Obyek Wisata Capolaga Subang Telan Korban

      SUBANG (MGO) - Bencana longsor di Objek Wisata Capolaga Panaruban telan korban tewas, korban luka, 1 musola dan 2 warung tertimbun, Rabu malam sekira pukul 20.00 wib di Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang, Subang, Jawabarat.

      Menurut Dede Sudrajat (45 tahun) salah seorang karyawan setempat sekaligus saksi menyebutkan bahwa peristiwa terjadi sekira pukul 20.00 wib di lokasi Curugsawer, yakni 2 buah warung dan 1 buah mushola tertimbun longsoran tanah serta 4 orang korban luka berat dan 8 luka ringan disusul.


      "Korban luka merupakan warga yang tengah melakukan evakuasi di lokasi akibat longsor susulan. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ciereng, Untuk memastikan tidak terjadi lagi longsor susulan upaya evakuasi ditunda hingga pagi hari,"ujar Dede.

      Pagi harinya, dilanjutkan Dede, dilanjutkan evakuasi dan berhasil menemukan korban meninggal dunia bernama Eman Sulaeman (32), Korban ditemukan oleh tim tagana bersama warga sekira pukul 9 pagi (6-12-2012) dalam keadaan telah meninggal dunia.

      Kemudian jenazah disemayamkan di rumah duka selanjutnya disholatkandan dimakamkan di pemakaman umum Panaruban Desa Cicadas Kec. Sagalaherang.

      Eman adalah karyawan Capolaga Adventure Camp warga RT. 22/05 Panaruban Desa Cicadas Kec. Sagalaherang. Almarhum meninggalkan satu orang istri Nunung Nurmalasari (28) dan seorang anak Sandi Saepudin (7) kelas 1 SDN Sangkuriang Desa Panaruban.

      Hingga siang tadi lokasi longsor telah dipasang garis polisi guna penyelidikan. Petugas bersama aparat melakukan peninjauan ke lokasi.

      Menurut Kepala Seksi (Kasie) Sumber Daya Geologi dan Air Tanah Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Subang, Setiawan yang datang ke lokasi mengatakan berdasarkan identifikasi awal, penyebab longsor ialah dari kumpulan air hujan yang terkumpul mengalir melalui parit kecil, tetapi air yang megalir terhenti di satu tempat dan masuk melalui rekahan-rekahan tanah lempung ditambah posisi tebing yang cukup terjal.

      “(Dari identifikasi awal longsor) pertama litologi tanahnya lempung kemudian adanya akumulasi air air dari hujan yang mengalir melalui parit tetapi di parit tersebut ada semacam celah-celah masuk ke dalam tanah mengkumulasi di tempat tersebut ditambah tebing yang cukup terjal,” jelas Setiawan.

      Setiawan menyarankan, agar supaya di sekitar atas lokasi longsor sebaikny supaya dikelola dengan membuat sengkedan sehingga air bisa mengalir dengan baik dan tidak menyerap masuk ke dalam rekahan tanah.

      “Bila ditata lahannya yang terjal dibuat sengkedan kemudian di atasnya dibuat saluran air atau diplester sehingga air mengalir dengan lancar,” pungkasnya.(*).

        • Dibaca: 2484 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...