Para Ghoib Padaasih Aksi demo di Jalan Tol Cipali

      altSUBANG (MGO) - Meskipun tidak aksi demo, namun para ghoib mungkin telah berdemo untuk kepeduliannya kepada warga Padaasih sebagai pemilik tanah yang menjadi korban proyek tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

      Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah warga Padaasih yang berhasil ditemui oleh tim investigasi Ormas Gival dan tim TV.One Jakarta yang dengan teliti menelisik penderitaan warga Padaasih dan warga lainnya yang tanahnya digusur paksa oleh proyek jalan tol yang belum mendapatkan ganti rugi.

      "Biarpun warga disini tidak aksi demo akan tetapi para ghoib telah mewakili kami terbukti banyak korban kecelakaan di tol Cipali ini. Terjadinya kecelakaan mungkin karena tol Cipali dibangun diatas penderitaan rakyat,"ujar Wastini seorang warga sebagai korban gusur paksa atas tanahnya.

      Kemungkinan besar dilanjutkan Wastini, para leluhur Kami pun tidak rela atas tanah milik anak cucunya dirampas dengan tanpa memperhatikan penderitaan rakyat. Dan bukan mendoakan yang tidak baik, dan sudah dipastikan orang tua terdahulu warga disini tidak rela apabila anak cucunya sengsara gara-gara tanah, rumah, bangunan lain dan tanaman yang ada diatasnya digusur paksa oleh kepentingan proyek jalan tol Cipali.

      Akibat tanah rakyat digusur paksa, katanya lagi, sejumlah masyarakat kehilangan tanah dan tempat tinggal, ahirnya tidur ditenda, kehilangan mata pencaharian. Rumah Wastini pun tinggal sepotong dan belum dibayar, karena tanah dan rumahnya belum dibayar sisa rumahnya menjadi gudang alat rumah tangga.

      "Karena Saya belum mampu beli tanah dan bangun rumah, ahirnya saya tidur dirumah adik Saya, sedangkan Anen dan Wardan tidur ditenda, Madgoni senasib dengan Saya, harus numpang tidur dianaknya,"ujar Wastini.

      Sedangkan warga di Cipeundeuy, selain 4 orang pemilik tanah yang belum dibayar sekira seluas 37.997m2. pun ada rumah seorang nenek tua belum dibayar hingga stres dan kini nyawanya pun telah tiada. Sedangkan di Marengmang Kalijati seorang pemilik tanah sakit struck dengan harapan yang sama, menunggu pembayaran yang berkeadilan.(*).

        • Dibaca: 2396 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...