Balitbang Kementan Teriakan Produksi Padi, Pemda Subang Teriakan Habiskan Lahan Pertanian Padi

      SUBANG (MGO) - Ironis sekali, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pertanian Republik Indonesia meluncurkan Interactive Voice Respose (IVR), sementara pemda Subang luncurkan program habiskan lahan pertanian teknis produktif dikonversi menjadi lahan industri.

      Seperti halnya terjadi di Desa Cinangsi Kec.Cibogo, Subang, Jawabarat seluas 51 hektar sawah ludes dikonversi menjadi lahan industri, padahal lahan tersebut bisa untuk menopang dan mendukung program Balitbang Kementrian Pertanian RI dalam kegiatan menanam varietas padi Interactive Voice Respose (IVR).
      Beberapa waktu lalu bermaksud untuk mengoptimalkan produksi padi, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pertanian Republik Indonesia meluncurkan Interactive Voice Respose (IVR) yang membantu informasi kepada petani tentang Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi (PHSL).

      Tujuannya membantu petani meningkatkan hasil panen dengan cara memandu petani memberikan pupuk sesuai kondisi sawah dan kebutuhan tanaman. Program PHSL memperhitungkan setiap jawaban yang diberikan oleh petani atas pertanyaan yang diajukan guna menghasilkan petunjuk atau rekomendasi pemupukan.

      Menurut Kepala Balitbang, Haryono, dari hasil penelitian PHSL akan mampu meningkatkan 0,6 ton per ha atau dengan senilai Rp 1,1 juta di Pulau Jawa dan Rp 0,8 juta di luar Jawa. Pihaknya optimis akan ada kontribusi sebesar 10% pada Program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional) yaitu surplus 10 juta beras tahun 2014.

      Diasumsikan sebanyak 20% yang menerapkan PHSL dari luas lahan 14 juta lahan pertanian yang artinya 2,8 juta hektar dikalikan 0,6 ton beras. Selanjutnya dengan upaya sosialisasi yang intensif, diharapkan bisa sampai 50% lahan yang menerapkan PHSL. Itu akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani. "Jadi dalam membangun pertanian itu tidak boleh lupa kita harus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Haryono kepada wartawan, Rabu (11/7/2012) usai Panen Varietas Inpari 19 di Lokasi Lahan Percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi Ciasem Subang Jawa Barat.

      Cara pemanfaatan teknologi IVR ialah dengan cara menghubungi nomor tertentu dari telepon seluler. Pengguna akan dipandu guna memperoleh informasi pengelolaan hara dengan tepat. Layanan bahasa dalam IVR PHSL telah menggunakan 5 bahasa yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Bali dan Bahasa Bugis. Dengan mengisikan data yang benar akan diberikan rekomendasi pemupukan. IVR merupakan inovasi teknologi informasi atas kerjasama dengan International Rice Research Institute (IRRI) dalam optimalisasi pengelolaan lahan diantaranya dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

      Launching secara resmi dilakukan oleh Kepala Balitbang, Dr. Haryono yang didampingi oleh Kepala BB Padi, Dr. Made Jana Mejaya yang disaksikan oleh tamu undangan. Kegiatan Launching IVR PHSL merupakan bagian dari kegiatan Open House BB Padi yang bersamaan dengan penyelenggaraan Seminar Internasional dengan tema "Inovasi Teknologi Peningkatan Produksi Padi Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim" yang dihadiri oleh 7 negara, yaitu Australia, India, China, Filipina, Jepang, Korea dan Jerman.

      Diseminasi Inovasi Teknologi Unggul BB Padi
      Menurut Kepala BB Padi kegiatan kegiatan Open House merupakan upaya mempercepat diseminasi inovasi teknologi unggulan padi kepada para penggunanya dalam hal ini petani Indonesia. Harapan dari kegiatan ini lanjut Made ialah tercipta akselerasi proses adopsi dan inovasi unggulan yang tersedia sehingga memberikan kontribusi yang nyata pada peningkatan produksi padi. Kemudian bisa mengembangkan minat generasi muda terhadap tanaman, proses produksi dan penelitian padi.

      “Diharapkan berkembangnya apresiasi penelitian pertanian khususnya padi dan penelitia padi. Terutama oleh pengambil kebijakan, petani penyuluh dan pelaku agribisnis,” ujarnya. Kemudian

      Kagiatan Open House akan berlangsung sampai 13 Juli 2012 dengan kegiatan berkaitan dengan teknologi pertanian tanaman padi. Diantaranya ialah Cerdas Cermat antar Gapoktan dan peluncuran 20 varietas unggul hasil inovasi BB Padi yang toleran dalam menghadapi perubahan iklim.

      Di hari pertama pihak penyelenggara menampilkan berbagai varietas baru dan bazar Dharma Wanita BB Padi. Sebagai bentuk penghargaan kepada pengunjung dibagikan door prize. Salah satunya diserahkan langsung oleh Kepala BB Padi, Dr. Made Jana Mejaya.(*).

        • Dibaca: 1394 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...