Anak dan Kakak Korban Penasaran Atas Kematian Nenden

      SUBANG (MGO) - Keluarga TKI yang menjadi korban tewas di Singapura masih penasaran, pasalnya sebelum tewas ada perlakuan yang tidak wajar dari pihak majikannya. Hal itu diungkapkan oleh sejumlah sumber baik dari anak-anak kroban, keluarga korban, mantan Sponsor, dan sahabat-sahabat korban yang pernah berkomunikasi sebelum korban meninggal.

      Dijelaskan keluarga korban, bahwa Nenden Heryani (35)  Binti Ahe (alm) seorang TKI asal  Dusun Karangsambung Desa Pasirbungur Kec.Purwadadi, Kab.Subang, Jawabarat yang menjadi korban meninggal di Singapura pada hari Minggu pagi sekira pukul 09.00 Singapura dan waktu Indonesia sekira pukul 10 pagi telah dikuburkan pada hari Kamis, (4-4-2013) di pemakaman umum Wanakerta.

      Menurut keterangan keluarga korban uwak Nenden bernama Jana Sujana (40), kata Jana sesuai dengan keterangan dari pihak BP3 TKI Bandung bahwa Nenden meninggal karena jatuh dari lantai 6 rumah majikannya pada saat sedang aktifitas kerja, sayangnya pihak BP3 TKI Bandung tidak memberikan keterangan yang rinci mengenai kronologis kejadian meninggalnya Nenden.

      "Saya sebagai uwaknya masih penasaran dengan kematian keponakan Saya, karena sebelumnya Nenden pernah menghubungi Saya dalam keadaan sehat wal'afian namun sedang di sekap oleh majikannya,"ujar Jana.

      Sebelum ada kabar meninggal, dijelaskan Jana, bahwa Nenden pada hari Sabtu 30 Maret 2013 sekira pukul 17.00 WIB sempat menghubunginya dan mengeluhkan penderitaannya, bahwa Nenden telah 10 hari disekap dan HP-nya dirampas oleh majikannya sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga di kampung. Adapun Nenden bisa menghubungi Jana, Nenden mendapatkan pinjaman telepon dari orang yang merasa kasihan dengan nasib Nenden.

      "Kata Nenden disekap karena dicurigai berselingkuh dengan majikannya, padahal perselingkuhan terjadi antara TKI temennya Nenden yang saat itu kabur dari majikannya, dengan kata lain Nenden menjadi kambing hitam majikannya. Untuk menindak lanjuti kepenasaran Saya, Saya akan berembug dulu dengan anak-anak Nenden,"jelas Jana.

      Anak Sulung Nenden bernama Titin Amelia (21) menjelaskan bahwa ibunya berangkat ke Singapura 2 kali yang pertama pada tahun 2008 dan pulang pada awal November 2011, dan berangkat lagi pada peterngahan bulan November 2011, sejak keberangkatan kedua komunikasi tidak putus. Terahir kali berkomunikasi dengan ibunya pada hari Jum'at (29-3-2013) sekira pukul 09.00 WIB dan sekira pukul 10.00 Singapura memberitahu Titin bahwa ibunya ada masalah, namun ibunya tidak menyebutkan masalahnya hanya saja ibunya meminta do'a keempat anak Nenden agar dirinya bisa segera bebas dari permasalahan tersebut. Nenden pun berceritera ke Titin bahwa Nenden ingin pulang sebelum tanggal 30 Maret, saat itu Nenden sedang tarik ulur dengan majikannya.

      "Kata ibu saya oleh majikannya akan dipulangkan ke Agen, namun ibu saya memilih dipulangkan langsung ke kampung, belum juga ada komunikasi lagi dengan ibu Saya, tiba-tiba ada kabar ibu Saya meninggal,"jelasnya.

      Meskipun menerima kematian ibunya, Nenden penasaran dengan kabar dari ibunya yang sebelum meninggal mengabarkan dalam masalah, juga adanya penjelasan dari uwaknya Jana, bahwa ibunya sebelum meninggal disekap oleh majikannya. Namun Nenden dan keluarganya akan berembug dulu dengan uwaknya untuk mengambil kesimpulan ahir untuk menelusuri kajadian kematian ibunya yang sebenarnya.

      "Saya perlu bantuan Bapak untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya atas meninggalnya ibu saya,"ujar Titin.

      Sedangkan pada saat jenazah Titin datang kerumahnya, Titin menerima surat serah terima jenazah, Paspor, gaji 1 bulan senilai Rp.3juta biaya penguburan Rp.1juta, santunan dari majikannya 1000 dolar Singapura dan dari BP3 TKI Bandung senilai Rp.2,5juta. namun soal kronologis kematian dan hasil autopsi belum diterimanyan.(*).

        • Dibaca: 902 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...