Karawang Sedang Diberondong Kasus TKI

      ortu TKI nangisKARAWANG (MGO) - Kabupaten Karawang sedang diberondong kasus TKI bermasalah, mulai dari TKI tidak dibayar majikan, TKI disiksa majikan, TKI hilang kontak, hingga kasus  TKI yang terancam hukuman mati.

      Masih hangat dibicarakan publik adanya seorang TKI asal Kampung Sepat Kerep, Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang bernama Susanti Binti Mahfuddin terancam hukuman mati sedang dalam tahap perlindungan Bupati Karawang. Kali ini seorang TKI bekerja di Arab Saudi asal Desa/Dusun Karasak Desa Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawabarat bernama Miftahul Saodah Binti Utim  Dalim alias Saodah (22) dilaporkan selama 6 tahun hilang kontak dengan keluarganya.

      Menurut keluarga Saodah, Hodijah membeberkan keberangkatan Saodah ke Arab Saudi pada bulan September 2006 lalu melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Bajri Putra Mandiri hingga awal tahun 2012 belum ada kabar beritanya. Padahal pihak keluarganya telah menempuh berbagai upaya untuk mengertahui keberadaan Saodah, akan tetapi belum juga membawa hasil. Namun karena keterbatasan dana pihak keluarga belum melaporkan kepihak BNP2TKI maupun satgas TKI.

      “Sejak Saodah berangkat ke Arab Saudi sampai detik ini, jangankan berupa kiriman uang kabarnya pun kami tidak tahu karena sejak berangkat belum pernah ada komunikasi dengan keluarga di Karawang,"ucapnya.

      Orang tua Saodah, Utim Dalim (50) saat ditemui dirumahnya tidak tahan menahan pilu, sambil terisak-isak menagis menjawab pertanyaan Reporter MGO, Utim menuturkan sejak Saodah seorang perempuan Lulusan Sekolah Dasar Negeri Tegalwaru V Tahun 2004 menjadi TKI bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi pada majikan bernama Ali Abdulah Al Soder di provinsi Qatif Arab Saudi.

      “Saodah berangkat menjadi TKI mulanya ingin membatu orangtua membangunkan rumah namun Saodah tidak ada kabar. Akibat ibunya memikirkan nasib anaknya lalu sakit keras yang kemudian meninggal, dah setahun lalu,”ujar Utim.

      Sesuai data yang di pegang keluarga Saodah, tertera dalam paspor dan perjanjian kerja, Saodah kelahiran 4 nopember 1982, fakta tertera di Ijazah SD Saodah lahir 22 nopember 1990. Saodah Bekerja menjadi PRT pada majikan bernama Ali Abdulah Al Soder di Wilayah Provinsi Qatif Saudi.

      Orang tua Saodah dan sanak familinya sangat mengharapkan sekali agar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi dapat membantu untuk menemukan tempat bekerja Saodah. Dalam situasi bingung, kalut dan tertekan keadaan ekonomi, orang tua Saodah mengharapkan pula Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bisa memulangkan Saodah ketanah kelahirannya.(*).

        • Dibaca: 1129 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...