Peringatan Hari Lahir Pancasila

SUBANG (MGO) - Kodrat Bangsa Indonesia adalah kodrat keberagaman. Itu adalah Takdir Tuhan untuk Indonesia adalah keberagaman.

“Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman. Berbagai etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama, kepercayaan, serta golongan bersatu padu membentuk lndonesia. ltulah Bhinneka tunggal ika kita, Indonesia,” ujar Plt Bupati Subang saat membacakan Sambutan Presiden RI dalam Apel Hari Pancasila Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2017 di Halaman Kantor Pemda Subang, Senin (5/6).

Namun kehidupan berbangsa dan bernegara selalu mengalami tantangan. Kebinekaan Bangsa Indonesia selalu diuji oleh keberadaan pandangan dan tindakan yang mengancamnya. “Dan semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, oleh berita bohong, oleh ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita,” ujarnya lagi.

Dikatakan bahwa Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, rumusan pada 1 Juni 1945 yang dipidatokan lr. Sukarno, Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

Pacasila adalah merupakan jiwa besar para founding fathers, para ulama, para tokoh agama, dan para pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara dalam membangun kesepakatan yang mempersatukan Indonesia.

Presiden mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila dengan cara meningkatkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam semua aspek kehidupan.

Sebagai bentuk komitmen Presiden terhadap Pancasila telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden untuk pembinaan ideologi Pancasila.

Lembaga baru ini kata Presiden adalah kepanjangan tangannya bersama seluruh komponen bangsa memperkuat pengamalan Pancasila yang menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi, sosial, politik, dan kebudayaan.

Pada kesempatan tersebut diserahkan Piagam penghargaan Gubernur Jawa Barat kepada Dinas Sosial Kabupaten Subang sebagai Terbaik Kesatu atas Prestasi dalam mengalokasikan anggaran penanggulangan Bencana Bidang Perlindungan Sosial serta memberikan Perhatian dan Pembinaan Terhadap Tagana.(*)