Di Subang Oktober 2014 Pengidap HIV/AIDS Bertambah 170 orang

      SUBANG (MGO) - Sampai Oktober 2014 terdata sebanyak 170 orang pengidap HIV/AIDS dari sebelumnya 893 orang .

      Hal tersebut terungkap dari penjelasan Suyata selaku Koordinator Program Pengendalian HIV/AIDS dan Dampak Buruk Pengguna NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lain), Dinas Kesehatan Kab Subang.

      Penjelasan Suyata tersebut disampaikan di hadapan Bupati Subang, Ojang Sohandi yang didampingi jajaran Pejabat Muspida Kab Subang usai Upacara Peringatan Hari Korpri ke-43 Tahun, Hari Guru Tahun 2014 dan Hari Kesehatan ke-50, Senin (1/12/2014) di Alun-Alun Subang Kota.

      Lebih menyedihkan pengidap HIV/AIDS terbesar ialah usia produktif yaitu usia 20 – 39 tahun sebanyak 733 orang. Dinas Kesehatan Kab Subang bersama instansi terkait, kata Suyata terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan secara aktif. Salah satunya pendataan dan penanganan, khususnya kepada ibu hamil . berupa treatment kekebalan tubuh pengobatan antiretroviral (ARV) sejak dini. Melahirkannya pun dilakukan dengan caesar dan setelah melahirkan kemudian bayi tidak disusui oleh Ibu Penderita HIV/AIDS.

      Dengan penatalaksanaan yang tepat bisa mencegah penularan HIV/AIDS kepada bayi yanng dikandungnya. Apabila tidak dilakukan kemungkinan besar bayi akan tertular.“Selama tahun 2014 kami telah menangani 6 ibu hamil penderita HIV/AIDS,” ujar Suyata. Pengobatan ARV juga diberikan kepada penderita HIV/AIDS seumur hidup.

      Sementara itu Pada Upacara Bupati Ojang membacakan 3 sambutan yaitu dari Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo Ketua Dewan Penasehat Nasional Korpri, Menteri Pendidikan dan Menteri Kesehatan.

      Presiden menyampaikan pesan kepada para birokrat supaya memberikan pelayanan birokrasi  makin cepat, akurat, murah dan makin baik. Seyogyanya segera meninggalkan mentalitas priyayi atau penguasa. “Berikan pelayanan birokrasi yang makin cepat, makin akurat, makin murah, dan makin baik. Tinggalkan mentalitas priyayi atau penguasa,” ujar Bupati Subang, Ojang Sohandi membacakan Sambutan Presiden RI. Selanjutnya Presiden menghimbau supaya para anggota Korpri menjadi birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

      Kemudian kata presiden dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Organisasi KORPRI akan bertransformasi menjadi Korps Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (Korps ASN RI) dengan tujuan menjaga kode etik profesi dan standar pelayan birokrasi yang menjadikan birokrasi yang bersih, kompeten, dan mampu melayani masyarakat dengan lebih cepat lagi.

      Percepat perubahan budaya kerja untuk seluruh anggota KORPRI menuju pola pikir dan budaya kerja aparatur negara yang lebih gigih, cerdas, inovatif, dan tanggap terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis.

      “Pegang teguh komitmen Panca Prasetya KORPRI. Buktikan kepada masayarakat bahwa integritas dan kinerja aparatur negara semakin berkualitas dapat dibanggakan,” tegas presiden sebagaimana ditirukan Ojang. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi, integrasi dan sinergi dalam rangka mempercepat pencapaian target pembangunan.

      Menteri Pendidikan, Anies Baswedan, manyatakan bahwa menjadi guru bukanlah pengorbanan melainkan sebuah kehormatan. “Ibu dan Bapak Guru telah memilih jalan terhormat, memilih hadir bersama anak-anak kita, bersama para pemilik masa depan Indonesia,” ujar Ojang menirukan Anies. Namun disisi lain mengakui masih banyak tanggung-jawab pemerintah pada Guru yang belum ditunaikan dengan tuntas. Dari kesejahteraan, status kepegawaian dan sarana pendidikan.

      Pendidikan adalah ikhtiar fundamental dan kunci untuk dapat memajukan bangsa. Potensi besar di Republik ini akan dapat dikembangkan jika manusianya terkembangkan dan terbangunkan. Kualitas manusia adalah hulunya kemajuan dan pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam meningkatkan kualitas manusia.
      Oleh karena itu mengajak untuk bersama-sama memandang bahwa tanggung jawab pendidikan menjadi tanggung jawab semua lapisan masyarakat. “Ya, secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik,” ujarnya lagi.

      Caranya ialah dengan memberikan ruang seluas-luasnya kehidupan sehari-hari sebagai kegiatan pendidikan yang memberikan contoh baik dalam berperilaku. Sehingga dimasa depan anak-anak didik sekarang memandang perilaku korupsi sebagai suatu perilaku yang merendahkan harkat dan martabat diri.

      Pada sambutan Menteri Kesehatan RI, dr. Nila Farid Moeloek, mengatakan bahwa agenda Pembangunan Kesehatan tahun 2015 - 2019 adalah mewujudkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang semakin menatap. Dengan pengertian dasar bahwa ssetiap orang mendapatkan hak pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan, di tempat pelayanan kesehatan yang terstandar, dilayani oleh tenaga kesehatan berkompeten menggunakan standar pelayanan dengan biaya yang terjangkau serta mendapatkan informasi yang baik atas kebutuhan pelayanan kesehatan.

      Oleh karenanya pada kesempatan ini meminta perhatian beberapa hal: Pembangunan kesehatan merupakan investasi khususnya dalam menopang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia bersama dengan pendidikan dan pendapatan perkapita. Untuk itu sebagai investasi, orientasi pembangunan kesehatan harus lebih didorong pada aspek –aspek promotif dan preventif tanpa melupakan aspek kuratif rehebilitatif.

      Pendekatan sasaran pokok pembangunan kesehatan adalah ibu hamil, bayi dan balita, anak sekolah dan remaja, pasanga usia subur serta usia lanjut khusnya di daerah populasi tinggi, terpencil, perbatasan, kepulauan dan rawan bencana.

      Melibatkan secara aktif semua unsur dari akademisi, komunita, pelaku usaha dan pemerintah sebagai suatu kesatuan team work. Merubah pola kepemimpinan dari pasif menjadi aktif merespon dan mengantisipasi persoalan yang ada. Dari directive menjadi colaborative. Dari individualism menjadi team work dan dari serve menjadi care.

      Tata kelola program dan administrasi terus menerus ditingkatkan ke arah yang lebih baik, melalui sinergitas pusat dan daerah, satu kesatuan siklus manajemen yakni perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi sampai pada pertanggungjawaban serta peng-administrasiannya.(*).

       

        • Dibaca: 671 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...