Catatan Cacat Jelang Pemilu

      SUBANG (MGO) - Ada peribahasa Sunda "jengkol aya usumna,ekol mah taya usum na (Jengkol ada musimnya, bohong tidak ada musimnya)".Tampaknya peribahasa tersebut sangat cocok untuk guyonan disepanjang masa. Memasuki Pemilu seperti sekarang,Hanya cara - cara tertentulah yang bisa membuat rakyat tertarik. Mereka yang pandai membuat prediksi atas pertanyaan Rakyat, pandai membuat wacana, akan dianggap mengerti keinginan rakyat. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai/Politisi sudah sangat kecil, sebagai akibat dari cara berpolitik para elit yang tidak konstitusional.

      Politik memang seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Sudah dianggap wajib bagi politisi untuk berbohong. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di dunia pada kenyataannya. Para pihaknya bukan hanya politisi vs rakyat, tetapi juga antar partai atau politisi pun kerap tercium. Tahun 2009, PKS sebagai pendukung pemerintahan protes dengan kebijakan Presiden SBY karena menyalahi kontrak politik yang telah disepakati. Perjanjian kontrak politik PKS 2004-2009 dengan SBY-JK, salah satunya adalah tidak melakukan hubungan dengan Israel.Ali Babacan, Wakil Perdana Menteri Turki pada tahun 2011 menuduh Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, melanggar janji bahwa parlemennya tidak akan mengesahkan RUU yang mengkriminalisasikan penolakan genosida di Armenia.“Menjaga janji adalah suatu hal yang sangat penting dalam politik. Jika janji ini dibuat oleh seorang negarawan, maka ini mengikat negaranya,” ujar Ali sebagai bentuk kekecewaannya kala itu.

      Saat ini, menghadapi hari H pemungutan suara Legislatif, kita dibius oleh pemberitaan tentang pencapresan Jokowi. Diantara kita menganggap hal tersebut sebagai bentuk ingkar janji politik dari Jokowi. Menyusul kemudian Video janji Jokowi memimpin Jakarta hingga satu periode yang diunggah di Youtube, menyebar luas lewat layanan Blackberry Messenger. Video Tersebut diantaranya menampilkan cuplikan wawancara Jokowi yang mengatakan, “Banyak yang bertanya mengenai survei. Ya saya jawab, saya ndak mikir (itu). Survei ndak mikir, surveindak mikir. Tanya lagi soal capres. Saya juga ndak mikir copras-capres”.

      Sehari setelah PDI Perjuangan mendeklarasikan Jokowi sebagai capres, perjanjian politik antara Megawati dan Prabowo pada Pilpres 2009 di batu tulis - bogor pun beredar. Pada butir ke-7 dalam kesepakatan itu disebutkan, Mega bakal mendukung Prabowo di Pilpres 2014. Yang menarik kini, pihak Megawati mengklaim pencapresan Jokowi bukan pelanggaran. Demikian halnya dengan perjanjian Batu tulis 2009. Bukankah Jika kita membuka KUHPerdata, semua jenis perjanjian/kesepakatan berlaku sebagai UU/hukum bagi para pembuatnya? Kita tidak akan menyoal kekuatan hukum perjanjian batu tulis lebih jauh, pembahasannya harus membuka AD/ART kedua partai. Yang pasti kesepakatan itu harus dilaksanakan kedua belah pihak. Bukan alasan jika Wanprestasi (breach of warranty) terjadi,lalu dikatakan sebagai akibat tidak adanya pemuatan klasula sanksi. Bukan pula alasan kuat jika alasannya sudah tidak relevan,terlebih tidak ada klasula tentang masa berlaku.

      Perkembangan ini menjadi tambahan catatan bagi kita semua bahwa politik itu "INDAH", SENI, TIPU MUSLIHAT, LIAR. Beralasan jika sang pemikir, Aristoteles, tidak mau terjun dalam politik praktis meski ada kesempatan.Dia begitu takut kehilangan kekayaannya,yakni KEJUJURAN. Itu pulalah sebagian alasan banyaknya orang yang menghindar, merasa sensi, apatis, sinis dan lainnya yang menggambarkan ketidak tertarikan seseorang kepada sesuatu yang berbau politik. Diam tapi berfikir dan selalu waspada, Berisik, Banyak Omong Namun Lihai.Mar Bisuk Songon Ulok, Mar Roha Songon Darapati.

      Perhatikan hadist berikut (HR an-Nasai): "Sesungguhnya sesudahku akan ada para pemimpin. Siapa saja yang membenarkan kebohongan mereka dan membantu kezaliman mereka, maka ia bukan bagian dari golonganku, aku bukan bagian dari golongannya dan ia tidak akan merasakan kenikmatan telaga. Sebaliknya, siapa saja yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu kezaliman mereka, maka ia termasuk golonganku, aku pun termasuk golongannya dan ia akan merasakan kenikmatan di talaga bersamaku."(*).

       

        • Dibaca: 761 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...