20 Tahun Ruat Bumi “Terlupakan”, Kali Pertama Dilaksanakan Camat dan Bupati Tidak Hadir

      ruat bumiSUBANG (MGO) – Selama 20 tahun ruat bumi ditelan bumi, kini kepemimpinan Kepala Desa yang baru masyarakat Desa Karangmulya tergugah kembali untuk melaksanakan kegiatan ruatan bumi atau hajat bumi atau mensyukuri nikmat yang diberikan Allah melalui makluk bumi (tanah) sebagai tempat pijakan manusia juga sebagai tempat tumbuhnya tanam- tanaman, Selasa (06-12-2011) di halaman kantor Desa karangmulya.

      Hajat Bumi Desa Karangmulya Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawabarat sempat terjadi kekecewaan karena kegiatan yang mereka laksnakan tanpa dihadiri Camat Legonkulon dan tamu undangan Plt.Bupati Subang bahkan perwakilannya pun tidak ada. Kekecewaan mereka terobati ketika dijanjikan perubahan tatanan pemerintahan oleh seorang tokoh Srikandi Pantura.

      Menurut Kepala Desa Karangmulya, Drs.Mukti Ali Bonang bahwa kegiatan ruat bumi selama 2 periode Kepala Desa sekitar 20 tahun lamanya kebiasaan syukuran atas rahmat Allah dengan tradisi ruat bumi sebagai rasa syukur kepada Allah atas limpahan hasil bumi yang telah dinikmati oleh masyarakatnya.”Sekira 20 tahun tradisi ruat bumi hilang, sekarang saya laksanakan lagi sebagai bentuk mensyukuri nikmat dan rahmat Allah atas limpahan hasil bumi yang tumbuh diatas kesuburan tanah atau bumi,”jelas Ali Bonang disela kegiatannya, Selasa (06-12-2011).

      Adapun terjadi pro kontra kegiatan ruat bumi, dilanjutkan Ali Bonang, hal itu tidak menjadi persoalan, yang pasti maksud dan tujuannya melaksanakan ruat bumi untuk menggugah kembali masyarakatnya untuk melaksanakan ruat bumi dengan tujuan menyatakan rasa syukur atas nikmat dan rahmat Allah yang selama ini telah dinikmati masyarakatnya. Baik nikmat yang dirasakan dari hasil bumi berupa tanaman padi, palawija, budidaya ikan maupun nikmat lain yang tumbuh dan ditanam diatas tanah.

      “Kami mengajak kepada masyarakat untuk mensyukuri nikmat dan rahmat Allah yang telah memberikan kesuburan terhadap tanaman kita, pun meminta kepada Allah pada musim tanam berikutnya kita masih diberikan kemudahan dan kesuburan menanam apa saja hingga panen,”harap Ali Bonang.

      Disinggung soal ketidak hadiran camat dan Plt.Bupati Subang, Ali Bonang menjelaskan, ketidak hadiran mereka tidak menghalangi berlangsungnya kegiatan, yang terpenting pihaknya telah mengundang secara resmi kepada Muspika Legonkulon yang hadir hanya Danramil, adapun Muspida tidak ada yang hadir.”Beliau-beliau tidak hadir tidak apa-apa yang penting masyarakat Desa Karangmulya masih antusias dalam kegiatan ini,”ucapnya.

      Dalam pidato singkatnya tokoh masyarakat Pantura, Hj.Imas Aryumningsih kegiatan ruatan bumi merupakan kegiatan positif, karena dalam kegiatan ruatan bumi masih tetap mensyukuri nikmat Allah cara Islami dan tidak melenceng dari aqidah. Adapun ada hiburan berupa wayang kulit hal itu merupakan tradisi lama yang senantiasa mengabadikan seni budaya Indonesia sebagain budaya bangsa yang perlu terus dipertahankan.

      Hj.Imas sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah Kecamatan dan pemerintah daerah Subang yang tidak terlihat seorang pejabatpun yang menghadiri kegiatan istimewa masyarakat Desa Karangmukti. Ditegaskan Imas tidak hadirnya pejabat Kecamatan dan pejabat pemda Subang atau perwakilannya merupakan salah satu bentuk contoh yang buruk atas kedisplinan kinerja pejabat yang tidak mencerminkan tauladan kepada bawahannya.

      “Jangan berkecil hati karena pejabat Kecamatan dan pejabat pemda Subang tidak hadir karena masih ada saya yang akan memperbaiki tatanan kepemerintahan Subang,”jelas Hj.Imas.

      Akan tetapi, ditambahkan Hj.Imas, dirinya bisa memperbaiki tatanan pemda Subang apabila masyarakat Desa Karangmulya mau mendukungnya pada Pilkada Bupati wakil Bupati tahun 2013 mendatang dan terpilih menjadi Bupati.”Kalau pun saya tidak jadi Bupati namun saya masih peduli untuk kemaslahatan masyarakat Subang, sekarang saja saya telah melakukan berbagai upaya untuk kemandirian rakyat Subang,”tambah wakil Ketua UKM dan Koperasi DPD Golkar Jawabarat.

      Kegaiatan ruat bumi di Desa Karangmukti berbeda dengan didaerah lain, karena ruat bumi di Desa Karangmulya tidak ada arak-arakan masyarakat yang membawa dongdang yang isisnya beragam hasil bumi dan sejumlah alat peraga boneka Desi Sri dan pasangannya. Ruat bumi ditandai dengan seremoni menyiram Kepala Kepala Desa Karangmulya oleh Dalang Anom Supendi dari Desa Jati Cipunagara, dan diahiri dengan perebutan air bunga tujuh macam.

      Kegiatan penutup pagelaran hiburan rakyat berupa wayang kulit dari lingkung seni Citra Pusaka Putera Dalang Anom Supendi dari Desa Jati Kecamatan Cipunagara, Subang, Jabar.(*).

        • Dibaca: 772 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...