Jalan Rijit Purwadadi 2015 Belum Dirampungkan Kontraktor Rawan Lakalantas

      altSUBANG (MGO) - Dihawatirkan memakan korban laka lagi jalan rijit Purwadadi yang belum selesai dibangun pada tahun 2015 Dinas Bimair Subang melakukan penanggulangan perbaikan jalan.

      Tepatnya jalan rijit disekitar pasar Purwadadi terbengkalai setengah jalan, yakni proyek rijit yang biayanya miliyaran rupiah ditinggalkan kontraktornya CV.Perbak Mulyasari Subang seringkali memakan korban laka R2 maupun R4 terperosok kejalan yang belum rijit yang kedalamannya sekira 25 cm dan mengakibatkan kerusakan pada sparepart kendaraan dan luka pada pengendaranya.

      Masyarakat setempat bertanya-tanya, tidak rampungnya proyek rijit tersebut apakah karena kontraktornya tidak punya modal, atau karena dinas Bimair teledor, wasdal Bimairnya tidak kontrol, pengawas Bimair tidak bekerja, atau pelaksana teknis Bimair tidak pernah datang kelokasi pekerjaan, sehingga proyek rijit 2015 tidak rampung.

      "Anda kan LSM, gedor dong DPRD-nya, Bupati-nya, atau PU-nya, atau anda sudah tidak peduli pada pembangunan bobrok lantaran dah dapat jatah proyek atau uang saku,"ujar salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

      Anda perlu tahu juga, lanjut warga, gara-gara rijit tersebut belum selesai, pemerintah dirugikan, kontraktor sebagai penghambat pembangunan harus kena sangsi hukum, bukan hanya dicoret saja dari daftar lelang."Saya harap pemerintah memberika teguran tegas kepada PU, dan pihak hukum memproses kontraktor yang tyelah wanprestasi,"pinta warga.

      Sementara itu Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. berkomentar bahwa pihaknya telah menggedor DPRD, Bupati dan Bimair Subang baik secara lisan maupun tulisan berbentuk surat. Yang pertama teguran telah direalisasikan oleh Bimair dengan mengirimkan material kelokasi rijit tersebut.

      "Kita tinggal menunggu keberanian Ketua DPRD tuk panggil Kadis Bimair cs. tuk temu muka dengan kami untuk mempertanggungjawabkan atas pekerjaan yang tidak diselesaikan kontraktor,"ujar Pirdaus yang akrab dipanggiol Dauscobra.

      Bukan saja pekerjaan rijit, ditambahkan Dauscobra, akan tetapi pekerjaan pertamanan kota Subang yang belum diselesaikan oleh kontraktornya, Kadistarkimsih cs pun mesti dipanggil. Selain memanggil para pihak, juga pertamanan yang telah selesai wajib dibongkar kembali, karena pelaksanaannya sangat buruk.(*). 

        • Dibaca: 570 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...