Perusahaan Mitra Jokowi Gagal Evakuasi Pohon Ki Tambleg di Subang

      PANTURA (MGO) - Perusahaan Jakarta atas permintaan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang bergerak dibidang cagar budaya gagal untuk mengevakuasi pohon Ki Tambleg/Adansonia Digitata/Baobab yang merupakan salah satu pohon yang dilindungi oleh pemkab.Subang, Rabu (18-09-2013) yang lokasinya di Dusun Rosedansari, Desa Tanjungsari, Kec.Cikaum Subang, Jawabarat.

      Gagalnya perusahaan mitra Gubernur DKI Jakarta, Jokowi disebabkan sejumlah pihak banyak yang mempertanyakan kegiatan evakuasi pohon Ki Tambleg yang terhitung pohon langka dan dilindungi. Selain klaim yang datang dari para sosial kontrol, baik LSM, Ormas, Wartawan dan aktifis lingkungan juga adanya teguran dari pemilik pohon yang ada di wilayah lahan HGU PG.Rajawali III Subang yang beralamat di Kecamatan Purwadadi. Penghentian aktifitas penggalian dilakukan oleh petugas Pengamanan PG.Rajawali III, Dansub Koramil Purwadadi, dan Kapolsek Cikaum.

      "Iya Kang penggalian pohon Ki Tambleg sejak Rabu pagi dihentikan oleh Pengamanan PG, Dansub, dan Kapolsek Cikaum,"ujar warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

      Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Desa Tanjungsari Barat, Surlan dengan jujurnya mengakui bahwa panitia evakuasi pohon tersebut adalah dirinya, dan bahwa evakuasi pohon Ki Tambleg yang ada di Dusun Rosedansari, Desa Tanjungsari adalah atas permintaan Gubernur DKI Jakarta melalui perusahaan Jakarta dan kontraktornya orang Bali, bahkan dengan jujurnya Kades Surlan mengakui bahwa pohon langka tersebut dijual dengan harga Rp.60juta dan dengan kesepakatan serta berbekal berita acara musyawarah dengan aparatur pemerintahan Desa Tanjungsari Barat dan masyarakat bahkan hasil dari penjualan pohon langka tersebut akan digunakan untuk merehab masjid Alhuda di Dusun Rosedansari.

      Namun, Dilanjutkan Kades, evakuasi gagal karena ada teguran dari PG.Rajawali melalui petugas pengamanan, Dansub Purwadadi dan Kapolsek Cikaum, sehingga rencana penggalian yang dimulai sejak Rabu pagi hingga malam hari dan Kamis dinihari sekira pukul 01.00 Wib. penggalian dihentikan, alat berat dan awaknya ditarik mundur kembali ke tempat semula. Bahkan sampai saat ini pohon langka tersebut masih berdiri tegak dan hanya bagian bawah pohon berantakan akibat bekas galian.

      "Penggalian dihentikan, dan pohon Ki Tambleg masih berdiri tegak, bahkan saya sempat ke kantor BLH untuk meminta ijin akan tetapi tidak bertemu dengan Kepala BLH yang sedang berada di Bandung,"ujar Kades.

      Sementara itu seorang aktiofis lingkungan, Cece Rahman merasa bersyukur karena pohon langka dan dilindungi oleh pemkab Subang tidak jadi di evakuasi, Cece pun berterima kasih kepada sejumlah pihak yang telah bersama-sama menyelamatkan pohon langka tersebut."Mestinya Kades Tanjungsari Barat bisa melestarikan pohon langka tersebut, dan dijadikan sedjarah daerah yang kemudian memohon bantuan kepada pemda Subang untuk melestarikannya,"ujar Cece.(*).

        • Dibaca: 1162 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...