agung Santo Riyadi agar aksi dihentikan dengan kesepakatan akan dilanjutkan dengan audiensi setelah rakor PT.SHS selesai pada Jum'at (18-01-2013).

      Kesepakatan dengan Asmen sekira pukul 16.30 wib diruang Kabag Umum PT.SHS KR.1 Sukamandi, Effendi Sagita didampingi Agung, dalam pertemuan yang tidak lebih dari 15 menit Effendi yang akrab dipanggil Kijoy berjanji akan memfasilitasi sekaligus menentukan waktu audiensi akan diusahakan pada Senin, (21-01-2013), audiensi Ormas Gival akan berhadapan dengan GM PT.SHS KR.1 dan sejumlah Kabag sesuai dengan persoalan yang diangkat oleh Ormas Gival.

      “Sesuai dengan pesan dari Direktur SDM PT.SHS (Persero) pusat, saya untuk menyampaikan hal ini, agar temen-temen aksi bisa mengerti kondisi saat ini tidak memungkinkan karena seluruh jajaran perusahaan sedang ada rakor,”jelas Effendi.

      Paska pertemuan diruang Kabag Umum, Ketua Umum dan Sekjend serta hasil musyawarah dengan wakil Ketua Umum sepakat untuk menerima dan menanti keputusan ahir dalam audiensi nanti. "Pejuangan kami belum selesai, apabila dalam audiensi nanti pihak PT.SHS tidak juga bisa menyelesaikan pembayaran hasil panen seluruh petani, maka kami akan melanjutkan aksi ke PT.SHS pusat, menteri BUMN, menteri Pertanian, menteri Naker, dan bahkan kami telah dinanti oleh Komisi IV DPR RI,"ucap Daus Cobra.

      Adapun tuntutan aksi selain bayar segera hasil panen petani, juga agar Perjelas Pengelolaan sawah (Kerjasama), Perjelas sistem pembayaran hasil produksi padi, Hentkan kawalan pengelolaan Budidaya produksi padi yang dilakukan jor-joran, Pengelolaan program PKBL (Program kemitraan Bina Lingkungan), Pengelolaan GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Koorporasi), dan Hentikan diskriminasi terhadap petani.

      Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

      Sesuai hasil informasi dan keterangan dari PT.SHS (Persero), fasilitas usaha berupa Lahan HGU berada di PT.SHS KR.1 Sukamandi, Sawah irigasi teknis ± 3.150 Ha, dibagi dua bagian yakni, pengelolaan sistem swakelola (PT.SHS) sekira seluas 1000 hektar, kerjasama sekira seluas 2000 hektar melibatkan 1000 petani pengelola (2 hektar/petani).  Yang dikeluhkan petani hasil panen yang belum dibayar yakni, panen mulai bulan Juli sampai dengan Oktober musim tanam (MT) 2012, terdiri dari budidaya Hibrida dan padi Imbrida.

      Sesuai dengan data yang kami terima dari pihak keuangan PT.SHS yang ditandatangani oleh Manage keuangan & Akuntansi bernama, R. Sabana Solihin, SE, dalam rekaf mutasi Hutang GKP Kerjasama MT.2012 Hibrida dari senilai Rp.7,408 juta baru terealisasi sekira 60 persen dan rekaf mutasi Hutang GKP Kerjasama MT.2012 Imbrida dari senilai Rp.14,536 juta baru terealisasi sekira 50 persen. Perhitungan penyelesaian tersebut setelah adanya penyikapan dari Ormas Gival pada ahir Desember melalui komunikasi lisan, dan komunikasi tulisan per tanggal 3 Januari 2013 hingga terjadi penyelesaian secara bertahap sampai dengan 14 Januari 2013. Dan paska unras pihak PT.SHS masih memproses pembuatan rekening untuk selanjutnya akan dibayar secara menyeluruh.

      Sebelum mengakhiri aksi dilakukan penyerahan penitipan Banner Ormas Gival oleh Sekum Ormas Gival, diterimakan oleh Asmen Umum, Effendi Sagita bahwa Banner tersebut nantinya untuk diserahkan kembali pada saat audiensi nanti dan sebagai tanda keseriusan PT.SHS mencari solusi untuk membayar semua hasil panen petani.

      Peserta aksi membubarkan diri dengan damai sekira pukul 16.50 wib dan menuju sekretariat, di sekretariat peserta aksi diberikan arahan oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum bahwa aksi kepedulian kpeada petani PT.SHS belum selesai dan akan ditindak lanjuti aksi ke Jakarta apabila dalam audiensi mendatang tidak ada solusi yang berpihak kepada petani seadil-adilnya. Dan masing-masing peserta pulang kerumahnya masing-masing sebelum adzan magrib.(*).

        • Dibaca: 1027 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...