Panen Perdana, Ketua Komisi IV DPR RI Nyoba Mesin Komben di PT.SHS

      uji coba mesinSUBANG (MGO) – Komisi IV DPR RI menguji coba alat mesin pertanian (Alsintan) jenis komben dalam kegiatan panen perdana varietas padi Imbrida di PT.Sang Hyang Seri Kantor Regional I SUkamandi, Sabtu (10-3-2012).

      Dalam kegiatan tersebut selain dihadiri oleh jajaran komisi IV DPR RI yang dipimpin langsung oleh Ketuanya, M.Romahur Muji, turut hadir Dirjen Tanaman Pangan, Udoro Kasih Anggara, Ketua HKTI dan KTNA tingkat Nasional, jajaran Direksi dan dewan komisaris PT.Sang Hyang Seri Pusat, Direktur utama PT.Sang Hyang Seri Pusat, Drs.Edi Budiono, General Manager PT.Sang Hyang Seri Kantor Regional I Sukamandi, Saipul Bahri dan jajarannya serta puluhan petani penggarap swakelola blok B22 dan tamu undangan lainnya.

      Panen perdana padi Imbrida jenis Ciherang di sawah Blok B22 seluas sekira 200 hektar yang digarap oleh petani swakelola, dipanen menggunakan Alsintan jenis komben sebanyak 3 unit. Sebelumnya panen perdana dilakukan secara manual (menggunakan arit) oleh komisi IV DPR RI, Dirjen Tanaman Pangan dan diikuti oleh para tamu undangan, yang selanjutnya dipanen menggunakan Alsintan Komben.

      Menurut Direktur utama PT.Sang Hyang Seri Pusat, Drs.Edi Budiono, dihadapan tamu undangan menjelaskan kapasitas Alsintan jenis Komben yang pertama kalinya dilakukan (uji coba) bisa bekerja lebih cepat apabila dibandingkan dengan pengerjaan panen dilakukan secara manual.panen perdana di PT.SHS

      Kapasitas produksi mesin Komben bisa mengolah padi seluas 1 hektar bisa diselesaikan dalam waktu 3 jam. Alat ini lebih mudah dan lebih irit serta bisa mengurangi losis lebih rendah mencapai 1 hingga 2 persen, serta bisa menekan biaya panen lebih murah.

      “Istimewanya memanen padi dengan mesin Komben efektipitas petani menghasilkan lost lebih rendah dan akan mendapatkan produksi padi meningkat 10 persen, dari pada memanen padi yang dilakukan secara manual losisnya diatas 15 persen”jelasnya.

      Ditambahkan Edi, dari seluas 2.800 hektar sawah yang ada di PT.SHS ditanami padi Hibrida/non Hibrida mulai varietas Ciherang, Situ Bagendit, dan Infari . Diantaranya secara husus seluas sekira 200 hektar sawah ditanami padi Hibrida berada di Blok S 22 – Blok S 34 yang akan memproduksi benih padi sebanyak 11 ribu ton, ditambah dengan penangkaran yang dilakukan diluar sawah PT.SHS seluas 20 ribu hektar yang akan menghasilkan produksi padi sekira 100 ribu ton.

      Ditempat yang sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan RI, Udoro Kasih Anggara mengatakan program pemerintah dalam penetapan surplus 10 juta ton beras dengan langkah 4 strategi, yakni meningkatkan produktifitas padi Nasional tahun lalu yang mencapai 5,01 ton/hektar bisa meningkat, perluasan areal tanam, mengurangi komsumsi beras, serta memperbaiki managemen produksi pertanian.

      Menyinggung kebutuhan benih padi nasional, Udoro mengulas dari seluas 14 juta hektar lahan sawah nasional kebutuhan benih padi Hibrida maupun non Hibrida fakta dilapangan masih buruk, kiranya atas kerjasama yang baik antara petani dan PT.SHS akan dapat memenuhi kebutuhan benih padi Nasional

       

      dengan mekanisme teknis penyalurannya bisa sampai ke petani. Tidak diragukan lagi panen perdana ini cadangan benih nasional, Subsidi benih, dan bantuan langsung benih unggul akan tercukupi, yang mana kontribusi benih ditambah dengan produktifitas yang tinggi pencapaian peningkatan 27 persen dengan kontribusi yang nyata bias tercaapai, sekaligus memotong siklus hama padisehingga penyediaan pangan nasional yang menghawatirkan akan pulih kembali.

      “Kiranya BUMN (PT.SHS) telah siap sediakan gerakan missal penyediaan benih guna mencukupi kebutuhan seluas 14 juta hektar sawah,”katanya.

      Dengan singkat, Ketua komisi IV DPR RI, M.Romahur Muji dengan keberhasilan produksi padi, Jagung dan kedelai yang selama ini mengalami penurunan, diantara keberhasilan produksi di PT.SHS yang cukup baik ditambah dengan system panen menggunakan mesin Komben yang bias menekan prosentase losis yang semula mencapai 15 persen lebih menjadi 1-2 persen. Yang mana penggunaan mesin Komben pada 29 Maret mendatang pemerintah akan menempatkan mesin Komben salah satu pokok peningkatan produksi pertanian dengan system pengolahan pasca panen dengan menekan losis.

      ”Kiranya system panen menggunakan mesin Komben yang lebih irit, losisi rendah salah satu upaya bisa menutupi kekurangan produksi padi yang sebanyak 500 ribu ton dengan intensifikasi produksi dari system manual beralih dengan system mesin,”harapnya.

      Disinggung soal kenaikan harga beras, Udoro menjelaskan, bahwa kenaikan beras selain disebabkan karena tahun2011-2012 adanya penurunan produksi beras juga karena factor rencana kenaikan BBM, diharapkan musim panen yang mulai ramai pada Maret-April ini akan berlanjut dan bisa menekan mahalnya harga beras. Dengan demikian solusinya agar penurunan produksi pertanian padi bisa teratasi, harga beras bisa ditekan, yakni BUMN lah, PT.SHS salah satu perusahaan yang diandalkan guna mengantisipasi penurunan produksi padi.

      “Saya yakin PT.SHS sebagai perusahaan pemproduksi benih padi unggul yang akan mengatasi adanya penurunan produksi padi, yang selanjutnya akan terjadi peningkatan produksi padi sekaligus menekan mahalnya harga beras,”jelasnya.(*).

        • Dibaca: 1329 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...