Guna Memenuhi Kebutuhan Ribuan Petani Subang Pemerintah dan BBWSC Mesti Bertanggungjawab

      padi petani keringSUBANG (MGO) – Ribuan petani Kecamatan Legonkulon dan Pamanukan Kabupaten Subang Jawabarat selama bertahun-tahun mengalami kekurangan pasokan air. Hal itu terjadi karena fasilitas infrastruktur saluran irigasi semakin mengecil dan dangkal. Pemerintah dan BBWSC mesti bertanggungjawab.

      Para petani berharap agar pemerintah pusat, provinsi dan pemda Subang bisa memperbaiki infrastruktur saluran irigasi dan memperbaiki saluranirigasi, memperbaiki saluran pembuangan dari saluran skunder (SS) Pangarengan tidak dibuang langsung ke sungai Cipunagara, namun agar dibuang melalui sipon sungai Cipunagara. Pun agar Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Bandung memperbaiki tanggul-tanggul kritis Sungai Cipunagara.

      Seperti yang dikeluhkan oleh tokoh petani Desa Karangmulya Kecamatan Legonkulon, dan para tokoh tani Kecamatan Pamanukan yang mewakili ribuan petani penggarap diseluas 1.580 hektar mengeluhkan yang sama yakni saluran irigasi mengecil dan dangkalnya sehingga pasokan air tidak sampai kelahan sawah mereka.

      Seperti halnya diungkapkan Casim (45) dan H.Uden (55). Kedua petani tersebut mewakili ratusan petani Desa Karangmulya yang mana selama bercocok tanam padi para petani yang menggarap diseluas sawah sekitar 480 hektar sejak zaman nenek moyangnya mengalami hal yang sama kekurangan air saat kemarau, dan kelebihan air pada saat musim hujan. Kondisi tersebut hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.”Katanya pertanian menjadi ujung tombak penyedian pangan, namun pada kenyataannya fasilitas pendukungnya tidak diperhatikan,”jelas Casim diiyakan H.Uden.

      Dipertegas oleh Kepala Desa Karangmulya, Drs.Mukti Ali Bonang kepada mediagivalonline menjelaskan bahwa ribuan petani yang mengeluhkan kekurangan pasokan air saat musim kemarau dan kelebihan air saat musim hujan seluas 1.580 hektar bukan saja petani didesanya, namun petani yang ada di Desa Bobos seluas 300 hektar, Desa Pangarengan seluas 400 hektar dan petani Desa Pamanukan Sebrang Pamanukan seluas 400 hektar memerlukan fasilitas saluran yang cukup agar terhindar dari kekeringan dan kebanjiran.

      Kenapa sawah petani bisa kekeringan, karena saat musim kemarau air irigasi kekurangan pasokan air dari pintu satu Sukra Indramayu dialirkan melalui SS Pangarengan menuju ribuan hektar sawah didua Kecamatan dengan jarak tempuh 50 kilo tanpa didukung dengan fasilitas saluran yang memadai karena selama ini tidak pernah diurus oleh pihak terkait.

      “Kendala pasokan air tidak sampai kelokasi persawahan kita karena jarak tempuh terlalu jauh, saluran mengalami pendangkalan, dan ada pula yang saluran mengecil dan jatah pasokan iar untuk petani kita disedot oleh petani yang dilalui saluran tersebut,”tegas Ali Bonang.

      Kekurangan pasokan air bahkan kekeringan, ditambahkan Ali Bonang, selalu terjadi ketoka musim kemarau, sementara itu pada saat musim hujan air berlebihan dan tidak bisa dibuang ke sungai Cipunagara karena ketinggian air sungai Cipunagara lebih tinggi sehingga pada saat musim hujan tiba tanaman padi petani terendam air.

      Makanya, dipungkas Ali Bonang, cara pertama agar petani didaerahnya saat musim kemarau bisa menanam padi hingga mencapai waktu panen perbaiki saluran irigasi agar pasokan air sampai ketempat tujuan, cara yang kedua agar sawah petani tidak terendam solusinya saluran pembuang SS Pangarengan jangan dibuang langsung ke sungai Cipunagara namun dibuang melalui Sipon sungai Cipunagara.

      “Saya harapkan pemerintah pusat, pemprop, pemda dan BBWSC bisa melek terhadap nasib petani didua Kecamatan untuk memperbaiki sejumlah saluran. Bila tidak diperbaiki dengan segera kami akan kerahkan massa untuk serbu kantor BBWSC,”ancam Ali Bonang.(*).

        • Dibaca: 825 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...