Pisah Sambut Dua Kali Kapolres Subang Menyisakan Kisah Duka lara

      altSUBANG (MGO) – Dua kali pergantian Kapolres Subang menyisakan kisah duka lara bagi masyarakat Kabupaten yang ada di Kecamatan Cipeundeuy, Kalijati, masyarakat Kecamatan Cibogo, dan Ormas Gival (oknum).

      Dikatakan pisah sambut jabatan Kapolres Subang dari AKBP Chiko Ardwiatto S,IK M.Hum kepada AKBP Harry Kurniawan S.IK,M.Hum, Rabu Sore (17/9/2014) sekitar pukul 16.00 WIB meninggalkan kisah duka lara bagi pemilik lahan yang digusur paksa. Demikian pula dengan pisah sambut Kapolres Subang dari AKBP Harry Kurniawan S.IK,M.Hum kepada AKBP Agus Nurpatria Sik., Selasa (9/6/2015) mengukir prestasi berhasil menangkal ancaman aksi demo pemblokiran jalan tol Cipali STA.102+109 Ciomas, Cipeundeuy, Subang Jawabarat sekaligus membunuh karakter Ormas Gival (oknum).

      Kisah duka lara yang pertama sehari sepeninggal Kapolres Subang yang lama AKBP Chiko Ardwiatto SIK., M.Hum. kepada AKBP Harry Kurniawan S.IK,M.Hum, (17/9-2014), yakni pada hari Kamis 18 September 2014 diwarnai dengan aksi penggusuran paksa tanah milik warga Cipeundeuy, Kalijati dan Cibogo Subang yang sampai saat ini menyisakan penderitaan rakyat selama 10 bulan harus kehilangan tanah, rumah, mata pencaharian, rakyat bermukim ditenda. Ada pula rumah milik nenek tua asal Ciomas, Cipeundeuy sampai pemiliknya meninggal duni rumahnya belum dibayar. Pun seorang pemilik lahan di Marengmang Kalijati struck akibat menunggu tanah miliknya belum dibayar.

      Kisah duka lara yang kedua, sebulan sepeninggal Kapolres Subang yang lama AKBP Harry Kurniawan S.IK,M.Hum, diserah terimakan kepada AKBP Agus Nurpatria SIK, (9/6-2015), yakni pada hari Jum'at, 3/7-2015 meninggalkan duka lara bagi LSM/Ormas yang diklaim oleh Kapores Subang yang baru bahwa masyarakat tidak lagi percaya kepada oknum (LSM). Diketahui Kapolres Subang melalui Kapolsek dan Camat pra aksi demo Ormas Gival melakukan gesrut kelapangan untuk meminta atau tepatnya masyarakat wajib membuat surat pernyataan terkait rencana aksi demo Ormas Gival yang ditunda pelaksanakannya dengan waktu yang belum ditentukan, hal itu terjadi karena ada kesanggupan Bupati dan Ketua DPRD Subang untuk melakukan musyawarah dengan para pemilik lahan melalui Ormas Gival.

      Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Ormas Gival, Dauscobra, menyesalkan dengan sikap Kapolres Subang AKBP Agus Nurpatria SIK. terkesan Ormas Gival bergerak atas berdiri sendiri, dan terkesan Kapolres Subang tidak mau bermitra dengan LSM/Ormas Gival. Padahal sesuai intruksi Kapolda Jabar terkait rencana aksi demo blokir tol Cipali oleh Kapolres pelakunya wajib ditangkal, diredam, dan diberikan bimbingan penyuluhan.

      “Saya bergerak sesuai prosedur, memberikan surat pemberitahuan kepada Kapolres, memiliki surat kuasa, dan Saya tidak ada maksud mengganggu tupoksi polisi. Saya heran, apa bedanya memblokir jalan umum dengan jalan tol, atau karena jalan tol milik pengusaha, oh mungkin ya,”jelas Dauscobra.

      Kenyataan yang ada, cara Kapolres menangkal persoalan tersebut dengan memerintahkan Kapolsek dibantu camat agar warga pemilik lahan membuat surat pernyataan, tidak pernah menghubungi Ketum Ormas Gival untuk meredam apalagi diberikan bimbingan penyuluhan, malah terkesan Kapolres Subang memusuhi Ormas Gival yang kata Kapolres oknum.

      Sayangnya sampai berita ini ditayangkan Kapolsek tertentu tidak mau memberikan keterangan apa bentuk surat pernyataan dimaksud. Pastinya Kapolsek tersebut sengaja menutup diri atau 2 kali pesan singkat yang dikirimkan kepadanya tidak terkirim.(*).
       

        • Dibaca: 2031 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...