Gara-gara Saluran Dangkal 600 Hektar Sawah dan Tambak di Subang Masih Terendam Banjir

      Kades Langgensari tinjau sawah kebanjiranSUBANG (MGO) – Gara-gara Saluran Dangkalseluas 600 heltar lahan sawah dan perempangan di Desa Langgensari Kecamatan Blanakan, Subang Jawabarat masih terendam Banjir, Selasa (3-1-2012). Air banjir yang masih menggenangi ratusan hektar sawah dan perempangan disebabkan karena tidak adanya saluran yang cukup untuk mengalirkan air yang menggenangi sawah dan perempangan didesanya.

      Menurut Kepala Desa Langensari Kecamatan Blanakan Subang Jawa Barat,Cecep Fahrudin  menjelaskan banjir yang melanda sawah dan perempangan di Desanya merupakan banjir tahunan yang tak kunjung terjawab solusi penanganannya, yang pada ahirnya ratusan petani yang padinya mulai menguning terendam air dan terpaksa dipanen dini sementara petani tambak budidayanya tidak bisa diselamatkan.

      Banjir Didesanya menggenangi sekira 400 hekter sawah dan 200 hektare Tambak adapun penyebab banjir yang melanda Desanya selain karena kiriman air yang berlebihan juga disebabkan beberapa saluran pembuangan air yang berada di sebelah utara mengalami pendangkalan sehingga ketika hujan melanda daerahnya air yang menggenangi pesawahan dan pertambakan di Desanya tidak bisa cepat surut. “Ya, karena saluran pembuang yang kurang optimal berakibat air yang mengganangi sawah dan tambak sulit untuk surut karena beberapa saluran pembuangan mengalami pendangkalan,”ujar Kades.

      Dilanjutkan Kades Cecep Fahrudin untuk tahun ini salah satu Kalen Apin telah dilakukan pengerukan dengan menggunakan Manual (tenaga Manusia ) karena medan yang cukupberat alat berat tidakbisa masuk dan terpaksa menggunakan tenaga manual hasilnya pun airyang membanjiri bias cepat surut meskipun tidak separah sebelum dilakukan pengerukan

      Sementara pihaknya telah berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisir banjir pihaknya telah berupaya mulai dari pengajuan proposal kepada pemerintah daerah, Kementrian Pertanian hingga kerja bakti secara swadaya memperbaiki saluran yang ada namun karena keterbatasan anggaran dan alat hingga untuk mengatasi banjir terasa kurang optimal.

      “Akibat bencana banjir yang melanda pesawahan dan tambak berdampak pada sector perekonomian warga khususnya petani dan petambak pun juga berdampak pada pembayaran Urdes serta Pemasukan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) karena warga beralasan gagal panen. Kami pun berharap untuk meminimalisir dan mengatasi banjir diharapkan pemerintah untuk segera melakukan pengerukan saluran pembuangan juga membuat klep di Kalimalang agar banjir yang melanda  wilayahnya setiap tahun bisa teratasi, “harap Kades.(*).

        • Dibaca: 1134 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...