Ahirnya Bupati Karawang Kirimkan Surat Permohonan Pengampunan

      KARAWANG (MGO) – Setelah menerima keluarga TKI yang terancam hukuman mati Bupati Karawang, Ade Swara, berjanji akan menindak lanjuti keinginan keluarga TKI yang meminta perlindungan kepada pemda Karawang.

      Maka dari itu, dilanjutkan Bupati, tindak lanjut yang akan ditempuh pihaknya akan mengirimkan surat permohonan pengampunan seorang TKI asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang kini sedang dalam proses hukum untuk menerima hukuman mati (pancung), untuk itu Bupati akan meminta kepada Kerajaan Arab Saudi, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi agar warganya diberikan pengampunan dari hukuman mati tersebut.

      "Surat untuk Kerajaan Arab Saudi itu sudah jadi, tinggal dikirim saja,"kata bupati, pasca menerima keluarga Susanti Binti Mahfudin (22) seorang TKI asal Kampung Sepat Kerep Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, kemarin.

      Meskipun disadarinya, dilanjutkan Bupati menyadari bahwa Kerajaan Arab Saudi memiliki hukum sendiri ketika memberi sanksi kepada orang-orang yang dianggap bersalah. Akan tetapi, kata Bupati, pengiriman surat permohonan pengampunan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemda Karawang kepada warganya yang kini terancam hukuman mati di Riyadh Arab Saudi.

      Surat permohonan pengampunan ancaman hukuman mati disampaikan Pemda Karawang selain kepedulian pemerintahannya juga merupakan perwakilan permohonan pengampunan dari lebih 2 juta warga Karawang yang turut prihatin atas derita yang menimpa Susanti seorang TKI Karawang. Maka dari itu Bupati sangat mengharapkan kepada Kerajaan Arab Saudi untuk mengabulkan permohonan pengampunan ancaman hukuman mati terhadap Susanti yang telah dituduh membunuh anak majikannya hingga meninggal dunia, di Riyadh.

      "Kami akan berusaha sekuat tenaga agar Susanti  mendapat pengampunan, sehingga bisa kembali ke tanah air. Selanjutnya kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membantu penyelesaian permasalahan yang menimpa warga kami,"ujar Bupati.

      Tayangan berita sebelumnya, Susanti Binti Mahfuddin (22) TKI asal warga Kampung Sepat Kerep, Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang yang terancam hukuman mati di Riyadh, Arab Saudi atas tuduhan membunuh anak majikannya. Sedangkan kabar Susanti mendapat ancaman hukuman mati setelah pihak keluarganya mendapat surat pemberitahuan dari Kementerian Luar Negeri, tanggal 11 Oktober 2011.

      Surat yang ditujukan kepada orang tua Susanti bernomor 04149/WNI/10/2011/65/ dijelaskan jika Susanti saat ini sedang dalam proses hukum di tempat bekerjanya dan telah menjalani hukuman badan di kepolisian Dawadhi, Riyadh, Arab saudi. Alhasil, Susanti menjadi TKI di Riyadh, Arab Saudi, selama lebih kurang 3 tahun yang berangkat pada tahun 2008 melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT. Antara Indosadia yang beralamat di Jakarta berakhir dengan ancaman hukuman mati.(*).

        • Dibaca: 781 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...