360 Hektar Empang Subang Dapat Dukungan Pengembangan Produksi Udang

      SUBANG (MGO) - Kabupaten Subang mendapat dukungan pengembangan untuk meningkatkan produktifitas udang sebanyak 360 hektar. Dengan asumsi 1 hektar bisa menghasilkan 20 ton. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Rakor Pokja) Minapolitian Kabupaten Subang,  Selasa (26-03-2013) berlangsung di Ruang Rapat Bupati, .

      Rakor Pokja tersebut dihadiri oleh Bupati Subang, Ojang Sohandi dan Direrktur Prasarana dan Sarana Budidaya Ditjen Perikanan Budidaya, Dr. Ir. Iin Junaidah, M.Sc. Dijelaskan oleh Iin Junaidah bahwa Minapolitan ialah konsep pembangunan dalam rangka meningkatkan produktifitas dengan strategi industrialisasi Perikanan Budidaya dengan berbagai pendekatan. Menurut Keputusan Menteri (Kepmen) No. 18/Men/2011 yang dimaksud dengan MInapolitan ialah Konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan.

      Tujuannya ialah untuk meningkatkan produksi, produktifitas dan kualitas produk kelautan dan perikanan, meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah ikan yang dil dan merata; dan mengembangkan kawasan minapolitan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah. Minapolitan sebagai embrio industrialisasi sektor perikanan. Salah satunya dengan pendekatan mengoptimalkan lahan sawah saat tidak ditanami padi digunakan menanam ikan atau produk perikanan.

      Program ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan mengoiptimalkan potensi perikanan baik laut maupun darat. Sedangkan Pemerintah Pusat memfasilitasi kegiatan dengan seoptimal mungkin.

      Sementara itu Bupati Subang, Ojang Sohandi dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa dirinya ingin meninggal di negara maju. Negara maju yang bernama Indonesia. Menurut Ojang, sejak dibangku sekolah dasar dulu oleh gurunya dikenalkan bahwa Indonesia adalah negara berkembang. Itu berlanjut sampai lulus perguruan tinggi. “Saya sangat berharap bisa meninggal di negara maju. Tetapi negara maju yang bernama Indonesia,” ujarnya. Maka untuk menjadi negar maju perlu ada upaya optimaliasi potensi yang dimiliki. Termasuk potensi perikanan. Sebagai warga Subang patut bersyukur karena dikaruniai 3 wilayah yaitu dataran tinggi, pedataran dan laut yang kaya akan potensi alam.

      Sedangkan mengenai pengelolaan dengan ksep Minapolitan, menurut Ojang dari laporan yangditerimanya bahwa konsep ini cukup berhasil baik dilaksanakan di Kabupaten Subang. “Salahsatunya seperti dilaporkan oleh Pa Mimin sebagai pelaku (perikanan) yang mengatakan bahw pada setiap panen perdana menghasilkan 30 ton pada penen perdana yang dilaksanakan bersama Pak Mentri,” jelasnya. Namun, lanjut Ojang, masih banyak tantangan-tantangan yang dihadapi oleh petani. Diantaranya infrastruktur jalan yang kurang menunjang sehingga dalam transportasi bisa mengurangi kualitas hasil. “karena jika mengalami keterlambatan dalam pengiriman akan mengurangi kualitas dan menambah beban untuk transportasi,” tambahnya menjelaskan. Bila kemudian kerja yang dilaksanakan bisa berjalan dengan baik maka pihak Pemkab Subang akan meminta supaya difasilitasi yang lebih besar lagi.

      Kemudian tantangan lainnya ialah petani ialah sering terjadi rebutan air antara petani padi dengan petani tambak. Namun hal itu telah dibentuk Komisi Irigasi untuk menyelesaikannya.

      Mengenai potensi kelautan di Wilayah Subang, dijelaskan oleh Kepala Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Kebersihan (Tarkimsih), Ir. Sumasna memiliki tantangan bahwa wilayah laut adanya penguranagan daratan dan penambahan laut. Sedangkan potensi mangrove di Subang merupakan yang terbesar di wilayah sepanjang Pantura.

      Pada kesempatan tanya jawab dalam forum tersebut disampaikan perlu adanya dukungan dari pihak lembaga keuangan dalam hal ini perbankan dalam menyediakan modal. Melihat semangat dari para petani dan pelaku usaha pada Konsep Minapolitan, sudah selayaknya pihak pemerintah segera mendukung dengan memberikan arah yang jelas pada upaya ini. Salah satunya menentukan zona-zona potensi Minapolitan, sehingga tidak menutup kemungkinan dikemudian hari Kabupaten Subang dikenal sebagai “Kota ikan”.(*).

        • Dibaca: 769 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...