FMPK Melakukan Aksi Solidaritas Kekerasan di Mesir

      SUBANG (MGO) - Aksi Solidaritas Forum Masyarakat Peduli Kemanusiaan (FMPK) adanya kekerasan yang terjadi di Mesir di depan Gedung Wisma Karya, Subang, Jawabarat, Minggu siang (18-08-2013) di depan gedung Wisma Karya Subang.

      FMPK menilai pemerintah Indonesia pada dasarnya “berhutang budi” kepada Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir. Diawali sejak 22 Maret 1946 IM Mesir melalui upaya Hassan Al Banna melobi Pemerintah Mesir untuk segera mengakui Kemerdekaan RI pasca Proklamasi RI yang dibacakan Soekarno dan Hatta. Selain itu juga ketika Aceh dilanda bencana Tsunami tahun 2004, IM Mesir mengutus Muhammad Mursi untuk menyampaikan bantuan kepada korban bencana.

      Massa FMPK yang berjumlah lebih dari seratus orang melakukan aksi solidaritas damai atas kekerasan yang terjadi di Mesir dalam bentuk teatrikal dan orasi dari tokoh-tokoh masyarakat diantaranya Anggota DPR Nur Hasan Zaidi yang mengecam atas kekerasan di Mesir yang sebutnya sebagai Pengkhianatan Militer atas Demokrasi di Mesir.

      Nur Hasan menyebutkan bahwa upaya pendongkelan Presiden Mursi telah direncanakan sejak lama oleh kekuatan jahat melalui aksi-aksi bayaran untuk melakukan pendongkelan bersama militer terhadap Presiden Mursi yang terpilih secara demokratis. “Dan ini didukung oleh Amerika dan Yahudi (Israel),” tegas Nur Hasan. Sesungguhnya demokrasi adalah sistem yang ditawarkan Amerika (atau Barat) ketika kalah dalam menjajah kaum Muslimin. Namun ketika demokrasi dimenangkan oleh Islam mereka mengkhianatinya. “Untuk itu saya sampaikan kepada Amerika, Kalau anda ingin hancur berkeping-keping seperti Uni Sovyet di Afghanistan... Silahkan anda intervensi di Mesir..! Anda jual kami beli. Anda ajak perang kami ikut perang,” ujar Nur Hasan berapi-api.

      Aksi teatrikal yang diperankan oleh demonstran menggambarkan tentang kesadisan militer Mesir kepada para demostran.Nur Hasan juga menyesalkan pemberitaan yang menyampaikan kabar jumlah korban kekejaman militer yang jauh lebih sedikit dibandingkan data yang diperolehnya. Dalam selebaran yang disebarkan mencantumkan data “Pembantaian Militer Mesir lebih dari 3000 korban Syahid (meninggal) dan lebih dari 15000 luka parah dan kritis hanya dalam 2 hari”. Selanjutnya mereka menuntut supaya Pemerintah Indonesia melakukan aksi nyata atas kekerasan yang terjadi di Mesir.

      Dalam selebaran itu juga menyampaikan tuntutan pihak Pemerintah Republik Indonesia bertindak nyata atas kekerasan di Mesir karena yang terjadi di Mesir sekarang bukan hanya perseteruan antara Pro-Mursi dan Anti-Mursi, namun lebih dari itu adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai Demokrasi dan Kemanusiaan dan ini sangat bertentangan dengan jiwa bangsa Indonesia dan semangat politik luar negeri Negara Indonesia. Oleh karna itu mendesak supaya dunia menghukum Jendral As-Sisi sebagai Penjahat Kemanusiaan dan segera mengembalikan Muhammad Mursi sebagai Presiden Mesir.

      Aksi berlangsung damai walaupun memakan sebagian badan jalan di bundaran Wisma Karya. Nampak aparat Kepolisian dari Polres Subang ikut mengatur arus lalu-lintas supaya tetap lancar. Aksi berakhir sekira pukul 15.30 WIB.(*).

        • Dibaca: 719 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...