Menteri PU RI Agar Turun Gunung Tinjau Prestasi Pekerjaan Ciasem-Pamanukan

      PANTURA (MGO) – Berkaitan dengan pekerjaan peningkatan jalan Pantura, Subang, Jawabarat yang kerap kali cepat rusak diharapkan menteri Pekerjaan Umum (PU) RI segera turun gunung untuk meninjau prestasi pekerjaan peningkatan jalan ruas Ciasem-Pamanukan yang mulai rusak lagi.

      Yang mana dan baru kata sejumlah pekerja dan mandor pelaksanaan dilapangan bahwa pemenang tender pekerjaan tersebut adalah PT Waskita Karya. Bahkan diperoleh informasi dari pemneritaan media online bahwa memperoleh kontrak jalan Ciasem-Pamanukan bukan saja PT.Waskita Karya saja pun beserta PT Adhi Karya yang  memperoleh kontrak peningkatan dan pemeliharaan jalan Ciasem-Pamanukan dan Demak-Trengguli senilai Rp 166,35 miliar dengan sistem kontrak berbasis kinerja.     

      Dalam kontraknya dilaksanakan dengan sistem kontrak berbasis kinerja yang diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI merupakan pola penerapan baru guna pengelolaan dan pemeliharaan jalan, hususnya di Pantura Subang yang selama ini pengelolaan dan pemeliharaan jalan umumnya dilaksanakan oleh pemerintah melalui Balai Wilayah masing-masing.      

      Maka dari itu pernyataan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjantoyang berkomentar disejumlah media menyebutkan bahwa dua ruas jalan Ciasem-Pamanukan dan Demak menjadi proyek percontohan dalam sistem kontrak berbasis kinerja yang baru diterapkan PU mulai tahun 2011.     

      Yakni dengan masa kontrak proyek uji cobatersebut akan diterapkan selama 1.000 hari masa kerja,  di mana 450 hari untuk perencanaan dan pelaksanaan fisik berupa peningkatan jalan,  dan 550 hari untuk masa pemeliharaan. Bahkan kontraktor juga akan dikenakan kewajiban selama 1 tahun untuk masa pemeliharaan tambahan.

      Sayangnya pekerjaan pertama yang dikerjakan oleh PT.Waskita Karya yang berada di KM 117 di jalan enam Patokbeusi Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi dimana waktu 450 hari belum tercapai yakni sesuai terhitung hasil invesyigasi Reporter MGO jalan tersebut dilakukan pekerjaan hotmik sekira sebulan yang lalu saat ini telah mengalami bolong-blong yang seringkali menjebak pengendara roda dua dan bahkan telah menelan korban meninggal.

      Anehnya saat dilokasi pekerjaan Reporter MGO sekali waktu melakukan penijauan kelokasi pekerjaan belum pernah menemukan seorang pengawas dari PU atau pun dari wilayah balai Cikampek-Karawang dan Pamanukan. Malah kata seorang pegawai  wilayah balai Cikampek-Karawang dan Pamanukan ketika dikonfirmsi melalui ponselnya menyebutkan bahwa para pengawas sedang rapat sehingga tidak bisa mengawasi pekerjaan peningkatan jalan Ciasem-Pamanukan yang berada di KM 117.

      Maka dari itu melalui media ini mengharapakan agar menteri pekerjaan umum, Dirjen PU untuk turun gunung meninjau kelokasi pekerjaan dan diharapkan untuk meninjau ulang prestasi pekerjaan yang dilakukan oleh para kontraktor.(*).

        • Dibaca: 928 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...