Deputi Penempatan: Jangan Palsukan Dokumen TKI

JAKARTA (MGO) - BNP2TKI (18/8) Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro menyatakan jika ingin bekerja ke Luar Negeri berangkatlah dengan prosedur yang benar. Jangan memakai dokumen palsu karena itu termasuk kategorihuman trafficking.

“Menjadi TKI kalau tidak legal masuk kategori human trafficking, kalau bekerja di luar negeri tapi difasilitasi dengan tidak benar seperti dirayu, dibohongi, diminta membayar dengan jumlah yang ditentukan, memakai dokumen palsu, umur 16 dibuat 22 tahun, itu masuk kategori human trafficking,” ujar Deputi Penempatan saat Jambore Nasional Gerakan Pramuka X Tahun 2016 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, 18/8/2016.

Agusdin mengatakan tindakan human trafficking memiliki hukuman sangat berat. Itu termasuk kategori kejahatan bahkan kejagatan internasional, negera manapun akan mengutuk kejahatanhuman trafficking.

“Kalau mau bekerja ke luar negeri carilah informasi yang benar dan pekerjaan yang baik, tapi kalau ada kesempatan bekerja di dalam negeri itu lebih baik karena itu akan membangun Indonesia,” jelasnya.

Agusdin menjelaskan BNP2TKI adalah satu Lembaga Pemerintah yang bertugas mengurus TKI. Jadi jika ingin bekerja ke Luar Negeri bisa diurusi oleh BNP2TKI.

“TKI tidak hanya Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), tapi semua warga negera Indonesia yang bekerja di Luar Negeri dengan perjanjian tertulis yang mendapatkan upah adalah TKI. TKI banyak sekali yang profesional seperti dibidang perminyakan, pilot, pramugari, perawat di rumah sakit yang bekerja di Luar Negeri semuanya TKI,” ujarnya

Dari jenis kelaminnya, menurut Deputi Penempatan, TKI ada laki-laki dan perempuan sama halnya di Indonesia. Disana bekerja sebagai dokter, perawat, dibidang listrik. Gajinya juga tidak tanggung-tanggung seperti yang bekerja di Jepang, Arab Saudi, Kuwait, Inggris, gajinya bisa 5-10 kali lipat dari bekerja di Indonesia.

“Jangan menganggap remeh TKI, karena TKI memberikan sumbangan luar biasa ke Indonesia. Jumlah TKI ada 5 juta orang yang tersebar di 140 negara seperti di Inggris, Prancis, Timur Tengah, Australia bahkan di pulau-pulau kecil seperti Fiji, Sicle dan negera-negara lainnya dengan gajinya juga luar biasa,” jelasnya.

Dengan jumlah tersebut, Agusdin menambahkan, asumsinya 1 orang TKI bisa menghidupi anak, istri, dan orangtua, misalkan ada 4 orang, kalau ada 5 juta TKI berarti ada 20 juta orang di didalamnya keluarga TKI dihidupi oleh TKI.

Uang kiriman TKI dari Luar Negeri mengalir ke Indonesia. Katakan TKI setiap bulan mengirim RP 2 juta, jika dikalikan 5 juta bisa RP 10 Trilyun. Satu tahun ada 120 Trilyun yang uangnya mengalir ke Indonesia. Uang itulah yang digunakan oleh keluarga, biaya anak, sekolah, keluarga dan ini meningkatkan kesehjateraan keluarga TKI.

Agudin mengatakan menjadi TKI adalah pekerjaan yang mulia jangan ada lagi tanggapan negatif. Ke depan TKI akan diprioritaskan yang profesional akan terus mengirim TKI yang professional/skill.

Ia berpesan jika ada saudara, tetangga, yang ingin menjadi TKI berangkatlah secara prosedur dan benar. Harus melengkapi dokumen seperti paspor, KTP, visa, asuransi dan dokumen lainnya. Supaya menjadi TKI prosedural dan legal sehingga bekerja disana menjadi aman dan tenang.(*)