PT.PG.Rajawali Gunakan Pupuk Bersubsidi, Malah Nyuruh Wartawan Untuk Menyalahkan

      SUBANG (MGO) - Pejabat PT.PG.Rajawali Cabang Cirebon, Heru Purboyunanto meminta agar wartawan bisa menjalankan tugasnya dengan profesional. Heru pun menyuruh agar wartawan untuk menyalahkan PT.PG.Rajawali apabila benar telah menggunaan pupuk bersubsidi.

      Diduga kuat hal tersebut di ungkapkan oleh Heru kemungkinannya karena kesal permintaannya belum juga dipenuhi oleh salah seorang wartawan Mediagivalonline (MGO). adapun permintaan Heru agar wartawan mengirimkan foto ke alamat emailnya berupa foto aktifitas pengangkutan, pengoplosan, penurunan dan penaburan pupuk berlabel subsidi yang digunakan untuk memupuk tanaman tebu di lahan PG.Rajawali Subang yang berkantor di Kecamatan Purwadadi.

      "Foto kirimkan saja ke alamat email Saya, kalau itu benar krimkan saja fotonya bos,"pinta Heru sepekan lalu.

      Hampir seminggu foto tidak kunjung dikirim, tiba-tiba Heru mengirimkan pesan singkat kepada Reporter MGO berisi "Tolong lidiknya yang benar,"pesan Heru. bahkan Heru berani menyuruh wartawan untuk menyalahkan aktifitas pemupukan tanaman tebu di PT.PG.Rajawali Purwadadi yang menggunakan pupuk berlabel subsidi."Kalau memang terbukti seperti hasil lidik, tindak lanjuti saja, alasannya hal tersebut tidak dibenarkan,"ujar Heru dalam pesan singkatnya, Sabtu (15-02-2014).

      Ketika Heru ditanya apa alasannya penggunaan pupuk berlabel subsidi tidak dibenarkan, saat itu Heru bukanlah menjawab akan tetapi malah balik tanya ke Reporter MGO untuk menilai dan menyalahkan tindakan aktifitas pekerja di PT.PG.Rajawali Purwadadi yang menggunakan pupuk berlabel subsidi."Lho kok malah tanya ke Saya profesional sajalah kalau memang salah ya salahkan saja yang mendapat temuan kan anda silahkan anda saja yang menilai, bagaimana,"ujar Heru.

      Dua pekan yang lalu dilokasi kejadian, adanya aktifitas penggunaan pupuk super pospat SP 36 produksi PT.Petrokimia Gresik-Gresik Indonesia yang berlabel pupuk Subsidi. aktifitas terjadi di mulai dari  pengangkutan, pengoplosan, penurunan dan penaburan yang dilakukan oleh sekira 12 orang berikut sopir yang mengangkut pupuk tersebut yang kepergok tim investigasi Ormas Gival dan Reporter MGO sejumlah pekerja tampak kaget. Namun disayangkan ketika tim investigasi dan Reporter MGO ke kantor PT.PG.Rajawali, bertemu dengan seorang staf yang belum diketahui bagiannya yang namanya Koko, Koko menjelaskan bahwa yang berhubungan dengan akomodasi adalah Nanang.

      "Pak Nanangnya tidak ada sedang keluar kemungkinan makan siang,"ujar Koko.

      Bahkan tim Investigasi dan Reporter MGO menunggu Nanang sampai dengan pukul 15.30 WIB. yang bersangkutan tidak kunjung datang ke kantornya.(*).

        • Dibaca: 1045 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...