Polisi Bergerak Masyarakat Subang Resah

      SUBANG (MGO) - Bergeraknya petugas Kepolisian menyambangi rumah-rumah warga mengakibatkan keresahan masyarakat. Keresahan terjadi bukan saja dirasakan warga yang memiliki motor bodong akan tetapi yang memiliki motor pribadi dan motor kredit pun turut resah.

      Isu yang berkembang di masyarakat bergeraknya petugas kepolisian dalam pengembangan penyelidikan paska Penggerebegan Tempat Sindikat CuranMor Kampung Cilempung Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Sabtu (15-03-2014). Keresahan tersebut terjadi karena berkembangnya isu pihak kepolisian akan mendatangi setiap rumah untuk mencari motor yang tidak memiliki surat-surat yang diduga hasil curian sindikat curanmor.

      Namun hal itu berakibat fatal, karena rasa takut bukan saja bagi pemilik motor bodong, akan tetapi bagi pemilik motor pribadi maupun motor kredit pun turut resah dan was-was akan didatangi petugas kepolisian.

      Sesuai dengan pesan singkat dan komunikasi telepon seluler dari masyarakat yang diterima Redaksi MGO, yang datang dari wilayah pinggiran Subang yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang Kec.Ciasem, Blanakan dan Kecamatan Patokbeusi, kini (22-03-2014) sudah melebar ke Kecamatan Purwadadi, Pabuaran, Cikaum dan Kecamatan Compreng.

      "Punten kang saya mau tanya benarkah kepolisian akan menyisir kesetiap rumah, karena warga sangat takut, karena sesuai informasi petugas polisi datang kerumah-rumah warga tanpa pandang bulu, alias kesetiap rumah yang memiliki motor yang ada surat-suratnya pun ada yang digeledah,"ujar sejumlah warga Pantura meminta namanya tidak ditulis.

      Sekretaris Jenderal Ormas Gival, Harmansyah, SH. sangat menyesalkan tindakan kepolisian apabila benar dalam melakukan pengembangan penyelidikan tanpa pandang bulu alias setiap rumah disambangi dan digeledah. Disisi lain Ormas Gival sangat mendukung penegakan hukum diwilayah hukum Polres Subang, akan tetapi apabila pihak kepolisian dalam melakukan pengembangan penyelidikan tidak prosedural dan tidak mengantongi sutar perintah hal itu pun tidak baik pula.

      "Apabila Kita tidak bersalah tidak perlu resah dan tidak perlu takut, polisi adalah pelindung Kita. dihimbau kepada masyarakat Kab.Subang, apabila kedatangan petugas kepolisian tanpa menyebutkan identitas, sprint, dan surat penggeledahan rumah sebaiknya jangan dilayani dan kiranya masyarakat bisa menghubungi Polsek setempat atau minta perlindungan pemerintah setempat,"ujar Harmansyah.

      Kapolres Subang, AKBP Chiko Ardwiatto, S.Ik., M.Hum ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat  ditanya adanya petugas yang terus menerus melaksanakan tugasnya dalam penyelidikan atas dasar kebijakan Kapolres, perintak Kapolda atau perintah Kapolri. Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan petugasnya guna melaksanakan tugasnya sesuai dengan laporan polisi yang telah ditindak lanjuti dan ditangkap pelakunya dengan melakukan pengembangan penyelidikan guna menemukan kendaraan hasil curian.

      "Polisi melakukan kegiatan kepolisian sesuai amanah undang-undang terkait pengembangan dari laporan polisi yang sudah ditindaklanjuti dan ditangkap tersangkanya, polisi terus melakukan lidik guna menemukan kendaraan hasil curian yang dijual tanpa dilengkapi surat-surat,"katanya.

      Sementara itu dilangsir MGO dari media harian Pos Kota yang memberitakan tragedi di Kampung Cilempung Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang diobrak- abrik 100 lebih anggota polisi karena dijadikan “gudang” hasil pencurian kendaraan motor (Curanmor). Polisi yang diturunkan, gabungan dari Brimob Polda Jabar, Dalmas Polres Karawang serta Satreskrim Polres Karawang.

      Penggerebekan menegangkan. Walaupun diduga ada yang membocorkan razia itu, tetapi petugas bersenjata lengkap berhasil mengamankan tiga orang yang diduga pelaku curanmor dan 21 sepeda motor “bodong” (tanpa kelengkapan surat motor) berbagai jenis hasil curian. Semua dibawa ke Mapolres Karawang.

      Penggrebekan ini dilakukan atas laporan masyarakat yang resah akibat sering kehilangan motor, oleh pelakunya dibawa ke Kampung Cilempung, kemudian secara terang-terangan si pencuri meminta uang tebusan jika motor ingin kembali, ungkap satu petugas di lokasi penggerebegan.

      Motor curian dibawa ke Kampung Cilempung sudah lama diketahui petugas. Bahkan sempat beberapa kali polisi melakukan penggrebekan ke kampung ini. Tetapi polisi selalu kalah jumlah, pasalnya warga kampung ini kompak melaan sehingga setiap operasi polisi selalu gagal. Namun, kini polisi datang dengan jumlah personil besar, sehingga warga di kampung ini tidak berani melawan, malah mereka memilih kabur setelah mengetahui polisi akan menggerebek.

      Kabag Ops Polres Karawang, AKP Imam didampingi Kasat Reskrim AKP Dono Satria Wicaksoni menjelaskan, Kampung Cilempung merupakan kampung dengan jumlah pelaku curanmor terbanyak, atau istilah dalam dunia curanmor di sebut ‘pemetik’ motor, karena di kampung ini pelakunya terus meregenerasi kepada anak-anak yang mulai tumbuh dewasa dengan dilatih mencuri sehingga terorganisir.

      “Selain itu, kampung ini juga merupakan kampung pelarian sejumlah pelaku curanmor dari Jakarta hingga Lampung,” ungkap Imam.

      Salah satu warga Kampung Cilempung, SA, 30, mengatakan pada waktu penggerebegan, datang sekitar 100 lebih personel polisi bersenjata lengkap, langsung menyisir satu persatu rumah yang berada di kampungnya ini, kedatangan polisi bersenjata lengkap ini membuat warga panik.

      Polisi memerksa satu persatu motor milik warga di kampung itu, bila tak ada surat-suratnya diangkut dinaikkan truk polisi dibawa ke Mapolres Karawang.(*).

        • Dibaca: 2600 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...