Meneg BUMN Mengurangi Ketergantungan Impor Gandum Akan Menanam Sorgum

      SUBANG (MGO) - Untuk mengurangi ketergantungan impor gandum, pihak Kementrian BUMN akan menanam sorgum, tanaman yang menghasilkan bahan campuran gandum. Sehingga diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor gandum. Telah 30 tahun Indonesia bergantung pada impor gandum.

      Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan dalam kegiatan Stadium General (Kuliah Umum) di Universitas Subang, Minggu pagi (15/7/2012).

      Karena hingga saat ini, lanjut Dahlan, orang Indonesia banyak mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar gandum seperti roti, mie dan pizza. “Itu semua memerlukan gandum. Sedangkan iklim tropis tidak mendukung untuk tanaman gandum. Maka sorgum yang biasa dijadikan bahan pendukung gandum bisa dijadikan alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor,” jelas Dahlan.

      Dalam pembuatan roti, diantaranya biasa dibuat dari gandum yang dicampur dengan sorgum sebesar 30%. Upaya ini dilakukan hingga kita menemukan suatu teknologi yang memungkinkan gandum ditanam di iklim tropis.

      Selama ini penanaman sorgum telah dilakukan petani, namun dalam skala kecil. Untuk itu Kementrian Negara BUMN akan menyediakan secara khusus menanam sorgum untuk mendukung upaya yang telah dilakukan oleh petani. “Saya lihat banyak petani menanam sorgum tetapi dalam lahan yang kecil-kecil. Saya inginkan menanam besar-besaran. Tahun ini kita sediakan lahan 15 hektar tahun depan mungkin akan kita tambah,” jelasnya lagi. Lahan yang akan dipergunakan ialah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

      Pada kegiatan stadium general diungkapkan mengenai upaya BUMN untuk ikut meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan menyediakan bibit yang baik dan pupuk yang berkualitas baik dalam meningkatkan produksi pertanian. Untuk itu apabila ada lahan yang kurang produktif bisa dikerjasamakan dengan BUMN Bidang Pertanian supaya bisa dikelola dengan optimal.

      Dahlan juga menyampaikan kesedihannya ketika mendapatkan berita tentang kesulitan petani yang membuat mereka terpaksa membeli bibit kualitas kurang baik bahkan sampai harus pula menggunakan pupuk yang kurang bagus bahkan sampai menggunakan pupuk palsu. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada BUMN Pertanian supaya bisa mendukung dalam meningkatkan produksi pertanian.

      Sebelum Stadium General, kegiatan Dahlan Iskan melakukan Jalan Santai bareng yang diikuti tidak kurang dari 500 warga Subang serta Plt. Bupati Subang Ojang Sohandi serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang.

      Selanjutnya kegiatan lainnya ialah melakukan seminar pendidikan di SMK Negeri Subang yang dilanjutkan meninjau Kantor BUMN di Subang diantaranya PT. Dahana.(*).

        • Dibaca: 905 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...