Aksi Demo Ormas Tak Pengaruhi Rapat Pleno KPU

      SUBANG (MGO) - Ditengah Rapat Pleno Terbuka Rakapitulasi hasil Pemilu yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Subang sempat diwarnai aksi demo dari salah satu organisasi massa yang menyampaikan ketidak puasan atas kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kab. Subang yang membiarkan pelanggaran.

      Mereka meminta supaya KPU Subang tidak melakukan rekapitulasi perhitungan suara sebelum memproses pengaduan pelanggaran pasangan calon. Namun KPU tetap melakukan penghitungan suara. Perhitungan suara dilaksanakan di Aula kantor KP Subang, Jum’at (13/9).  Aksi tersebut mendapatkan pengawalan oleh aparat Brimob Polda Jawa Barat dan Polres Subang serta Satpol PP Kab. Subang.

      Sekira pukul 11.15 siang, perhitungan selesai dilakukan dengan hasil:

      1.      Agus Masykur – Asep Rohman memperoleh 101668 suara (12,59%)

      2.      Ma’mur Sutisna – Asep Muslihat memperoleh 48037 suara (6,42%)

      3.      Ahmad Juanda – Ade Suhaya memperoleh 69332 suara (9,26%)

      4.      Ojang Sohandi – Imas Aryumningsih memperoleh 404191 suara (54,01%)

      5.      Riza Hanafi – Ade Kosasih memperoleh 16684 suara (2,23)

      6.      Nina Nurhayati – Atin Supriatin memperoleh 108461 suara (14,49%)

      Tingkat partisipasi pemilih sebesar 67,53%. Dari data tersebut suara tidak sah sebanyak 28.197 suara dari Data Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.149.929 pemilih dan yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 373.359 pemilih.

      Menanggapi pihak-pihak yang keberatan atas hasil peolehan suara atau apapun, Ketua KPU tidak bisa dimintai keterangan hanya saja Reporter MGO mengkonfirmasi salah seorang komisioner KPU Subang, Kaka Suminta menyatakan bahwa hasil Pilkada sudah final. Yang bisa mebatalkan hasil ini hanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun mengenai keberatan atas hasil pemilu bisa dilakukan oleh pasangan calon lainnya

      Pihak KPU akan menunggu catatan-catatan dari Panwas mengenai hasil pengaduan keberatan melalui proses peradilan. Apabila tidak ada keputusan hasil peeradilan dalam hal ini mahkamah konstitusi yang mengoreksi ataupun merevisi KPU menganggap hasil ini sebagai hasil final. “Hanya keputusan MK yang bisa mengubahnya,” tegas Kaka.

      Sementara itu mengenai tingkat partisipasi pemilih yang 67% menurut salah seorang staf KPOU Subang, dinilai lebih pada menurunnnya kepercayaan kepada pemerintah.Bukan semata kurang efektif kinerja KPU Subang dalam sosialisasi Pilkada. Karena KPU sudah melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula, warga marginal bahkan sampai ke wilayah terpencil. Supaya masyarakat tahu dan mampu memperoleh haknya dalam memberikan suara pada Pilkada Subang.(*)

        • Dibaca: 812 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...