Disduk Capil Gratiskan KTP dan KK Bagi Korban Banjir

      SUBANG (MGO) - Disduk Capil Kab.Subang akan melakukan pendaftaran dan penerbitan dokumen kependudukan yang rusak atau hilang dengan tanpa dipungut biaya alias gratis bagi warga yang tertimpa bencana.

      pelayanan tersebut dihususkan bagi warga yang telah memiliki identitas KTP maupun KK yang rusak atau hilang diakibatkan bencana banjir yang melanda Kab.Subang baik yang terjadi di wilayah Pantura, maupun diwilayan lainnya yang ada di Kab.Subang, Jawabarat.

      Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pendaftaran Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.Subang, Ahmad Fauzi, kata Ahmad sehubungan dengan kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah Kabuaten Subang akhir-akhir ini, pihak Disdukcapil Kabupaten Subang akan melakukan pendaftaran dan penerbitan dokumen kependudukan yang rusak atau hilang secara gratis alias bebas biaya bagi warga yang tertimpa bencana.

      Mekanisme yang diterapkan ada beberapa cara. Bagi korban yang ada di pengungsian dalam waktu lama didata oleh petugas mengenai dokumen yang hilang atau rusak dengan mengisi formulir yang berisikan pernyataan kehilangan dengan ditandatangani 2 orang saksi. Kemudian Disdukcapil menerbitkan Surat Keterangan Pengganti Tanda Indentitas (SKPTI) berlaku selama 1 tahun.

      “SKPTI itu semacam KTP yang berisikan data-data penduduk berlaku satu tahun. Maka jika banjir telah reda dan masyarakat telah kembali dari pengungsian alias kondisi normal, maka segeralah dokumen yang rusak atau hilang diurus kembali untuk mendapatkan dokumen pengganti,"jelas Fauzi. Sambil menambahkan apabila yang terjadi kerusakan dan hilangnya identitas hanya 1 atau 3 orang bisa mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) dalam pengurusannya. Untuk KK bisa minta keterangan Kepala Desa (Kades)/Lurah dan untuk KTP keterangan dari kepolisian.

      Disisi lain disinggung mengenai Akte Kelahiran, Fauzi menjelaskan, bahwa pihak Disdukcapil menerbitkan Surat Keterangan Pencatatan Sipil (SKPS) yang berisikan keterangan yang membenarkan bahwa surat Catatan Sipil (akte Kelahiran)-nya itu hilang/rusak oleh bencana alam di Subang.“Bagi warga Subang bisa langsung diterbitkan di sini (Disdukcapil Kab Subang),” tambahnya. Sedangkan bagi yang diterbitkan di luar Kabupaten Subang bisa mengurus ke daerah yang bersangkutan. “Karena nomor register dan keterangan lainnya ‘kan ada di sana (daerah yang bersangkutan)”, ujar Fauzi.

      Dsisinggung soal Rekam e-KTP capai 84,74%, Fauzi menguraikan bahwa jumlah perrekaman data e-KTP di Kabupaten Subang hingga 31 Desember 2013 telah 84,74 persen atau sebanyak 965.662 orang dari wajib KTP sebanyak 1.139.573 orang. Upaya tersebut, kata Fauzi dilakukan melalui kegiatan perrekaman massal selama tahun 2012 sebanyak 875.493 orang, hasil proses reguler selama tahun 2013 sebanyak 70.026 orang dan proses di sekolah-sekolah sebanyak 20.143. Sisa yang belum terrekam sebanyak 173.911 orang.

      Dipertegas oleh Kepala Disdukcapil Kab Subang, Dadang Kurnianudin bahwa sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Pendaftaran Kependudukan, Ahmad Fauzi, pihaknya siap melakukan pendaftaran dan penerbitan dokumen kependudukan bagi warga yang tertimpa bencana dengan melalui mekanisme yang telah diatur sesuai Peraturan Mentri Dalam Negeri No.11 tahun 2010 tentang Pedoman Pendataan dan Penerbitan Dokumen Kependudukan. Dokumen yang dimaksud tersebut ialah Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akta Kelahiran.(*).

        • Dibaca: 756 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...