Mantan TKI Karawang Stres, dua keluarga TKI Lainnya Hawatir

      tki stresKARAWANG (MGO) - Mantan Tenaga Kerja Indponesia (TKI) asal Karawang Jawa Barat menderita stres, sedangkan dua TKI lainnya bekerja di negara Irak yang baru mengalami konflik perang saudara masih menunggu kabar dari pihak terkait.

      Nasib pahlawan Devisa Karawang, Tusliah Binti Samsuri (29) mantan Tki asal Kampung Parako Desa Sukamulya Kecamatan Cilamaya Wetan Karawang setelah pulang menjadi tki 6,5 tahun lalu kondisi kejiwaannya masih tergannggu, diduga akibat sering mendapat siksaan  dari majikan dan trauma seringnya mendengar suara meriam.

      Menurut Ibunya, Tawis (50), anaknya pulang dari di Bagdad Irak pada tahun 2006 sudah dalam keadaan stres, sejak kepulangannya sering mengamuk karena jiwanya labil. Malah ingatannya terganggu sehingga kepada keluarganya pun tidak mengenali, sering ketawa dan bicara sendiri, dan mengurung diri.

      Tusliah, menjadi TKI pada Juli 2004 lalu, diberangkatkan melalu perusahaan Jasa Pengerah Tenaga Kerja Indonesia PJTKI PT. Insan Prima Jakarta, dari data pasfort Tusliah menjadi Pembatu Rumah Tangga di Negara Yordania, namun dikerjakan pada majikan bernama Ahmad Radi Warga Negara Bagdad Irak. Kini Orang tua Tusliah selama 5 tahun upaya pengobatan sendiri,baik berobat ke dokter maupun berobat alternatif.

      “Biaya pengobatan yang dikeluarkan tidak sedikit. Karena pihak PJTKI yang memberangkatkan tidak bertanggungjawab sama seakli, karena keterbatasan pengetahuan hanya bisa pasrah dan tidak mengadukan kepada pihak manapun,”jelasnya.

      Apa yang dialami Tusliah, membuat was-was keluarga tetangga Tusliah, Awing (40) yang mana isterinya bernama Kurnaesih Binti Watim (31) bekerja di Masiv Irak."Istri saya 4 bulan lalu menelepon bahwa Ia dikerjakan di Irak bukan di Abu Dhabi, makanya saya hawatir,”jelas Awing.

      Padahal dalam perjajian kerja, dilanjutkan Awing, keterangan kerja berupa foto copi, istrinya melalui PJTKI PT. Hosana Adi Kreasi beralamat di Pasar Rebo Jakarta Timur, sponsor bernama Samsi beralamat di Bayur Kidul Cilamaya Wetan istrinya akan di tempatkan menjadi PRT di Abu Dabhi pada kenyataannya lain. Awing pernah menemui Pihak PJTKI untuk mengupayakan Istrinya bisa dipulangkan, namun pihak PJTKI malah meminta uang tebusan Rp.20 juta kalau aistrinya ingin dipulangkan.

      “Tindakan selanjutnya kini Saya minta bantuan Serikat Buruh Migran Cabang Karawang, untuk memproses pemulangan istri Saya,”jelas Awing.

      Nasib yang sama dilami Annisah, TKW asal Desa Ciparagejaya RT 01/03 Kecamatan Tempuran, selama 5 tahun tidak bisa pulang ke Indonesia, yang mana kehawatiran keluarganya sangat besar karena di Irak sering terjadi konflik. Sementara kontrak kerja TKW tersebut sudah habis namun Annisash tidak bisa dipulangkan tanpa ada alasan yang jelas.

      Dikatakan aktivis Serikat Buruh Migrat Indonesia Cabang Karawang, Yadi Singa kepada MGO, Minggu (18-12-2011) siang menjelaskan, bahwa kontak kerja Annisa berakhir pada bulan Ramadhan lalu hingga saat ini belum ada kejelasan kontak lagi.“Iinformasi tersebut didapat setelah Bibi Annisah bernama Warsini mengadukan permasalahan tersebut kepada saya,”jelas Yadi.

      Saat itu, dilanjutkan Yadi, dikorek dari Warsini, ketika melakukan kontak bulan Ramadhan lalu, Annisah sering mengalami sakit. Hal tersebut membuat gelisah keluarga korban. Ditambah lagi, Annisah sering ditinggal sendiri oleh majikannya ketika terjadi konflik, sehingga keselamatannya terancam.

      "Menurut bibinya, Annisah sering mengalami sakit dan juga di sana (Irak, red) Annisah pernah bertemu dengan TKW asal Desa Sumurgede, Cilamaya Kulon,"katanya.

      Dia menambahkan, sejak 2006 silam, Annisah direkrut oleh sponsor H Nanang, warga Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan dan proses penempatannya melalui PT Bin Hasan Maju Sejahtera, yang berkedudukan di Jalan Raya Asembaris, Jakarta Selatan. Menurutnya, mulai dari proses pendaftaran hingga pemberangkatan ke negara penempatan, hanya memakan waktu selama 13 hari. "Waktu pemberangkatannya cukup singkat, hanya memerlukan waktu 13 hari,"tuturnya.

      Bahkan dijelaskan Rohim, Yadi menambahkan, mulanya oleh PPTKIS Annisah akan dipekerjakan di Jordan di keluarga Maryam Arsyid Al Hamd, akan tetapi, dia malah dipekerjakan di keluarga Idris Alnas di Irak. Annisah merasa takut dipekerjakan di Irak, pasalnya negara tersebut merupakan negara konflik dan dia sering ditinggalkan majikannya ketika dalam situasi konflik. "Saat ini Annisah telah habis masa kontraknya, dia sering mengajukan pemulangan, tapi hingga saat ini dia belum dipulangkan juga. Keluarga korban berharap, Annisah bisa segera dipulangkan ke tanah air," pungkasnya.(*).

        • Dibaca: 838 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...