Lagi, TKI Karawang terancam Hukuman Pancung

      KARAWANG (MGO) – Kasus TKI tewas jatuh dari lantai 9 belum kelar, kini datang lagi TKI  bermasalah, kini seorang TKI bernama Iis Nawati Binti Mardi (29) warga Kampung Alang-alang Rt 09/04 Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawabarat pun dikabarkan terancam Hukuman Pancung terakit percobaan pembunuhan kepada seorang nenek yang diurusnya di Dammam Saudi Arabia.

      Dikatakan Usniah, ibu kandung Iis sambil terbata-bata menjelaskan tentang kabar anak kandungnya yang terancam hukuman pancung diberi kabar pada hari Minggu (151-2012) dari seorang Sponsor PT Nurbakti Langgeng Abadi yang sengaja datang kerumahnya di kampung alang-alang .

      “Sponsor mengabarkan anak saya terancam hukuman pancung, atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap seorang nenek yang diasuhnya hingga tewas di rumah sakit Dammam,”jelas Usniah pada Reporter MGO, Selasa (17-1-2012) dirumahnya.

      Dilanjutkan Usniah, Iis Nawati menjadi TKI sebagai PRT pada tanggal 10 Januari 2010 melalui PJTKI PT Nurbakti Langgeng Abadi beralamat di Jakarta dengan nomor Pasport 470872 bekerja pada majikan bernama Abdrahman Soud Al Anazy di Dammam Saudi Arabia.

      Sebelum menerima kabar yang menegangkan keluarga Usniah empat bulan lalu pernah berkomunikasi melalui HP yang menerangkan bahwa majikan laki-lakinya sering menyiksa dengan cara memukul dan anaknya melarang keluarganya untuk berkomunikasi karena kalau ketahuan berkomunikasi  majikannya langsung menyiksa dirinya dengan cara memukul apalagi memarahi tanpa sebab berlansgung hampir setiap hari.

      "Selama Iis berangkat saya mengurus dan membesarkan anak bontot Iis bernama Adnan, makanya Saya tidak rela apabila anak saya akan dihukum pancung,”ujar Usniah.

      Saat ini pihak keluarga didampingi aktivis Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) berangkat ke Jakarta untuk memastikan informasi tersebut kepihak PJTKI dan Kemenlu. Keluraga pun berharap agar Pihak PJTKI yang memberangkatkan bisa bertanggung jawab sampai Keluarganya yang terancam hukuman pancung bisa bebas, keluarga pun berharap kepada Pemerintah untuk memberikan perlindungan secara hukum sehingga Iis bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.(*).

        • Dibaca: 806 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...